Home / SEPAK BOLA

Wednesday, 30 July 2025 - 11:33 WIB

Flippers Organization Hidupkan Makna Kemerdekaan di Tengah Luka Sosial

Oplus_32

Oplus_32

Padang Panjang-Sinyalnews.com Ditengah rutinitas peringatan Hari Kemerdekaan yang kian formal dan kaku, sebuah organisasi tua di Kota Padang Panjang tampil menyuguhkan peringatan yang segar, reflektif, dan menyentuh nurani.

Organisasi tersebut adalah Flippers Organization, komunitas lintas generasi yang telah berdiri sejak tahun 1982. Tidak terafiliasi dengan pemerintah daerah, Flippers menjadi wadah berkumpulnya remaja, anak muda, orang tua, hingga lansia, dengan satu semangat, menjaga nyala perjuangan rakyat

oppo_0

Inshaa Allah  Sabtu, 9 Agustus 2025, Flippers menggelar tiga agenda besar dalam tajuk “Jejak Perjuangan 80 Tahun Indonesia Merdeka”: Touring Lintas Jejak Perjuangan 2.Lomba Lintas Alam Perjuangan 3.Dialog Perjuangan dan Kebangsaan .Tak ada panggung mewah, tak ada protokoler kaku. Hanya barisan rakyat yang menyusuri jalanan, hutan, dan ruang dialog demi satu hal: mengingat kembali bahwa kemerdekaan ini berdiri di atas perjuangan orang-orang biasa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mengenang perjuangan tidak harus selalu lewat ceremony formal. Ini tentang keberanian dan kesadaran kolektif,” ujar Gaza Ketua  Flippers Organization 

Baca Juga :  Polresta Cilacap Gelar Gerakan Pangan Murah, Distribusikan 2 Ton Beras ke Warga

Namun, dibalik semarak acara, ada kenyataan geti,: banyak rakyat di Padang Panjang masih hidup dalam ketidakpastian. Guru honorer dirumahkan. Tukang sapu dan petugas kebersihan kehilangan pekerjaan. Anak-anak mereka gagal masuk sekolah negeri dirumah sendiri 

Rakyat tetap berjuang, bahkan 80 tahun setelah proklamasi.

Saat berdiskusi dengan Romi Martianus, SH Pemerhati Politik & Pengacara Kota Padang Panjang diapun memberikan ulasan,  Kemerdekaan Itu Seharusnya Untuk Rakyat, Bukan Hanya Untuk Upacara

Saya tumbuh besar di kota ini. Dan saya tahu persis: rakyat Padang Panjang bukan rakyat yang manja. Mereka pekerja keras, tahan banting, dan setia.

Tapi dalam beberapa bulan terakhir, saya menyaksikan sesuatu yang membuat hati terenyuh. Banyak warga kehilangan pekerjaan tanpa alasan yang manusiawi. Mereka bukan koruptor. Mereka bukan penjahat. Mereka hanyalah pegawai kebersihan, cleaning service, dan guru honorer, yang telah mengabdi bertahun-tahun, namun tiba-tiba tak dibutuhkan lagi.

Di tengah itu kondisi itu , Flippers Organization, salah satu organisasi independen yang lahir dari rahim rakyat, bukan dari kekuasaan, menjadi satu-satunya yang masih peduli pada semangat perjuangan. Mereka tak punya APBD. Tak punya wewenang. Tapi mereka punya nurani. Dan itu yang hilang dari banyak pemegang jabatan hari ini.

Baca Juga :  Awas, Pelaku Hipnotis Merajalela di Kota Padang. Seorang Warga Gunung Pangilun Jadi Korbannya

Apa gunanya negara kalau sekolah negeri tidak bisa menerima anak dari warga asli kampung sendiri? Apa gunanya kemerdekaan jika rakyat sendiri terus menjadi korban sistem yang disusun oleh elite yang tak turun ke lapangan?

Acara seperti “Jejak Perjuangan” bukan hanya simbolik. Ini adalah pesan keras dari rakyat kepada para penguasa: bahwa kami masih peduli pada republik ini, meski republik sering tak peduli pada kami.

Flippers membuktikan bahwa rakyat bisa mengorganisir diri, memperingati kemerdekaan, dan merawat sejarah,tanpa perlu izin kekuasaan. Justru karena tidak terikat kekuasaan, mereka bebas bersuara. Dan hari ini, suara itu terdengar sangat nyaring.

Saya berdiri bersama mereka. Karena kemerdekaan yang sejati bukanlah milik negara. Tapi milik rakyat (Paulhendri) 

 

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Marlim : Sebagai Sesama Wartawan Saya Dukung Paul Hendri Maju Jadi Bakal Calon Walikota Padang Panjang

BERITA

Gebyarkan HAB Kemenag Tingkat Kota Padang, 21 Tim Futsal Berlaga di MIN 6 Padang

ARTIKEL

9 Negara Karibia Belajar Industri ke Sumbar

ARTIKEL

Sertu Tofik Hadiri Peresmian Mushola Nurul Hidayah

ARTIKEL

Budayakan 4 Pilar, Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Barat Apresiasi DPRD Kota Bukittinggi

ARTIKEL

Breaking News, Kuasa Hukum Srimas Group Benarkan Klientnya Diperiksa Polisi

ARTIKEL

Pencarian pada hari ke tujuh resmi ditutup, kakek Tobari dinyatakan hilang

ARTIKEL

Longsor Lahar Dingin Porak porandakan Ikon Kota Padang Panjang ”Lubuak Mato Kuciang”