Longsor Lahar Dingin Porak porandakan Ikon Kota Padang Panjang ”Lubuak Mato Kuciang”

Padang Panjang, SINYALNEWS.COM,- — Hujan deras yang melanda Kota Padang Panjang pada Sabtu Malam (11/5) memicu bencana alam mulai dari longsor hingga banjir. Proses evakuasi saat ini masih dilakukan tim Kapolres Padang Panjang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Panjang dan Tanah Datar

Akibat intensitas curah hujan yang tinggi itu ,mengakibatkan bencana Banjir dan Longsor, yang berakibat menghancurkan rumah rumah warga yang berada di tepi sungai /batang aia “Batu limo “ Banjir dan Longsor tersebut, terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, bersamaan dengan turunnya hujan lebat.

Tak hanya itu ,longsor luapan aia sungai itu juga memutuskan jalan penghubung nagari Singgalang (Tanah Datar ) – Kota Padang Panjang , yang lebih dahsyatnya longsor itu memporak porandakan satu ikon Kota Padang Panjang dalam wisata “ Lubuak Mato Kuciang “ kolam renang yang telah ada ratusan tahun di lokasi itu

Menurut tulisan sejarah yang tercantum di sini. Pemandian alami ini dibangun pada tahun 1918. Pembangunannya sengaja dilakukan untuk memikat beberapa warga belanda agar berkunjung ke tempat ini. Apalagi, pesonanya yang tidak pernah bisa lepas dari kata keindahan.kolam.nya ada dua ,kolam atas dan kolam bawah

Baca Juga :  Kejari Pasbar Sita 8 rumah kontrakan ali amril Tersangka Tipikor RSUD   

Dikolam atas itu ada batu cadas, disini terdapat seismograf yang merupakan alat pendeteksi gempa milik BMKG. Cobalah untuk berdiri di atas bebatuan cadas ini. Kita akan melihat panorama yang sesungguhnya dari tempat ini.bahkan tempat ini tempat terjunnya indah nya anak anak waktu .

Sebagai ikon kota Padang Panjang maka setiap orang berkunjung ke Sumatera Barat dulunya , jangan lupa untuk mengunjungi kota Padang Panjang. Karena, ada sebuah objek wisata yang sayang untuk ditinggalkan begitu saja. Panoramanya mengesankan dan menjadi wisata legendaris yang namanya sudah terpatri di kalangan warga Padang Panjang.

Dulunya tak hanya hari Minggu ,setiap hari ,dengan bermodalkan nasi NA sebungkus bersama para anak anak muda ,berduyun duyun ke lubuak mato Kuciang itu. Lubuak Mato Kuciang di mata pengunjung adalah pesona Sumatera Barat yang menarik untuk dikunjungi. Suasananya dan nuansanya memang bisa membuat wisatawan menjadi lupa soal beban hidupnya. Bahkan, mampu menambahkan energi baru untuk menghadapi hari baru.kini, Kini banjir dan longsor memporak porandakan pemandian itu .

Baca Juga :  Bupati Bandung Tertarik Dengan Konsep Wako Bukittinggi

Tak hanya menjadi ikon Kota , Di Lokasi “ Lubuak Mato Kuciang” juga terdapat Pompa PDAM yang menyuplai air bersih untuk warga kota Padang Panjang sekitarnya, akibatnya pasokan air bersih bagi warga kota Padang Panjang terpaksa terhenti sejak pukul 23:00 Wib.

Deras nya banjir longsor menerpa kolam renang dan memutuskan jaringan pipa air menuju silaing dan sekitarnya .pipa berukuran 8;cm itu putus hingga puluhan meter. Sementara pompa air penyuplai juga terpaksa berhenti ujar Adrial A.Bakar direktor PDAM Tirta Serambi Kota Padang Panjang di lokasi lubuak mato kuciang

Inshaa Allah sejak malam hingga pagi menjelang siang tadi pompa air besar telah berfungsi kembali ,suplay air bersih bagi warga bagian atas inshaa Allah telah mengalir kembali, namun bagi warga silaing dan sekitarnya hatap bersabar ,karena jaluran pipa nya benar yang putus ,kita harus usahakan dulu pipa pengantinya .turur Adrial.

(Paul Hendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Teken MoU Dengan FKPI, Kemenag Kota Padang Peduli Kesehatan Calon Pengantin

ARTIKEL

Penyesalan seorang anak Setelah Ibu Tiada

BERITA

DPRD Sumbar Gelar Paripurna, Sampaikan Jawaban DPRD dan Gubernur atas 3 Ranperda

BERITA

Babinsa Koramil Binangun Monitoring Kegiatan Posyandu Lansia

ARTIKEL

Pemerintah Tetapkan1 Zulhijah 1444 H Jatuh Pada Hari Senin 19 Juni 2023

ARTIKEL

Polresta Cilacap dan Polsek Gandrungmangu Gencarkan Sosialisasi Anti-Premanisme di Cilacap

ARTIKEL

LSLI : Guru/Dosen Memilih Amsakar Sebanyak 66,7% Untuk Pilwako Batam 2024

BERITA

Maggot BSF dan Lumbung Pangan