Home / BERITA / HUKUM

Wednesday, 1 February 2023 - 12:07 WIB

Kejagung Sebut akan Ada Peluang Tersangka Baru diKasus Korupsi BTS Kominfo

Jakarta, Sinyalnews.com,- Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan kasus korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020-2022. Pasalnya, berkemungkinan Kejagung membuka peluang terhadap tersangka baru dalam kasus tersebut.

 

“Sudah barang tentu perkaranya berkembang terus. Mengenai nanti ada tersangka baru dalam perkara ini kita liat proses perkembangan penyidikannya. Saya yakin, penyidik sudah mempersiapkan semuanya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung,  Ketut Sumedana Selasa (31/1).

 

Namun demikian, belum diketahui siapa sosok calon tersangka selanjutnya, apakah dari pihak penyelenggara negara atau dari pihak swasta.

 

Saat ini penyidik sedang mendalami keterangan dari saksi-saksi lainnya yang telah dicegah ke luar negeri. Sebab 23 orang yang telah dicegah itu dibutuhkan keterangannya oleh penyidik.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Padang Tertibkan 6 Anak Jalanan Karena Sudah Ganggu Kenyamanan

 

“Saya tidak mau jawab karena ini masih berjalan. Tapi dari 23 yang telah kami cekal punya potensi untuk berikan keterangan yang sangat signifikan untuk ungkap perkara ini,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Kejagung juga mengusut kasus pencucian uang terkait kasus korupsi dalam penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2020-2022.

 

Sementara itu, dalam kasus korupsi tersebut, total Kejagung telah menetapkan 4 tersangka, yaitu:

 

1. AAL selaku Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika,

Baca Juga :  Kadis Pendidikan Sumbar Hadiri HUT dan Fresh SMAN 16 Padang

 

2. GMS selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia,

 

3. YS selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia Tahun 2020,

 

4. MA selaku Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment

 

Kasus korupsi BTS Bakti Kominfo bermula dalam rangka memberikan pelayanan digital di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal Kominfo membangun infrastruktur 4200 site BTS.Dalam pelaksanaan perencanaan dan pelelangan terbukti bahwa para tersangka telah merekayasa dan mengkondisikan sehingga di dalam proses pengadaannya tidak terdapat kondisi persaingan yang sehat sehingga pada akhirnya diduga terdapat kemahalan harga yang harus dibayar oleh negara.

 

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP sebagai Tim Tes Fisik Atlet Hapkido Sumbar untuk Seleksi Atlet Kejurnas 2025.

BERITA

Edy Oktafiandi : Pembinaan Calon Pengantin Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting, Ini Penjelasannya

BADAN NEGARA

Pangkoopsud II Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Divisi Infanteri 3 Kostrad

BERITA

Tegaskan Komitmen Selain di PTDH, Polda Jateng Proses Lima Pelaku KKN Rekrutmen Bintara Polri Secara Pidana 

ARTIKEL

Danlanud Sultan Hasanuddin Resmikan D’Corner Cafe and Mart

ARTIKEL

Sebanyak 2.262 Mahasiswa KKN UIN IB Padang di Beri Bekal

BERITA

Siswa Perguruan Islam Ar Risalah Padang Juara 1 MQK Nasional 

ARTIKEL

Penghulu Pilar Pelayanan Keagamaan yang Profesional dan Inovatif