PADANG SINYALNEWS.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Edy Oktafiandi didampingi Kepala seksi Pendidikan Madrasah Farhan Furqani bersama Pengawas Madrasah MI/RA Zainab.
Berikan sosialisasi penguatan transisi anak usia dini (PAUD) Raudlatul Athfal (RA) ke Madrasah Ibtadaiyah (MI) bagi Kepala Madrasah dan Guru MI Kelas Awal Se-Kota Padang Tahun Pelajaran 2024/2025, berlangsung di Aula MIN 3 Kota Padang pada Jumat 14 Juni 2024.
Dijelaskan Edy bahwa kegiatan ini menyasar kepada lebih kurang 100 orang guru Raudlatul Athfal (RA) dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) termasuk Kepala Madrasah se-Kota Padang yang dimaksudkan agar mereka memahami masa penerimaan siswa baru jenjang RA ke MI tidak menerapkan hasil tes membaca, menulis, ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran RA ke SD/MI kelas awal mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik sampai dengan kelas 2 (dua) SD/MI.
Dimana, satuan pendidikan perlu menyesuaikan layanan pendidikannya, tentunya dengan layanan yang baik, holistik menyeluruh ataupun metode Gampang Asyik dan Menyenangkan (GaSiNg).
Edy berharap sosialisasi transisi RA Ke SD/MI tentunya perlu dukungan yang kuat untuk semua pihak, diantaranya para pendidik dan tenaga kependidikan, para orang tua, lingkungan Masyarakat dan Pemerintah.
Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para guru RA dan MI memahami regulasi tentang transisi layanan PAUD ke MI, pola pendidikan dan pengajarannya yang menyenangkan, banyak diisi konten-konten bermain sama seperti ketika peserta didik berada di RA/PAUD/TK, ulasnya.
Selain itu, para guru PAUD dan MI di Kota Padang bisa memahami bahwa, ketika peserta didik masih berada di kelas 1 dan 2 SD/MI diperlakukan sama seperti saat di RA.
Edy menegaskan, dalam mendukung kebijakan transisi PAUD ke MI ini, jajaran Kemenag Kota Padang menyiapkan beberapa langkah peningkatan kualitas sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidiknya.
“Mengarah pada bimtek atau in house training , menyesuaikan sarana dan prasarana pendidikan lewat dana BOS yang disesuaikan dengan kebutuhan,” ucap Edy.
Adapun tujuan sosialisasi ini adalah agar pembelajaran di jenjang MI pada Tahun ajaran baru 2024/2025 sudah menerapkan pembelajaran seperti di jenjang RA yakni pembelajaran yang menyenangkan bagi anak peserta didiknya.
“Artinya, tidak semata-mata mengajarkan baca, tulis, dan menghitung saja. akan tetapi, bagaimana mengajarkan baca, tulis, dan menghitung dengan cara yang menyenangkan seperti pembelajaran yang diajarkan di RA,”sambung Edy.
Lanjutnya, di langkah awal kebijakan transisi PAUD-MI ini akan terus disosialisasikan. Usai disosialisasikan, maka Kemenag akan memberikan pendampingan maupun pelatihan kepada para guru, dan melakukan metode saling tukar mengajar.
Dimana, ada guru RA mengajar di MI, begitupun sebaliknya ada guru MI mengajar di RA. Sehingga, proses transisi pembelajaran dari PAUD/RA ke SD/MI ini bisa berjalan dengan optimal dan lancar.
Sebagaimana sama-sama kita ketahui, kebijakan transisi pembelajaran PAUD ke MI ini akan diberlakukan mulai Tahun Ajaran Baru 2024/2025 agar bisa menciptakan suasana pembelajaran anak yang menyenangkan, dan mendukung suksesnya Kurikulum merdeka nantinya.
Akan diberlakukan serentak di seluruh jenjang RA maupun MI dibawah Kemenag, tetapi caranya tentu bertahap sesuai dengan kemampuan yang ada.
Untuk mindset dan teknis, serta merta akan dilaksanakan kebijakan ini pada Tahun Ajaran 2024/2025, beber Edy.
Diakhir penuturannya, Edy menjelaskan bahwasanya minat bakat merupakan suatu kemampuan (potensi) yang dimiliki peserta didik. dimana tingkat kemampuan peserta didik berbeda.
Pada kenyataanya minat bakat siswa kurang dalam belajar dikelas dikarenakan permasalahan dalam dunia pendidikan hal yang paling diperhatikan yaitu adalah menggali potensi bakat minat siswa dalam lingkungan Madrasah/Sekolah.
Sebagaimana mestinya potensi tersebut yang dapat menunjang prestasi siswa dalam bidang akademik dan non akademik.
Potensi bisa berupa kecerdasan atau kemampuan dalam melakukan sesuatu secara optimal, sehingga mendatangkan banyak kesempatan untuk siswa tersebut.
Karena potensi-potensi tersebut bisa ditemui atau dikenali dan diasah secara terus menerus sehingga diusia muda bisa menentukan sendiri apa yang ingin mereka capai.
Sekaligus mengetahui bakat apa saja yang ia miliki dan paham bagaimana cara mengasah bakat tersebut.
Hingga terwujud Madrasah Maju, Bermutu dan Mendunia, pinta Edy seraya menyudahi.
HarisTJ














