Home / BERITA / BUMN / INTERNASIONAL / NASIONAL

Thursday, 26 October 2023 - 10:07 WIB

LPEI Dikeluhkan dan Sering Digugat Pengusaha, karena Ada Mafia Aset?

JAKARTA, SINYALNEWS.COM – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) belakangan menjadi sorotan lantaran banyaknya gugatan dari pengusaha di berbagai kota. Setidaknya, ada 117 perkara terkait LPEI dalam laman resmi Mahkamah Agung (MA). Terakhir, gugatan terhadap LPEI di Pengadilan Negeri Yogyakarta tercatat pada 6 Februari 2023 dengan penggugat bernama Jamal Ghozy. Kejaksaan Agung pun telah memulai penyidikan dugaan korupsi dalam kredit macet di LPEI atau Indonesia Eximbank yang diduga menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.

Kepala Desk Hukum dan Ekonomi Ormit Political Consulting (Ormit) Ivan Panusunan menilai, Kejagung harus segera bertindak cepat mengusut dugaan korupsi di LPEI tersebut. “Saya kira Kejagung kembali harus menunjukkan tajinya. Karena kasus dugaan korupsi ini sudah di tahap penyidikan,” ujarnya seperti dikutip, Kamis, 26 Oktober 2023.

Banyaknya keluhan dan gugatan terhadap LPEI, kata Ivan, menunjukkan bahwa ada masalah serius dalam perusahaan pelat merah tersebut. “Ini berpotensi menyebabkan kerugian negara lebih besar ke depannya. Bahkan ada yang mengeluhkan dugaan kriminalisasi. Kejagung harus bertindak,” tegasnya.

Ketua Umum Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Julius Ibrani menilai, kasus dugaan korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh LPEI yang diproses Kejagung jadi pintu masuk mengusut masalah yang dikeluhkan pengusaha lokal.

Baca Juga :  Kapolresta Cilacap Beri Penghargaan kepada Tiga Anggota Polri Berprestasi

Kasus yang terjadi di LPEI pada 2013-2019 tidaklah kecil sebab Kejagung menaksir kerugian negara mencapai Rp2,6 triliun. Kerugian tersebut adalah akibat modus pemberian pembiayaan kepada para debitur tanpa melalui prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tidak sesuai dengan aturan kebijakan perkreditan LPEI.

LPEI atau Indonesian Eximbank memiliki dasar hukum UU Nomor 2 Tahun 2009 yang kemudian diubah menjadi UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang memfasilitasi pembiayaan ekspor, mendukung kegiatan ekspor hingga bimbingan serta jasa konsultasi terkait ekspor.

“Saya dengar ada keluhan dari pengusaha lokal merasa seperti dijebak oleh LPEI yang seharusnya mendorong ekspor nasional yang berdaya saing tinggi di pasar global. Jebakan itu berujung pada penguasaan aset yang dijaminkan lalu dibeli murah,” ujarnya menukil laporan jurnas.com pada Kamis, 25 Mei 2023.

Berdasarkan laporan keuangan LPEI, lembaga pelat merah ini membukukan rugi bersih sebesa Rp4,7 triliun pada periode 2019. Padahal pada 2018 LPEI masih mencatatkan laba sebesar Rp171,6 miliar.

Baca Juga :  Tim Tivos Simpar Bandar Raih Kemenangan Gemilang di Final Bhayangkara Cup 2023

Sepanjang 2019 terjadi penurunan pendapatan bunga dan usaha syariah bersih sebesar 33,45 persen menjadi Rp1,42 triliun, dibandingkan 2018 senilai Rp2,13 triliun. Sementara itu beban pada pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan membengkak hampir 4 kali lipat.

Pada 2018 CKPN hanya Rp1,7 triliun, sementara pada 2019 menjadi Rp6,68 triliun. Selain kerugian, LPEI juga mencatkan penurunan aset hampir 10 persen menjadi Rp108,7 triliun pada 2019, dibandingkan 2018 senilai Rp120,1 triliun.

Selain itu, LPEI juga mencatatkan peningkatan Non Performing Loan (NPL) Bruto sebesar 23,39 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan 2019 sebesar 13,73 persen. Berdasarkan laporan keuangan LPEI pembiayaan dan piutang bermasalah dalam rupiah naik 53,04 persen menjadi Rp22,88 triliun, dari Rp14,95 triliun pada 2018.

Sektor perindustrian, pertanian dan sarana pertanian, serta pertambangan mencatatkan peningkatan NPL yang terbesar. Pada pertengahan 2019, LPEI terkena dampak oleh gagal bayar dari Grup Duniatex dengan total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp3,04 triliun.

Share :

Baca Juga

BERITA

Hujan Deras disertai Angin Kencang Melanda Kota Padang. Akibatnya Satu Pohon Tumbang Timpa Kabel Listrik

ARTIKEL

Itra Susanto (Ketua KANINDO) Silaturahmi dengan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat.

BERITA

Senam Bersama Dihalaman Kecamatan Sampang Dalam Rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

BADAN NEGARA

Dianugerahi Piagam Penghargaan Literasi, Ini Ungkupan Kepala Kantor

BERITA

Awal Juli, Pengurus Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Perwakilan Sumbar Dilantik

BERITA

Tak Pergi Sebelum Luka Pulih.”Ketulusan Seorang Bupati Menjaga Warganya”

BERITA

Halal Bil Halal 1444 Hijriah “Sukses Di helat” oleh Pengurus Ikatan Alumni (IKASMANLI) 

ARTIKEL

Panglima TNI Pimpin Apel Bersama Wanita TNI Tahun 2024