Bupati Pasbar Hamsuardi Penuhi Panggilan Kejati Sumbar, Sebagai Saksi Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang TKD

PASAMAN BARAT SINYALNEWS.COM – Bupati Pasaman Barat Hamsuardi, diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Senin (7/8/2023).

Dari informasi yang dihimpun media di Kantor Kejati Sumbar Hamsuardi yang tiba di Kejati Sumbar sekitar pukul 14.15 WIB, tampak memakai baju putih dan peci masuk ke gedung Kantor Kejati Sumbar dan langsung menuju lantai atas.

Usai diperiksa selama enam jam lamanya, orang nomor satu di Pasbar, tampak keluar dari pintu belakang dan masuk ke dalam mobil. Awak media yang menunggu dari pintu depan tidak lobby Kejati kecolongan, Bupati Pasbar keluar dari pintu belakang Kejati dan tidak bisa dikonfirmasi.

Dari keterangan Pers Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar, Hadiman yang didampingi kasi dik Kejati Sumbar Sumriadi, dan jajarannya mengatakan, bahwa Bupati Pasbar diperiksa terkait kasus sewa Tanah Kas Desa (TKD) Kebun Kelapa Sawit.

“Sesuai dengan jadwal pemeriksaan hari ini, sesuai jadwal 09.00 WIB, namun karena beberapa kendala kuasa hukumnya bahwa Bupati Pasbar akhirnya tiba pukul 14.15 WIB,” katanya ketika diwawancarai awak media.

Baca Juga :  Dindik Serahkan THR 653 Tenaga di Lingkungan PAUD

Disebutkannya, ada 30 pertanyaan yang yang menyangkut TKD. Dimana hal itu menjadi kewenangan beliau sendiri.

“Kapasitas Bupati Pasbar hanya sebagai saksi, jadi untuk jumlah saksi saat ini ada 16 orang,”ujarnya.

Untuk penambahan saksi itu tergantung kebutuhan dari penyidik.

“Dua alat bukti minimal sudah kita kantongi tunggu sajalah dalam waktu dekat. Tim lagi fokus dalam hal ini mencari alat bukti yang mendukung siapa nanti pelakunys, wajib kita tentukan sejauh mana perbuatannya memang kalau ini layak menjadi tersangka, kita tersangkakan siapapun tidak ada kita terbang pilih siapapun nanti menjadi tersangka dalam kasus,” kata Mantan Kejari Kuansing itu.

Selain itu, untuk gelar perkara atau expose apakah bukti-bukti tersebut cukup atau tidak Kejati akan mencari bukti-bukti tambahan atau keterangan lain untuk menguatkan bukti-bukti yang sudah ada.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke-77, Polres Batang Gelar Donor Darah

“Kerugian negara pun masih dihitung, mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya bisa diterima dan kami segera akan menyampaikan kepemimpinan,” tegasnya.

Dalam berita sebelumnya, kasus itu berawal dari laporan masyarakat yang diterima oleh Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, lalu ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri setempat dengan pengumpulan bahan dan keterangan. Dalam proses yang berjalan akhirnya ditarik oleh Kejati Sumbar di Padang.

Kasus itu berkaitan dengan kegiatan sewa kebun kelapa sawit Tanah Kas Desa di Myara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Pasaman Barat pada 2022.

Lahan kebun dengan luas sekitar 128 hektare itu tercatat merupakan aset daerah yang pengelolaannya dilelang kepada pihak rekanan.

Pihak Kejati Sumbar saat ini belum bisa menjelaskan materi kasus secara rinci demi kepentingan penyidikan, namun secara umum kasusnya berkaitan dengan kegiatan pelelangan sewa kebun pada 2022.(kld)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Dra, Hj, Meijanti Osman M.Pd : Saya Siap Wakafkan Diri Saya Untuk Kota Padang

ARTIKEL

Kejagung Rampas Saham Benny Tjokro Kasus Jiwasraya

ARTIKEL

Seskoad Berinovasi Secara Kontinu Mengintegrasikan Teknologi Dengan Sistem Pembelajaran Hybrid

BERITA

80 Orang Sudah Mendaftar, NasDem Padang Panjang Hadirkan Les Bahasa Inggris Gratis

ARTIKEL

Sebanyak 1.050 Mahasiswa Unes, Ikuti Program KKN Tahun 2023

ARTIKEL

Dankodiklatal: Latihan Bersama Ini Cermin Komitmen Indonesia-Australia Untuk Menciptakan Kawasan Yang Aman Dan Stabil

ARTIKEL

Debat Sengit Tiga Bacaleg Provinsi Dari Partai Berbeda Terkait Isu Pemilu Terbuka Dan Tertutup

ARTIKEL

Dukung Semangat 25 CPNS, Kankemenag Sampaikan Pesan Inspiratif