PADANG, SINYALNEWS.COM — Cabang olahraga (cabor) bola tangan Kota Padang tampil gemilang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Dari tujuh nomor pertandingan yang diikuti, kontingen Kota Padang berhasil mengoleksi lima medali emas, satu perak, dan satu perunggu sekaligus memastikan gelar juara umum.
Pertandingan bola tangan berlangsung pada 3–12 Oktober 2026 di Lapangan Pantai Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Rangkaian pertandingan resmi berakhir pada Senin (12/10/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kerja keras atlet, pelatih, dan pengurus dalam mempersiapkan tim menghadapi persaingan olahraga tingkat provinsi. Raihan lima medali emas juga menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan bola tangan di Kota Padang.
KONI Padang Apresiasi Perjuangan Atlet
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Erianto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kontingen bola tangan meraih gelar juara umum.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil perjuangan atlet, kerja keras pelatih, peran pengurus cabang olahraga, serta dukungan berbagai pihak selama proses persiapan hingga pertandingan berlangsung.
Erianto berharap keberhasilan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan mempertahankan prestasi pada kejuaraan mendatang.
Ia juga menilai tingginya antusiasme masyarakat selama pertandingan menjadi peluang untuk semakin memperkenalkan olahraga bola tangan, khususnya kepada generasi muda.
Terkait bonus atlet, Erianto menyampaikan informasi mengenai rencana pencairan dua hari setelah penutupan Porprov. Namun, realisasi pencairannya tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Manuver Putra Firdaus: Lima Emas Hasil Kerja Bersama
Ketua Umum Pengurus Cabang Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Padang, Manuver Putra Firdaus, S.IP., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang, KONI, serta seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan kontingen bola tangan.
Menurut Manuver, keberhasilan meraih lima medali emas dari tujuh nomor pertandingan merupakan hasil kerja bersama pengurus, manajemen, pelatih, dan atlet.
Persiapan dilakukan melalui latihan rutin, pemusatan latihan (training center), serta uji coba pertandingan ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
“Alhamdulillah, dari tujuh nomor pertandingan, Kota Padang berhasil meraih lima medali emas. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa bagi kami. Meskipun bola tangan termasuk cabang olahraga yang relatif baru, antusiasme dan semangat teman-teman sangat tinggi,” ujarnya.
Manuver menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan, bukan alasan untuk berpuas diri.
ABTI Kota Padang juga merencanakan kegiatan lanjutan setelah Porprov untuk menjaga kemampuan atlet sekaligus memperluas partisipasi masyarakat. Rincian kegiatan tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut.
Porprov 2028, Bola Tangan Berpeluang Tambah Nomor Pertandingan
Ketua Pelaksana pertandingan bola tangan Porprov XVI Sumbar 2026, Feri Ferdhukz, turut mengapresiasi partisipasi seluruh kontingen kabupaten dan kota yang telah meramaikan kompetisi.
Menurutnya, keikutsertaan pada tujuh nomor pertandingan mencerminkan semangat dan keseriusan daerah dalam mengembangkan olahraga bola tangan di Sumatera Barat.
Menatap Porprov 2028, Feri menyebut terdapat rencana penambahan sekitar dua nomor pertandingan. Meski demikian, rencana tersebut masih perlu dipastikan melalui regulasi resmi dan keputusan penyelenggara.
Penambahan nomor pertandingan diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi atlet untuk berkompetisi sekaligus mendorong perkembangan bola tangan di daerah.
Juara Umum Jadi Modal Pembinaan Berkelanjutan
Keberhasilan Kota Padang meraih gelar juara umum bola tangan Porprov XVI Sumbar 2026 menjadi momentum penting bagi ABTI Kota Padang untuk memperkuat program pembinaan.
Evaluasi hasil pertandingan, peningkatan kualitas latihan, pengembangan atlet muda, serta perluasan partisipasi masyarakat perlu terus dilakukan agar prestasi yang diraih dapat dipertahankan.
Sinergi antara Pemerintah Kota Padang, KONI, ABTI, pelatih, atlet, dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Raihan lima medali emas, satu perak, dan satu perunggu bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Padang, tetapi juga menjadi tantangan untuk menjaga konsistensi prestasi dan mempersiapkan atlet menghadapi Porprov berikutnya.














