Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Wednesday, 2 September 2026 - 09:37 WIB

Pulang Setelah Puluhan Tahun, Dery Sulaiman Kembali ke MTsN Gantiang

PadangPanjang.Sinyalnews.com — Ada tempat yang mungkin ditinggalkan puluhan tahun, tetapi tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan. Bagi Dery Sulaiman, salah satu tempat itu adalah MTsN Gantiang, Kota Padang Panjang.

Di madrasah itulah perjalanan pendidikannya pernah dimulai.
Kini, setelah melewati jalan hidup yang panjang dan berliku, Dery kembali ke tempat tersebut. Bukan lagi sebagai seorang siswa, melainkan sebagai dai yang dikenal luas di panggung dakwah nasional.

Kepulangannya ke Padang Panjang dijadwalkan pada 7 September 2026, sehari setelah ia menyampaikan tausiah dalam agenda Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat di Masjid Manarul Ilmi Islamic Center Kota Padang Panjang.

Kunjungan ke MTsN Gantiang menjadi bagian yang lebih personal dari rangkaian kehadirannya di kota itu. Ia akan menyempatkan diri melihat kembali sekolah tempatnya pernah belajar dan bertemu dengan keluarga besar almamaternya.

Ada perjalanan panjang di antara dua kunjungan itu.
Dery Sulaiman merupakan putra daerah Saling Baka, Singkarak, Kabupaten Solok. Ia pernah menempuh pendidikan di MTsN Gantiang dan menamatkan sekolah sekitar 1993/1994.

Sebelum dikenal sebagai Ustaz Dery Sulaiman, ia memiliki nama Dery Guswan Pramona. Ia pernah menjalani kehidupan di dunia musik, termasuk musik metal.

Namun, perjalanan hidup kemudian membawanya ke arah berbeda.
Ia memilih berhijrah dan meninggalkan dunia yang sebelumnya digelutinya. Jalan dakwah kemudian menjadi pilihan pengabdian. Dari panggung musik, ia beralih ke panggung dakwah, menyampaikan pesan-pesan keislaman dan mengajak masyarakat mendekat kepada Allah.

Perubahan itu membuat kepulangannya ke MTsN Gantiang bukan sekadar agenda seorang tokoh yang berkunjung ke sekolah.

Ia adalah perjumpaan kembali seorang alumni dengan tempat yang pernah menjadi bagian dari pembentukan dirinya.

Dan bagi para siswa yang kini belajar di madrasah itu, kehadiran Dery dapat menjadi sebuah pelajaran yang tidak tertulis di buku.

Baca Juga :  Koramil 07/ Maos Melaksanakan Kegiatan Bhakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) T.A 2023.

Bahwa perjalanan hidup seseorang tidak selalu lurus.
Bahwa masa lalu tidak selalu menjadi penentu masa depan.
Dan bahwa manusia selalu memiliki kesempatan untuk memilih arah hidup yang lebih baik.

Milad 48 Tahun dan Jejak Alumni

Kepulangan Dery tersebut menjadi semakin bermakna karena MTsN 1 Kota Padang Panjang tengah mematangkan rangkaian Milad ke-48.

Pada Selasa (1/9/2026), pimpinan madrasah bersama panitia menggelar rapat persiapan di ruang guru. Pertemuan itu membahas berbagai kebutuhan teknis dan nonteknis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Rapat dihadiri Kepala MTsN 1 Kota Padang Panjang Firmawati Anwar, Kaur TU Murniati, Waka Kurikulum Walfurqon, Waka Kesiswaan Ahmad Darmawan, Waka Humas Renida Yasman, Waka Sarana Metra Azizi, Ketua Panitia Toni Yuliano, majelis guru, tenaga kependidikan serta unsur terkait lainnya.

Berbagai agenda dibahas, mulai dari susunan acara, pembagian tugas, kesiapan sarana dan prasarana hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan.

Rangkaian Milad antara lain diisi jalan sehat bersama keluarga besar madrasah dan kegiatan sosial berbagi sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang madrasah.

Namun, kehadiran kembali seorang alumni seperti Dery memberi dimensi lain bagi peringatan tersebut.

Sebab, usia sebuah sekolah pada akhirnya bukan hanya dihitung dari tahun berdirinya. Ia juga dapat dibaca dari jejak para alumninya.

Ada alumni yang pulang membawa cerita tentang profesi. Ada yang membawa pengalaman. Ada pula yang membawa perubahan dalam dirinya.

Dery datang membawa semuanya.
Dari Saling Baka, Singkarak, Kembali ke Gantiang

Bagi masyarakat Sumatera Barat, kisah Dery juga memperlihatkan satu hal sederhana: seseorang bisa pergi jauh, tetapi akar tempat ia tumbuh tetap memiliki ruang dalam perjalanan hidupnya.

Dari Saling Baka, Singkarak, ia pernah menempuh pendidikan di Padang Panjang. Setelah itu kehidupannya bergerak ke berbagai arah hingga akhirnya dikenal sebagai dai.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata Sumbar Gelar Bimtek Pelaku Ekonomi Kreatif Angkatan Ke III  

Kini ia kembali.

Tanggal 6 September menjadi ruang dakwahnya bersama jamaah BKMT se-Sumatera Barat di Masjid Manarul Ilmi Islamic Center.

Sehari kemudian, 7 September, langkahnya diarahkan ke tempat yang jauh lebih personal: MTsN Gantiang.

Ke sekolah tempat ia pernah duduk sebagai siswa.

Kepala MTsN 1 Kota Padang Panjang Firmawati Anwar mengatakan persiapan Milad dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur madrasah.

Ia mengapresiasi dedikasi panitia, guru dan tenaga kependidikan yang telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Firmawati berharap Milad ke-48 tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat ukhuwah, rasa syukur dan kepedulian sosial.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan Milad dapat berjalan dengan lancar, sukses dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Ketua panitia Toni Yuliano menambahkan, seluruh seksi telah mulai bekerja sesuai tugas masing-masing dan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh agenda dapat terlaksana dengan baik.

Bagi madrasah, persiapan itu adalah pekerjaan teknis.
Namun bagi seorang alumni yang akan kembali, 7 September mungkin menyimpan arti yang berbeda.

Ada ruang kelas yang pernah ditinggalkan.
Ada guru yang pernah mengajarkan ilmu.
Ada halaman sekolah yang pernah menjadi bagian dari masa remaja.

Dan ada kenangan yang setelah puluhan tahun ternyata masih cukup kuat untuk membuat seseorang kembali.

Dery Sulaiman pulang bukan hanya untuk melihat bangunan sekolahnya.

Ia pulang untuk menyapa masa lalu,dan mungkin, tanpa disadarinya, sedang menunjukkan kepada siswa-siswa hari ini bahwa masa depan seseorang tidak pernah selesai ditulis ketika ia masih duduk di bangku madrasah.

Dari musik metal menuju dakwah. Dari perjalanan panjang menuju hijrah. Dan dari Jakarta, ia kembali ke Gantiang,ke tempat yang pernah menjadi bagian awal perjalanan hidupnya.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Satgas Yonif 126/KC Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Menuju Kampung Wametkapa

ARTIKEL

Parade Bastille Day 2025: Simbol Kemitraan Strategis Militer Indonesia–Prancis

ARTIKEL

Disperindag Sumbar Siap Sukseskan Program Gubernur Untuk SUBAR LEBIH BERSIH 2023, Kebersihan Mesjid Raya Sumbar

BERITA

Gubernur Mahyeldi Tinjau Ketersediaan Stok dan Harga Bahan Pokok di Pasar Bawah Bukittinggi

ARTIKEL

Menyampaikan Kata Sambutan Perdana di DPRD, Gubernur Mahyeldi Komit Hadirkan Gerak Cepat Pembangunan Untuk Sumbar

ARTIKEL

Ambil Form Pendaftaran, Tim Amsakar Achmad Ditolak Tim Penjaringan Cakada Nasdem Kepri & Kota Batam

ARTIKEL

Panglima TNI Resmikan Gedung Grha Wiyata Yuddha Seskoad

ARTIKEL

SMKN 6 Padang Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi Padang