Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / HUKUM / NASIONAL / PERISTIWA

Tuesday, 1 September 2026 - 14:13 WIB

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman

JAKARTA.Sinyalnews.com  — Hasyim S. Djojohadikusumo menghadiri pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa yang digagas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Senin, 1 September 2026.

Kehadiran Hasyim di tengah simpang siur informasi mengenai eskalasi demonstrasi di sejumlah wilayah menjadi penegasan bahwa Jakarta tetap aman dan kondusif.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata bahwa di sini, Jakarta, aman dan kondusif,” kata Hasyim saat menjadi keynote speaker dalam dialog nasional yang digelar setelah pengukuhan Pokja Jaga Desa.

Hasyim mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut didasari kepercayaan terhadap SMSI.

“Saya percaya SMSI. Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena itu saya datang,” ujarnya.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan langkah strategis SMSI, salah satu konstituen Dewan Pers, untuk memperkuat perhatian media terhadap persoalan dan pembangunan desa.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen merawat desa sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” kata Firdaus.

Pada tahap awal, Pokja Newsroom Jaga Desa melibatkan lima provinsi sebagai proyek percontohan, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Kakankemenag Kota Padang Buka Perjusa MTsN 5 Padang

Firdaus mengatakan SMSI akan melakukan konsolidasi untuk memperluas program tersebut ke seluruh provinsi.

Menurut Hasyim, pers juga memikul tanggung jawab besar di tengah derasnya arus informasi. Ia mengingatkan media agar tidak menyampaikan informasi yang berpotensi menyesatkan publik.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” katanya.

Hasyim menyoroti informasi yang disampaikan tanpa konteks karena dapat menimbulkan distorsi terhadap pemahaman masyarakat, termasuk dalam melihat kebijakan pemerintah.

Ia mengatakan kritik dan masukan dari kalangan kampus perlu didengar pemerintah. Karena itu, ia telah mengagendakan dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.

Hasil dialog tersebut, menurut dia, akan menjadi bahan masukan dan rekomendasi bagi pemerintah.

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Firdaus juga menyampaikan kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilainya tidak lagi representatif untuk menampung aktivitas seluruh konstituen Dewan Pers.

Menurut dia, gedung tersebut merupakan pusat berbagai aktivitas organisasi pers, tetapi belum mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh konstituen.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir,” kata Firdaus.

Baca Juga :  Curi Handphone Tetangga, Jarot Ditangkap Polisi

Menanggapi hal itu, Hasyim menyatakan akan membawa aspirasi tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.

“Sayang saya baru mendapat masukan ini sekarang. Kemarin saya baru saja bertemu dan berdialog panjang lebar dengan Menteri Komdigi, Meutya Hafid,” kata Hasyim.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan peserta yang menghadiri kegiatan itu.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa diikuti lebih dari seratus peserta dan undangan. Lima provinsi yang dilibatkan dalam tahap awal diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan program serupa secara nasional.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar.

Bagi SMSI, pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa bukan semata pembentukan struktur organisasi. Program itu diharapkan menjadi ruang bagi pers untuk kembali mendekat pada persoalan masyarakat di tingkat paling dasar.

Sebab, ketika informasi tentang desa disampaikan secara utuh, berdasarkan data dan fakta, pers tidak hanya menjalankan fungsi pemberitaan. Pers juga ikut memastikan bahwa suara dari wilayah yang kerap berada jauh dari pusat kekuasaan tetap sampai ke ruang pengambilan kebijakan.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

BADAN NEGARA

Panglima TNI Resmikan Gedung Trisula Denjaka dan Serahkan Ransus Mobile Dual Ramp System

BERITA

Dua Pekan Ini, 15 Penjual Obat Obatan Berbahaya Diringkus Satresnarkoba Polresta Cilacap

BERITA

Danramil 07/ Maos Mengambil Apel Pagi, Sampaikan Arahan

ARTIKEL

Siswa Pramuka Saka Dirgantara Meriahkan CFD Lanud Sultan Hasanuddin

BERITA

Rezka Oktoberia Serahkan Bantuan Modem Untuk Disdukcapil Bukittinggi

ARTIKEL

Seorang Pria Tewas Tenggelam Disungai Banda Gadang Nanggalo Saat Potong Rumput

BERITA

Aksi Bela Palestina, Kapolres Pasaman Barat Pimpin Puluhan Personelnya Dalam Kegiatan Long March

BERITA

Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP ikuti pameran UNP EXPO 2024, adanya perhatian langsung Rektor UNP.