Padang, Snyalnews.com,- Dinas Pariwisata Prov Sumatera Barat mengadakan kegiatan Bimbingan Tekhnis Pelaku Ekonomi Kreatif Angkatan ke III bertempat di Truntum Hotel Padang. Bimtek akan berlangsung selama 2 hari dan diikuti oleh para pelaku ekonomi kreatif perwakilan dari kab/kota se Sumatera Barat.
Ketua Panitia Pelaksana Drs, Raymon M.Pd dalam laporannya mengatakan, Dinas Pariwisata Prov Sumatera Barat terus berupaya meningkatkan kemampuan penjualan dan pemasaran pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Sumbar secara digital melalui bimbingan teknis (bimtek).
Bimtek yang berlangsung dari tanggal 21-22 Februari mengangkat tema “Fasilitasi Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif”.Sementara Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Drs, Luhur Budianda, M.Si dalam sambutannya mengatakan Bimtek ini sebagai bentuk nyata peran pemerintah provinsi Sumatera Barat dalam peningkatan kemampuan di bidang pemasaran digital, trust and branding identity serta pemahaman pajak untuk menguatkan pelaku ekraf. Harapannya para pelaku ekonomi kreatif dapat menjalankan bisnisnya lebih baik dan berkembang pesat bukan hanya penjualan konvensionalnya, melainkan penjualan melalui media online-nya juga dan sebagai bentuk digitalisasi ekonomi kreatif.
Ditambahkan Luhur Budianda, Bimtek Pelaku Ekonomi Kreatif bertujuan meningkatkan level bisnis pelaku ekraf dan menghasilkan pelaku ekraf yang potensial, berkualitas dan siap dipasarkan.
“Bimtek Pelaku Ekonomi Kreatif merupakan bentuk bantuan pemerintah provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pariwisata terhadap pelaku kreatif yang terdampak Covid-19. Ini juga upaya untuk memperkuat Sumbar sebagai destinasi super prioritas, maka kita turut membantu pelaku ekrafnya,” ujar Luhur.
Sementara Hendra Idris, salah seorang peserta Bimtek mengatakan, Bimtek Pelaku Ekonomi Kreatif ini sangat bermanfaat terutama pelaku ekonomi kreatif seperti dirinya. ” Melalui Bimtek pelaku ekonomi kreatif ini, para peserta pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya untuk mendukung pemasaran produknya melalui digital marketing. Seperti marketplace untuk meningkatkan omzet para pelaku kreatif.
“Pelaku ekonomi kreatif dapat naik kelas dengan menatap peluang yang ada. Untuk itu kami selaku pelaku ekonomi kreatif dapat kreatif, inovatif dan produktif dengan melakukan peningkatan kualitas, sehingga dapat meningkatkan kuantitas serta melaksanakan kontinuitas produk,” kata Hendra.
Sementara pelaku usaha lainnya, Boedenk mengatakan sangat terbantu dengan adanya Bimtek Pelaku Ekonomi Kreatif ini. “Saya semakin memahami pentingnya pemasaran produk secara digital untuk meningkatkan omzet ekraf. Selama ini memang sudah saya lakukan penjualan secara online menggunakan media Facebook dan Instagram pribadi, namun hasilnya belum maksimal,” katanya.
Boedenk juga mengatakan dengan bimtek tersebut, dirinya semakin memahami peluang pengembangan usaha lewat digitalisasi yang semakin terbuka lebar dengan banyaknya sarana marketplace yang bisa dimanfaatkan pelaku ekraf untuk memasarkan produknya.
(Marlim)














