Home / RUBRIK CAHAYA ILMU / TINDASAN PENA

Wednesday, 26 August 2026 - 10:14 WIB

Sederhana, Jalan Hidup yang Penuh Makna

Penulis: Darman Shiddiq

RUBRIK CAHAYA ILMU SINYALNEWS.COM – Dalam kehidupan yang semakin dipenuhi tuntutan untuk memiliki, terlihat, dan diakui, kesederhanaan menjadi sikap yang semakin penting. Sederhana bukan berarti hidup tanpa cita-cita, menolak kemajuan, atau tidak boleh memiliki harta dan kedudukan. Sederhana adalah kemampuan menempatkan sesuatu sesuai porsinya dan tidak membiarkan keinginan menguasai kehidupan.

Kesederhanaan juga mengajarkan manusia untuk mengenal batas. Sebab, sesuatu yang dilakukan secara berlebihan sering kali justru menghilangkan makna dari sesuatu yang sebenarnya baik.

Allah SWT berfirman:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)

Ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa Islam mengajarkan keseimbangan. Prinsip tidak berlebihan bukan hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi juga dapat menjadi pelajaran dalam menjalani berbagai sisi kehidupan.

1. Sederhana dalam Niat dan Tujuan

Setiap perbuatan hendaknya dimulai dengan niat yang baik dan tujuan yang benar. Jangan sampai kebaikan dilakukan hanya karena ingin dipuji, dikenal, atau mendapatkan pengakuan dari manusia.

Ketulusan menjadikan seseorang tidak terlalu sibuk memikirkan bagaimana dirinya terlihat di hadapan orang lain. Yang lebih penting adalah bagaimana perbuatannya benar-benar memberikan manfaat.

2. Sederhana dalam Berpikir

Sederhana dalam berpikir bukan berarti berpikir dangkal. Justru, kesederhanaan dalam berpikir membuat seseorang mampu melihat persoalan dengan jernih dan proporsional.

Tidak semua masalah harus dibesar-besarkan. Tidak semua perkataan harus dicurigai. Dan tidak semua perbedaan harus menjadi pertentangan.

Orang yang mampu berpikir sederhana akan lebih mudah mencari solusi daripada memperpanjang masalah.

3. Sederhana dalam Mengeluarkan Perasaan

Manusia memiliki rasa marah, sedih, kecewa, bahagia, dan cinta. Semua itu merupakan bagian dari kehidupan. Namun, perasaan harus dikendalikan agar tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan.

Baca Juga :  WoW! ABM Akan Gelar Demo Kenaikan Tarif Listrik di PLN Batam Jum'at Nanti. Ini Tuntutan Lainnya...

Ketika marah, seseorang perlu menahan diri. Ketika bahagia, tetaplah rendah hati. Ketika kecewa, jangan sampai kehilangan akal sehat.

Kekuatan seseorang bukan hanya terlihat dari kemampuannya berbicara, tetapi juga dari kemampuannya mengendalikan apa yang hendak dikatakannya.

4. Sederhana dalam Keperluan Hidup

Kebutuhan hidup hendaknya disesuaikan dengan kemampuan. Jangan memaksakan diri hanya demi mengikuti gaya hidup orang lain.

Hidup sederhana bukan berarti tidak boleh menikmati kehidupan. Sederhana berarti mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan…”
(QS. Al-Isra’: 27)

Dengan demikian, seseorang akan lebih mudah bersyukur dan tidak terus-menerus merasa kekurangan.

5. Sederhana dalam Perasaan Suka Cita

Keberhasilan patut disyukuri dan kebahagiaan patut dinikmati. Namun, kegembiraan jangan sampai membuat seseorang lupa diri.

Ketika memperoleh keberhasilan, tetaplah rendah hati. Sebab, keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana pencapaian tersebut dapat membawa manfaat bagi orang lain.

6. Sederhana dalam Harta Benda

Harta adalah amanah. Memiliki harta bukanlah kesalahan, tetapi menjadikan harta sebagai satu-satunya ukuran kebahagiaan dapat membawa manusia pada kehidupan yang tidak pernah merasa cukup.

Harta seharusnya digunakan secara bijaksana: memenuhi kebutuhan, menunaikan kewajiban, membantu keluarga, berbagi kepada yang membutuhkan, serta mendukung berbagai kebaikan.

Kaya boleh, tetapi jangan sampai kekayaan membuat hati menjadi miskin dari rasa syukur.

7. Sederhana dalam Mencari Nama

Tidak semua kebaikan harus diketahui orang lain. Tidak semua amal harus dipublikasikan. Tidak semua prestasi harus dijadikan alasan untuk mendapatkan pujian.

Popularitas bukanlah ukuran kemuliaan seseorang.

Ada kebaikan yang cukup diketahui oleh Allah SWT. Justru, ketika seseorang mampu berbuat baik tanpa sibuk mencari pengakuan, di situlah ketulusan sedang diuji.

Baca Juga :  Fadly Amran Sholat Jumat di Masjid Raya Pasa Gdang.

8. Sederhana dalam Mencari Pangkat

Jabatan dan pangkat hendaknya dipandang sebagai amanah, bukan sekadar kebanggaan.

Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Jabatan bukan kesempatan untuk meminta dihormati, melainkan kesempatan untuk memberikan pelayanan dan manfaat.

Karena itu, jangan menjadikan pangkat sebagai tujuan akhir kehidupan. Jika amanah diberikan, laksanakan dengan sebaik-baiknya. Jika amanah berakhir, terimalah dengan lapang dada.

Kesederhanaan Membawa Ketenangan

Pada akhirnya, hidup sederhana bukan berarti hidup tanpa impian. Kita tetap boleh memiliki cita-cita, bekerja keras, membangun usaha, memiliki harta, memperoleh jabatan, dan meraih keberhasilan.

Yang perlu dijaga adalah hati agar tidak diperbudak oleh semuanya itu.

Sebab, manusia sering kali bukan lelah karena terlalu banyak memiliki, tetapi karena terlalu banyak menginginkan.

Kesederhanaan mengajarkan kita untuk berkata cukup ketika memang sudah cukup, bersyukur ketika mendapatkan nikmat, sabar ketika kehilangan, dan tetap rendah hati ketika berada di atas.

Tidak semua yang berkilau harus dikejar. Tidak semua pujian harus dicari. Tidak semua jabatan harus diperebutkan.

Karena pada akhirnya, ukuran kehidupan bukanlah seberapa banyak yang kita miliki, seberapa tinggi kedudukan kita, atau seberapa terkenal nama kita, melainkan seberapa besar kebaikan dan manfaat yang mampu kita tinggalkan untuk sesama.

Renungan

Sederhanalah dalam menjalani kehidupan, karena kesederhanaan bukan tanda kelemahan. Ia adalah tanda bahwa seseorang telah mampu mengendalikan dirinya.

Semakin seseorang mampu mengendalikan keinginan, semakin lapang hatinya. Dan semakin lapang hatinya, semakin mudah ia bersyukur.

Darman Shiddiq

Penulis Tindasan Pena
“Tiada Dagang Terlantar”
Edisi 005

Share :

Baca Juga

BERITA

Gustami Hidayat : Perda 7/2021 Diharapkan Memberi Perlindungan bagi Anak dan Perempuan  

BERITA

Kapolda Sumbar berikan Motivasi kepada Siswa Diktuk Bintara Polri gelombang II T.A 2023

ARTIKEL

Pimpin Upacara Bendera di SD Negeri 01, Babinsa Minta Murid Terus Rajin Belajar

BADAN NEGARA

Waketum DPP Real Estate Indonesia ALKUDRI dan Keluarga Besar ( REI ) Mengucapkan Selamat Memasuki bulan Suci Ramadhan (Puasa) 1415 H,”bagi Umat Islam.

BERITA

Kakan Kemenag Kota Padang Terima Lencana Melati Gerakan Pramuka

BERITA

Liga 3 Sumbar 2023 Leg Pertama”PSPP Gagal Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan Josal FC

ARTIKEL

Kejagung Tetapkan WN AS Jadi Tersangka Kasus Korupsi Satelit Kemhan

ARTIKEL

Calon Walikota NAGARI Adakan Kopi Bersama Gen Z: Mendengar Suara Pemuda untuk Masa Depan Kota