Enam Jam Pascalongsor, Lembah Anai Masih Lumpuh; Pengendara Diminta Lewat Malalak dan Sitinjau Lauik

Screenshot

Screenshot

Padang Panjang,Sinyalnews.com-Enam jam setelah longsor menerjang kawasan Jembatan Kembar Lembah Anai, Rabu (24/6/2026), harapan para pengendara untuk kembali melintasi jalur utama penghubung Padang–Bukittinggi itu masih belum terwujud. Hingga pukul 20.15 WIB, akses jalan nasional tersebut tetap ditutup karena kondisi di lokasi dinilai belum aman.

Di bawah sorotan lampu alat berat yang terus bekerja memecah gelap malam, tim gabungan masih berjibaku menyingkirkan material longsor yang menutup badan jalan. Namun pekerjaan tidak hanya berpacu dengan waktu. Ancaman yang lebih besar justru masih mengintai dari atas tebing.

Material tanah yang belum stabil dan potensi longsor susulan membuat petugas tidak berani mengambil risiko membuka jalur terlalu cepat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan hingga malam hari pihaknya belum dapat memastikan kapan akses jalan Lembah Anai kembali normal.

Baca Juga :  Penekanan Dandim Dalam Menjaga Netralitas TNI Menjelang Pemilu 2024

“Alat berat dari HKI masih bekerja membersihkan material longsor. Namun di bagian atas tebing masih terdapat material yang berpotensi longsor dan membahayakan pengguna jalan maupun petugas. Sampai kapan akses ini akan pulih, belum bisa kami pastikan,” ujarnya.

Situasi tersebut membuat Lembah Anai yang biasanya ramai oleh lalu lalang kendaraan antarkota berubah menjadi kawasan yang sunyi dan penuh kewaspadaan. Lampu kendaraan yang sempat mengular panjang sejak siang perlahan berkurang setelah petugas mengarahkan pengguna jalan mencari rute lain.

Bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari Padang menuju Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh maupun sebaliknya, kepolisian mengimbau agar menggunakan jalur alternatif melalui Malalak atau Sitinjau Lauik hingga kondisi benar-benar aman.

Imbauan itu bukan tanpa alasan. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan pegunungan sejak pagi membuat struktur tanah di sekitar tebing Lembah Anai menjadi labil. Setiap getaran dan aliran air berpotensi memicu runtuhan baru.

Baca Juga :  Kapolda Sumbar Jumat Curhat di Mesjid Jamiatul Huda Ketaping

Di tengah upaya pemulihan yang masih berlangsung, keselamatan menjadi pertimbangan utama. Membuka akses terlalu cepat justru dapat menempatkan pengguna jalan dalam risiko yang jauh lebih besar.

Malam ini, alat berat masih meraung di antara dinginnya udara Lembah Anai. Petugas terus bekerja tanpa henti, berharap jalur vital Sumatera Barat itu segera kembali terhubung. Namun hingga ancaman dari atas tebing benar-benar hilang, satu keputusan tetap dipegang teguh,keselamatan masyarakat harus berada di atas segala kepentingan perjalanan.

Karena bagi petugas di lapangan, kemacetan bisa diurai, perjalanan bisa ditunda, tetapi nyawa manusia tidak pernah bisa dipertaruhkan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Gugat Presiden Gegara Utang Negara Tahun 1950 : Warga Kota Padang Menang Lagi di Pengadilan Tigggi Padang

ARTIKEL

Ditunjuk Tuan Rumah KSM Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2023, Kepala Kantor Ungkap Tri Sukses

ARTIKEL

Ketua Umum Dharma Pertiwi Gelar Bakti Sosial Dalam Rangka HUT ke-60

BERITA

Marak PETI Beroperasi Kembali di Duo Koto, Kepolisian & DLHK Diminta Segera Bertindak

BERITA

Babinsa Hadiri Kegiatan Lomba Mewarnai Bertempat Di Sari Rasa Sampang Cilacap

ARTIKEL

Kapten Asep Zaenal : Semangat Bukan Hanya Untuk Para Prajurit di Medan Perang

ARTIKEL

Babinsa Koramil 07/Maos Menghadiri Kegiatan Haul Akbar

BERITA

Suasana TPS 78 Kuranji Ramai dikunjungi Pemilih Pemilu 2024