PADANG, Sinyalnews.com — Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX periode 2026–2031, Musdafirman Datuk Rajo di Guci, S.Si., melakukan temu ramah dengan Ketua KONI Kota Padang, Erianto Mahmuda.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut membahas sejumlah hal strategis, terutama pentingnya sinergi antara ninik mamak dan dunia olahraga dalam mendorong pembinaan serta kemajuan generasi muda, khususnya di wilayah Pauh IX.
Dalam pertemuan itu, kedua tokoh membicarakan peluang kolaborasi antara KAN Pauh IX dan KONI Kota Padang, terutama dalam menciptakan ekosistem olahraga yang dapat memberikan ruang lebih luas bagi anak nagari untuk mengembangkan bakat, karakter, dan prestasi.
Musdafirman mengatakan, olahraga bukan semata-mata persoalan prestasi dan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, ninik mamak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong anak kemenakan agar terlibat dalam kegiatan yang positif, produktif, disiplin, sekaligus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Olahraga adalah salah satu ruang yang sangat baik untuk membina generasi muda. Di sinilah peran ninik mamak dapat hadir, bukan mengambil alih peran organisasi olahraga, tetapi membangun dukungan moral dan sosial agar anak kemenakan memiliki ruang untuk berkembang,” ujar Musdafirman.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Erianto Mahmuda yang merupakan putra Pauh IX dan kini dipercaya memimpin KONI Kota Padang, di samping menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Kota Padang.
Menurut Musdafirman, keberadaan tokoh-tokoh asal Pauh IX yang dipercaya mengemban amanah di berbagai sektor merupakan potensi yang dapat diperkuat untuk membangun nagari secara bersama-sama.
“Beliau adalah anak nagari Pauh IX. Kita tentu memberikan apresiasi karena di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Kota Padang, perhatian terhadap olahraga dan pembinaan generasi muda tetap menjadi salah satu konsentrasinya,” katanya.
Musdafirman menegaskan, ninik mamak, pemerintah, lembaga olahraga, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya memiliki ruang dan tanggung jawab masing-masing yang dapat dipertemukan dalam sebuah kerja bersama.
“Yang kita cari adalah titik temu. Ninik mamak mempunyai peran dalam pembinaan anak kemenakan, sementara KONI memiliki kapasitas dalam pembinaan dan pengembangan olahraga. Kalau ini bisa disinergikan, tentu manfaatnya akan kembali kepada generasi muda,” tuturnya.
Erianto Apresiasi Kepengurusan Baru KAN Pauh IX
Sementara itu, Ketua KONI Kota Padang Erianto Mahmuda menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan baru KAN Pauh IX periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Musdafirman Datuk Rajo di Guci.
Erianto berharap kepengurusan baru tersebut mampu membawa semangat baru dalam tata kelola organisasi adat sekaligus semakin memperkuat peran ninik mamak di tengah masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat kepada Datuk Musdafirman atas amanah yang diberikan untuk memimpin KAN Pauh IX. Mudah-mudahan kepengurusan yang baru ini membawa perubahan dan memberikan warna baru dalam tata kelola organisasi adat,” ujar Erianto.
Menurutnya, KAN merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Karena itu, keberadaan KAN perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang menjadi landasannya.
Dalam kesempatan tersebut, Erianto juga menyatakan kesiapan KONI Kota Padang untuk mendukung berbagai kegiatan yang diinisiasi ninik mamak Pauh IX, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda dan pengembangan olahraga.
Ia menilai olahraga dapat menjadi salah satu instrumen yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat sekaligus membangun semangat kebersamaan.
“KONI tentu siap mendukung kegiatan-kegiatan yang diinisiasi ninik mamak Pauh IX, khususnya yang berkaitan dengan olahraga dan pembinaan generasi muda. Kita bisa duduk bersama dan melihat bentuk sinergi yang dapat dilakukan,” katanya.
Membangun Generasi Muda Anak Nagari
Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk membuka komunikasi yang lebih intens antara KAN Pauh IX dan KONI Kota Padang.
Musdafirman mengatakan, ke depan KAN Pauh IX akan terus membangun komunikasi terbuka dengan berbagai lembaga dan tokoh yang memiliki perhatian terhadap kemajuan anak nagari.
“Kita tidak bisa membangun nagari hanya dengan satu kekuatan. Semua unsur harus mengambil peran sesuai kapasitasnya. Ninik mamak menjaga nilai dan membina anak kemenakan, sementara lembaga lain memberikan dukungan sesuai bidangnya. Di situlah pentingnya sinergi,” pungkasnya.
Temu ramah tersebut ditutup dengan komitmen untuk terus membangun komunikasi dan mencari bentuk kerja sama konkret, terutama dalam mendorong lahirnya generasi muda Pauh IX yang sehat, berprestasi, berkarakter, serta memiliki kebanggaan terhadap nagari.
Putra sgm*














