Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / POLITIK / SUMBAR

Monday, 22 June 2026 - 20:31 WIB

Dari Lapangan Hijau ke Jembatan Kolaborasi

PadangPanjang.Sinyalnews.com

Silaturahmi Dua Wakil Kepala Daerah Muda Melahirkan Gagasan Besar untuk Padang Pariaman dan Padang Panjang

Siang yang perlahan merunduk menuju sore itu menghadirkan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi menyimpan makna yang jauh melampaui sebuah kunjungan resmi pemerintahan.

Di ruang kerja Wakil Wali Kota Padang Panjang, Senin (22/6/2026), dua pemimpin muda Sumatera Barat duduk berhadapan. Tidak ada jarak formal yang kaku. Yang tampak justru percakapan hangat penuh semangat antara Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra dan Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmad Hidayat, SE, MM.

Keduanya datang dari daerah berbeda. Keduanya juga memimpin partai politik yang berbeda. Allex merupakan Ketua PAN Kota Padang Panjang, sementara Rahmad dipercaya memimpin NasDem Kabupaten Padang Pariaman.

Namun siang itu, perbedaan bukanlah tema utama. Yang menjadi pembahasan adalah bagaimana dua daerah bertetangga dapat saling menguatkan, berbagi potensi, dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Di tengah dinamika pembangunan yang semakin menuntut kolaborasi, keduanya sepakat bahwa kemajuan daerah tidak lagi bisa dibangun dengan berjalan sendiri-sendiri.

Menariknya, langkah awal yang akan diwujudkan justru lahir dari hobi yang sama-sama mereka cintai,sepak bola.

Dalam waktu dekat, tim sepak bola Kota Padang Panjang akan menjamu tim sepak bola Kabupaten Padang Pariaman dalam sebuah laga persahabatan.

Bagi kedua wakil kepala daerah muda itu, sepak bola bukan sekadar pertandingan mencari kemenangan. Lapangan hijau dipandang sebagai ruang silaturahmi yang mampu mempertemukan masyarakat, mempererat hubungan antardaerah, sekaligus menjadi simbol persaudaraan yang sehat.

Baca Juga :  Marlim : Kami Senang Bisa Menjadi Bagian dari Tim Tinju Sumbar pada PON XXI Aceh-Medan

“Sepak bola bisa menjadi pintu masuk yang baik untuk memperkuat hubungan kedua daerah. Dari olahraga kita membangun kebersamaan, kemudian berkembang ke kerja sama yang lebih luas,” ujar Allex Saputra.

Dari pembicaraan mengenai sepak bola, diskusi kemudian berkembang ke berbagai peluang kolaborasi strategis yang dapat dilakukan kedua daerah.

Salah satu yang paling menarik adalah pengembangan wisata religi dan penguatan aktivitas keagamaan masyarakat.

Allex melihat adanya peluang besar untuk menghubungkan potensi yang dimiliki kedua wilayah. Kota Padang Panjang memiliki Masjid Manarul Ilmi Islamic Centre, yang selama ini dikenal sebagai pusat kajian keislaman dan pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Sementara itu, Kabupaten Padang Pariaman memiliki Masjid Kapal, ikon religi yang belakangan menjadi magnet baru bagi masyarakat dan wisatawan.

Menurut Allex, kedua potensi tersebut dapat disinergikan melalui berbagai program bersama.

“Majelis taklim dari Padang Pariaman bisa berkunjung ke Islamic Centre Padang Panjang untuk mengikuti kajian keagamaan dan program pembinaan umat. Begitu juga masyarakat Padang Panjang dapat mengenal lebih dekat potensi wisata religi yang berkembang di Padang Pariaman. Ini peluang yang sangat baik untuk dikembangkan bersama,” katanya.

Gagasan itu langsung mendapat sambutan positif dari Rahmad Hidayat.
Baginya, kerja sama antardaerah tidak harus selalu diawali oleh proyek-proyek besar yang membutuhkan anggaran besar pula. Justru hubungan yang tumbuh dari kedekatan masyarakat sering kali menjadi fondasi paling kuat bagi lahirnya kolaborasi yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Pisang Mentawai, Tembus Pasar Malaysia

Percakapan yang berlangsung santai tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda silaturahmi. Di ruang kerja itu, dua pemimpin muda sedang menyusun sebuah peta jalan persaudaraan baru antara Padang Pariaman dan Padang Panjang.

Tidak ada penandatanganan dokumen besar.
Tidak ada pula seremoni yang berlebihan.

Yang ada hanyalah kesamaan visi bahwa daerah akan lebih cepat maju ketika ego kewilayahan ditinggalkan dan digantikan dengan semangat saling mendukung.

Sore mulai turun di Kota Serambi Mekkah itu ketika pertemuan berakhir. Namun berbagai gagasan yang lahir dari perbincangan hangat tersebut baru saja memulai perjalanannya.

Dari sebuah pertandingan sepak bola persahabatan, dari majelis taklim yang saling berkunjung, hingga berbagai program pembangunan yang mungkin akan lahir di masa depan, semuanya berawal dari satu hal yang sederhana: silaturahmi.

Dan di tengah zaman yang sering kali dipenuhi sekat dan perbedaan, silaturahmi dua wakil kepala daerah muda itu mengingatkan bahwa kemajuan daerah sesungguhnya tidak hanya dibangun oleh beton, jalan, atau gedung-gedung megah. Ia juga dibangun oleh kepercayaan, persaudaraan, dan kemauan untuk melangkah bersama.

Di ruang kerja itu, Senin sore yang tenang, sebuah jembatan baru antara Padang Pariaman dan Padang Panjang mulai dirajut. Bukan dari baja dan semen, melainkan dari gagasan, persahabatan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi masyarakat kedua daerah.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BADAN NEGARA

Launching Wara Wiri Feskraf Bersama Gilang Ramadhan

BERITA

Berbagi Terobosan dilakukan Harnoldi Camat Bungus Teluk Kabung

BERITA

Kemenag Kota Padang, Monitoring Pelaksanaan PK Online Guru PAI

BADAN NEGARA

Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Padang Mendarat di Bandar Udara Internasional Minangkabau

ARTIKEL

UMKM Kerupuk Petis Desa Tanjungmojo Menembus Pasar Luar Kota, Didukung oleh Mahasiswa KKN MIT 18 Posko 118 UIN Walisongo Semarang

ARTIKEL

Agar Berjalan Lancar dan Tepat Sasaran, Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Dampingi Penyaluran Bantuan Kepada Masyarakat

ARTIKEL

Faizah Adriansyah Siswi MTsN 6 Padang Wakili Sumbar di Ajang O2SN Tingkat Nasional

ARTIKEL

Pemprov Sumbar Kian Fokus Perhatikan Pendidikan di Mentawai, Wagub Audy Antar Bantuan untuk Madrasah Islamic Center di Siberut