PADANG, SINYALNEWS.com,- Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian mengadakan FGD pada hari Selasa 11 Juli 2023 di Santika Hotel Padang dengan tema “hidup sehat dengan penggunaan minyak goreng sawit secara bijak dalam menyongsong Indonesia Emas 2045”.
Acara yang dibuka oleh Kadisperindag Sumbar, dihadiri langsung oleh Ibu Merriyanti P Pintaria Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan beserta jajaran, UPT Kemenperin di Sumbar, OPD Provinsi Disperindag, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Diskominfo, Perguruan Tinggi UNAND dan Unibrah, Asosiasi Industri Kelapa Sawit, Perusahaan Sawit yang ada di Sumatera Barat dan OPD Kabupaten Kota, Disperindagkop, Dinkes dan Dis LH dengan jumlah peserta lk 200 orang.

Kadisperindag Sumbar Novrial dalam sambutannya mengatakan minyak kelapa sawit mengandung salah satu lemak sehat yang bernutrisi dengan keunggulannya tidak mengandung asam lemak trans (Trans Fatty Acid) atau lemak terhidrogenasi.
Menurutnya, kandungan minyak kelapa sawit kaya akan lemak dan vitamin. Minyak kelapa sawit mentah atau belum dimurnikan mengandung 60 hingga 100 mg vitamin E per 100 gram.
“Rata-rata mengandung 50-65% dari kandungan vitamin E tetap setelah pemurnian. Sebanyak 70% vitamin E dalam minyak sawit mengandung tokotrienol,” jelas Novrial.
Lebih lanjut Novrial menguraikan bahwa minyak nabati lainnya seperti jagung, zaitun, kedelai, dan bunga matahari, merupakan sumber tokoferol yang baik tetapi tidak mengandung tokotrienol. Tokotrienol bekerja lebih cepat sebagai antioksidan (zat yang dapat mencegah kerusakan atau kematian sel, kerusakan DNA dan timbulnya sel kanker atau tumor akibat terdapat radikal bebas dalam tubuh manusia) dan sangat bermanfaat untuk melindungi otak dari lemak tak jenuh ganda dan demensia, mengurangi risiko stroke, serta mencegah pertubuhan tumor otak.
Selain memiliki kandungan lemak sehat, juga dalam setiap 1 liter minyak kelapa sawit mengandung 20% Vitamin A, antioksidan tokoferol dan tokotrienol. Dengan pemakaian sehari-hari yang tepat guna, minyak sawit lebih sehat untuk kesehatan.
Novrial menambahkan, minyak kelapa sawit adalah minyak sayur (nabati) yang mengandung minyak jenuh dan tak jenuh, vitamin E, beta-karoten, serta antioksidan.
Selain kaya nutrisi, minyak sawit berasal dari tumbuhan yang sangat efisien dibandingkan dengan penghasil minyak nabati lainnya.
Ada beberapa hal yang didiskusikan dalam acara FGD antara lain manfaat dan cara pengolahan minyak goreng sawit sebagai salah satu minyak nabati rendah kolestrol di rumah tangga dan Industri berbasis pangan dan manfaat minyak sisa penggorengan (minyak jelantah) untuk kandungan BBM pesawat udara dan mobil yang saat ini mulai tinggi permintaannya dari beberapa negara Eropa.
Diharapkan dari hasil FGD ini para peserta akan menjadi ToT untuk merubah budaya pemanfaatan minyak goreng sawit secara sehat karena minyak sisanya ternyata masih mempunyai nilai ekonomis yang patut diperhitungkan.
(Marlim)














