PadangPanjang.sinyalnews.com-Harapan itu akhirnya kembali menyala di Kota Serambi Mekah.Setelah sempat diguncang kekecewaan dan kemarahan publik akibat dinyatakan gugur dari putaran nasional Liga 4, PSPP Padang Panjang akhirnya resmi kembali masuk sebagai peserta Liga 4 Nasional musim 2025/2026.
Surat resmi PSSI tertanggal 18 Mei 2026 menjadi jawaban atas gelombang protes yang selama sepekan terakhir mengguncang Padang Panjang. Dalam surat bernomor 2444/PGD/229/V-2026 itu, PSPP Padang Panjang dipastikan menjadi salah satu wakil Sumatera Barat bersama PSP Padang untuk berlaga di putaran nasional Liga 4 Piala Presiden.
Keputusan itu datang setelah PSPP bersama Pemerintah Kota Padang Panjang mengirimkan surat keberatan resmi ke PSSI Pusat di Jakarta pada 13 Mei lalu. Surat tersebut mempertanyakan mekanisme dan formula penentuan tim lolos nasional yang dinilai tidak transparan.
Saat itu, publik Padang Panjang benar-benar tersulut. Bukan semata karena gagal lolos. Tetapi karena masyarakat merasa perjuangan tim mereka seperti dipatahkan bukan di lapangan hijau, melainkan di meja administrasi.
Padahal skuad PSPP sudah lebih dulu bergerak. Pemusatan latihan digelar sejak pertengahan April. Pemain dikumpulkan. Strategi disusun. Dana dikuras. Harapan dibangun.
Namun semuanya nyaris runtuh ketika nama PSPP tiba-tiba tidak masuk dalam daftar peserta nasional. Media cetak dan elektromik sampai media sosial Padang Panjang pun berubah menjadi ruang kemarahan. Warga mempertanyakan keadilan kompetisi. Pecinta sepak bola menuding regulasi berubah-ubah. Bahkan sejumlah tokoh daerah ikut bersuara keras.
Kini, setelah surat terbaru PSSI terbit, suasana itu perlahan berubah menjadi lega bercampur emosional. Ketua Umum PSPP, Irsyad Hanif, menyebut keputusan ini sebagai hasil dari perjuangan bersama seluruh masyarakat Padang Panjang.
“Ini bukan hanya kemenangan PSPP. Ini kemenangan masyarakat Padang Panjang yang sejak awal percaya perjuangan anak-anak ini layak dihargai. Kami hanya meminta keadilan, dan Alhamdulillah akhirnya didengar,” ujar Irsyad Hanif.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, juga mengapresiasi langkah PSSI yang akhirnya memberikan kepastian terhadap nasib PSPP.
“Kita ingin sepak bola berjalan sehat dan adil. Anak-anak ini sudah berjuang dengan keringat dan semangat membawa nama daerah. Alhamdulillah hari ini perjuangan itu tidak sia-sia,” kata Hendri Arnis.
Bagi para pemain, keputusan itu terasa seperti napas baru setelah sepekan penuh ketidakpastian.
Kapten kesebelasan PSPP, Ibnu Mariza, mengaku dirinya bersama seluruh pemain sempat terpukul saat nama PSPP tidak masuk dalam daftar awal peserta nasional.
“Kami semua sempat kecewa dan terpukul. Karena kami sudah berlatih keras, menjalani TC, meninggalkan keluarga dan pekerjaan demi satu tujuan membawa PSPP ke nasional. Tapi hari ini kami bersyukur perjuangan itu akhirnya dihargai. Saya mewakili seluruh pemain berjanji akan berjuang lebih keras lagi untuk membalas dukungan masyarakat Padang Panjang,” ujar Ibnu Mareza.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, Supriyanto, menilai polemik ini harus menjadi pelajaran besar bagi tata kelola sepak bola nasional.
“Jangan lagi ada tim daerah yang dipaksa bertarung melawan ketidakjelasan. Kompetisi harus melahirkan kepercayaan, bukan kebingungan. PSPP hari ini mungkin sudah lolos, tapi evaluasi terhadap sistem tetap penting agar sepak bola Indonesia benar-benar sehat,” tegasnya.
Kini Padang Panjang kembali bergerak.Lapangan latihan kembali hidup. Semangat pemain kembali menyala. Dan di balik hiruk pikuk itu, ada satu pesan yang terasa kuat dari kota kecil di lereng Marapi tersebut,PSPP mungkin sempat digugurkan.Tapi mereka menolak dipatahkan.(paulhendri)














