Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR / UMKM

Wednesday, 5 August 2026 - 21:09 WIB

Bangga Memakai Produk Sendiri, Itulah Titik Awal UMKM Naik Kelas

Maria Feronika Hendri Dorong Pelaku Usaha Padang Panjang Percantik Kemasan, Kuasai Pasar Digital, dan Siapkan Galeri UMKM di Minang Village

PadangPanjang.sinyalnews.com—Tas yang menggantung di bahu Ny. Maria Feronika Hendri siang itu bukanlah produk rumah mode ternama. Tas itu lahir dari tangan-tangan terampil perajin Kota Padang Panjang. Namun, justru dari tas sederhana itulah sebuah pesan besar disampaikan kepada puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Tas ini produk UMKM Padang Panjang. Saya memakainya ke mana-mana dan saya bangga memakainya,” ujar Ketua DPD PPEKRAF Provinsi Sumatera Barat yang juga Ketua TP PKK Kota Padang Panjang itu, sembari mengangkat tas yang dibawanya.

Ucapan itu bukan sekadar pujian terhadap sebuah produk lokal. Ia adalah ajakan untuk membangun kepercayaan diri. Sebab menurut Maria, kemajuan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kebanggaan masyarakat terhadap karya anak daerahnya sendiri.

“Kalau kita sendiri tidak bangga memakai produk UMKM Padang Panjang, bagaimana kita berharap orang lain mau membeli dan mempercayainya?” katanya.

Kalimat itu membuat suasana diskusi berubah. Para pelaku UMKM yang memenuhi ruangan tidak lagi sekadar mendengar materi, tetapi ikut merefleksikan persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Di balik rasa bangga terhadap produk lokal, Maria mengingatkan bahwa tantangan UMKM hari ini jauh lebih besar daripada sekadar menghasilkan barang.

“Hari ini dunia ada dalam genggaman. Persaingan bukan lagi hanya dengan toko sebelah, tetapi dengan produk dari seluruh Indonesia, bahkan dunia. Karena itu UMKM harus terus belajar, terus berinovasi, mengikuti perkembangan digital, memperbaiki kemasan, membangun branding, dan memanfaatkan media sosial sebagai etalase usaha,” tegasnya.

Baca Juga :  Perubahan Mindset ASN Mutlak diperlukan Untuk Peningkatan Pelayanan Pembangunan Zona Integritas

Bagi Maria, kemasan bukan sekadar pembungkus.
Kemasan adalah wajah pertama sebuah produk.

Sementara pemasaran adalah pintu yang menentukan apakah sebuah produk hanya akan tersimpan di rak rumah produksi atau mampu menembus pasar yang lebih luas.

Karena itu, pembinaan UMKM tidak boleh berhenti pada pelatihan yang bersifat seremonial.

Semangat itulah yang menjadi ruh dalam kegiatan pembinaan UMKM yang menghadirkan narasumber Putra Sewangga dari Bappeda, Busmar Chandra dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porbupar), serta Riki Toni St. Mudo dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM yang sekaligus bertindak sebagai moderator.

Diskusi berlangsung hangat. Satu demi satu pelaku UMKM menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Keluhan paling dominan bukan lagi soal bagaimana memproduksi barang, tetapi bagaimana menjualnya.

Mereka mengeluhkan desain kemasan yang belum menarik, keterbatasan kemampuan pemasaran digital, minimnya akses promosi, hingga kebutuhan sarana dan prasarana untuk meningkatkan daya saing produk.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, narasumber dari Bappeda menegaskan bahwa tantangan terbesar UMKM saat ini memang berada pada hilirisasi produk.

“Produk yang bagus belum tentu laku jika kemasannya tidak menarik. Sebaliknya, produk berkualitas yang dipasarkan dengan strategi yang tepat akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi. Karena itu pemerintah harus hadir, bukan hanya memberi pelatihan, tetapi juga membuka akses pasar, memperkuat branding, dan mendampingi UMKM hingga produknya benar-benar mampu bersaing,” disampaikan dalam forum.

Lebih jauh, pemerintah menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembinaan UMKM bukan lagi banyaknya kegiatan yang digelar.

Keberhasilannya harus terlihat dari meningkatnya omzet pelaku usaha, naiknya kualitas kemasan, bertambahnya produk yang masuk ke pasar modern, marketplace, hotel, restoran, hingga pusat oleh-oleh.

Baca Juga :  Menanamkan Jiwa Ketaatan Hukum, Jumbara PKS Sukses Digelar di Batang

“APBD harus menjadi investasi untuk melahirkan UMKM yang mandiri dan berdaya saing, bukan hanya membiayai kegiatan yang selesai ketika acara ditutup,” menjadi salah satu penegasan dalam diskusi tersebut.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Maria Feronika juga mengungkapkan harapan besar lahirnya Galeri UMKM Kota Padang Panjang di kawasan Minang Village.

Galeri itu diproyeksikan menjadi etalase permanen bagi seluruh produk unggulan UMKM Kota Padang Panjang.

“Insya Allah, nanti seluruh hasil karya UMKM Padang Panjang bisa dititipkan di sana. Wisatawan yang datang ke Minang Village tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga membawa pulang produk terbaik hasil karya masyarakat kita,” katanya optimistis.

Harapan itu disambut antusias para pelaku UMKM. Bagi mereka, galeri tersebut bukan sekadar tempat memajang produk, melainkan jembatan menuju pasar yang lebih luas.

Di penghujung acara, Maria kembali menyampaikan pesan yang menjadi inti dari seluruh diskusi hari itu.

“Jangan pernah minder dengan produk sendiri. Banggalah memakai hasil karya daerah kita. Terus belajar, terus berinovasi, terus mengikuti perkembangan zaman. Ketika kualitas produk, kemasan, pemasaran, dan rasa percaya diri bertemu, saya yakin UMKM Padang Panjang akan naik kelas dan mampu bersaing di mana saja.”

Di ruangan itu, yang sedang dibangun sesungguhnya bukan hanya strategi pemasaran atau desain kemasan.

Yang sedang ditumbuhkan adalah sebuah keyakinan bahwa karya tangan masyarakat Padang Panjang layak berdiri sejajar dengan produk mana pun. Sebab setiap produk lokal bukan sekadar barang dagangan, melainkan wajah kreativitas, identitas daerah, dan harapan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari usaha kecil yang terus berjuang untuk menjadi besar.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Harga Garam Melonjak, Usaha Cabai Giling Kang Maman Lesu, Permintaan Turun 

BERITA

Fadly Amran-Maigus Nasir Calon Pemimpin Kota Padang Masa Depan

BADAN NEGARA

Polres Kebumen Kembali Bubarkan Balap Liar, Joki Masih Remaja dan Berstatus Pelajar  

ARTIKEL

Wabup Risnawanto Hadiri Kegiatan IKPB Jaya

BERITA

Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Gandeng Smesco Indonesia Untuk Pasarkan Produk UMKM Sumbar

ARTIKEL

Lurah Ulak Karang Selatan Serahkan Bansos Beras Untuk 579 Keluarga Penerima Manfaat

ARTIKEL

Unes-AAI Padang Luluskan 535 Wisudawan

ARTIKEL

Serka Tofik Melaksanakan Kerja Bakti Perbaiki Dan Membersihkan Tanggul Jebol