Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / POLRI/TNI/ BAKAMLA RI / SUMBAR

Friday, 18 September 2026 - 16:22 WIB

Razia Malam di Balik Tembok Rutan Padang Panjang

Padang Panjang.Sinyalnews.com— Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang, pengawasan kembali diperketat. Kamis (17/9/2026) malam, ketika aktivitas mulai mereda, personel gabungan justru bergerak dari satu kamar hunian ke kamar lainnya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas Rutan bersama personel TNI dan Polri melakukan penggeledahan mendadak terhadap kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan tidak ada narkotika, telepon seluler, senjata tajam, maupun barang terlarang lainnya yang berada di dalam blok hunian.

Kegiatan dipimpin Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Novri Abbas, SH., MH. Razia melibatkan personel Rutan, Koramil 01/Padang Panjang Kodim 0307/Tanah Datar, Polres Padang Panjang, tenaga kesehatan Rutan, serta insan pers dari PWI Padang Panjang.

Sebelum menyisir kamar hunian, seluruh personel mengikuti apel dan pengecekan. Novri kemudian meminta personel TNI dan Polri melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sekaligus memilih secara acak WBP yang akan menjalani tes urine.

“Silakan bapak-bapak dari Polres Padang Panjang dan Koramil melakukan pemeriksaan ke seluruh sel dan mengambil secara acak WBP yang akan menjalani tes urine,” kata Novri saat memimpin apel.

Pemeriksaan dilakukan satu per satu. Barang-barang milik WBP diperiksa, sementara 20 orang yang terpilih secara acak diarahkan ke aula untuk menjalani tes urine.

Hasil pemeriksaan urine memberikan satu kepastian,dari 20 WBP yang dipilih polri dan TNI dinyatakan negatif.

“Alhamdulillah, dari 20 sampel urine yang kita ambil, semuanya negatif,” ujar Novri.

Namun, penggeledahan tetap menemukan sejumlah benda yang menjadi perhatian petugas. Di antaranya paku, jarum jahit, mancis, kartu remi, kaleng bekas asbak rokok, serta satu batang tongkat kayu.

Tidak ditemukan narkotika, telepon seluler ataupun senjata tajam dalam pemeriksaan tersebut.

Bukan Sekadar Razia

Bagi pengelola Rutan, pemeriksaan semacam itu bukan hanya tentang menemukan atau tidak menemukan barang terlarang.

Razia menjadi bagian dari upaya pencegahan. Lingkungan pemasyarakatan harus terus diawasi untuk menutup ruang bagi masuknya narkotika, penggunaan telepon seluler, hingga potensi pelanggaran lainnya.

Novri mengatakan pemeriksaan terhadap WBP dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika serta penggunaan barang-barang yang dilarang di dalam Rutan.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil razia tim tadi, semua berjalan dengan aman dan lancar. Tim gabungan dari kepolisian tadi sudah menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan razia malam ini tidak ditemukan adanya narkotika, handphone, dan senjata tajam,” katanya.

Ia berharap penggeledahan rutin dan inspeksi mendadak dengan melibatkan aparat penegak hukum dapat menekan potensi pelanggaran di lingkungan Rutan Padang Panjang.

Bagi Ketua PWI Padang Panjang, Supriyanto, keterlibatan insan pers dalam kegiatan pengawasan semacam ini memiliki arti tersendiri. Kehadiran pers, menurut dia, bukan semata untuk memberitakan hasil razia, tetapi juga menjadi bagian dari transparansi kepada publik.

“Keterlibatan pers dalam kegiatan seperti ini penting untuk menjaga transparansi. Masyarakat perlu mengetahui bahwa pengawasan terhadap warga binaan dilakukan secara serius, terukur, dan melibatkan unsur terkait,” kata Supriyanto.

“Hasil tes urine yang seluruhnya negatif tentu menjadi catatan positif. Tetapi pengawasan tidak boleh berhenti pada satu kegiatan. Pencegahan harus dilakukan secara konsisten agar potensi pelanggaran dapat ditekan sejak awal,” ujarnya.

Menjaga Ruang Pembinaan

Rutan bukan sekadar tempat membatasi kebebasan seseorang. Di dalamnya juga berlangsung proses pembinaan. Karena itu, lingkungan yang bersih dari narkotika, telepon seluler ilegal, senjata tajam dan benda terlarang lainnya menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Novri menambahkan, penggeledahan dan tes urine tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kepada lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia.

Malam itu, hasilnya relatif jelas:, 20 WBP yang menjalani tes urine dinyatakan negatif. Narkotika, telepon seluler dan senjata tajam juga tidak ditemukan.

Tetapi pemeriksaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengawasan di balik tembok Rutan tidak bisa bergantung pada situasi. Ia harus berlangsung rutin, terukur dan konsisten.

Sebab di tempat yang pintunya memang dirancang untuk membatasi kebebasan, pengawasan justru menjadi salah satu cara memastikan proses pembinaan tetap berjalan di jalurnya.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

DAERAH

POLRES pasaman barat BERHASIL ungkap kasus BESAR pencurian dengan total kerugian diperkirakan mencapai 100 Juta rupiah. di sekolah dasar SDN 19 Lembah Melintang.desa batang gunung nagari ujung gading.

ARTIKEL

Peduli Generasi Muda, Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Berikan Himbauan Kepada Anak-Anak Agar Menjauhi Minuman Keras

BERITA

Warga Bungus Timur Geger dengan ditemukannya Tubuh 2 Remaja di Air Terjun Timbulun

ARTIKEL

Flippers Organization Hidupkan Makna Kemerdekaan di Tengah Luka Sosial

BERITA

Ketika Kepala Perpusnas Menyentuh Naskah-Naskah Tua Minangkabau, Ada Pertanyaan Besar yang Menggema: Masihkah Kita Mau Membaca Masa Lalu untuk Menata Masa Depan?

BERITA

Koramil 02/Sungai Limau Kodim 0308/Pariaman melaksanakan Karya Bakti Bersama Forkompicam dan Masyarakat

BADAN NEGARA

Irjen TNI Tegaskan Komitmen Satgas TNI Berantas Judi Online, Narkoba, Penyelundupan dan Korupsi

BERITA

258 Dosen ISI Padang Panjang Gelar Aksi Tuntut Pembayaran Tukin Sejak 2020