Bukittingi.Sinyalnews.Com-319 penonton menahan napas di TikTok, ratusan pasang mata di HANZ Biliar berteriak histeris. Minggu malam, 1 Februari 2026, Ilhamdi,owner Milleniq Biliar Padang Panjang,menjadi badai di meja biru. Dengan pukulan secepat sambaran kilat, ia menutup final Turnamen Biliar HC 3A–3B, menaklukkan Rival STCS sekaligus menghapus satu hal yang selama ini menghantuinya: grogi turnamen.
Dari 128 peserta yang turun sejak babak awal, Ilhamdi melangkah sampai garis akhir dengan keyakinan yang tak biasa. Di semifinal, ia tampil tanpa kompromi. Abdi KWP dibuat tak berkutik dan disapu bersih dengan skor 5–0.
Di meja lain, drama besar tersaji. Rusben yang sempat unggul 4–1 harus merelakan tiket final setelah Rival STCS bangkit. Usai time out, Rival yang tertinggal jauh menyusun poin satu demi satu hingga membalikkan keadaan dan menang 5–4. Ketegangan menggantung di udara HANZ Biliar.
Partai final mempertemukan Ilhamdi dengan Rival STCS. Rival datang dengan kepercayaan diri tinggi, namun kematangan Ilhamdi langsung berbicara. Empat poin beruntun tercipta cepat,0–4. Dua kesalahan Ilhamdi sempat membuka celah: godek pada bola 7 dan bola putih yang ikut masuk saat memukul bola 6 mengubah skor menjadi 2–4. Suasana mendidih, harapan Rival kembali menyala.
Namun Ilhamdi menolak larut dalam tekanan. Ia memilih menutup laga tanpa basa-basi. Dua kemenangan beruntun ia kunci, mengakhiri final dengan angka 6. Rival terkulai. Ilhamdi menunduk, menahan haru.
Final itu tak hanya hidup di rumah biliar. Laga disiarkan live di TikTok dan disaksikan 319 penonton yang bertahan hingga bola terakhir jatuh. Pendukung Ilhamdi histeris,baik di HANZ Biliar maupun di dunia maya. Kolom komentar dibanjiri dukungan, doa, dan ketegangan. Setiap pukulan Ilhamdi terasa seperti sambaran kilat,cepat, presisi, mematikan,membuat jantung penonton ikut dak-dik-duk.
Ketua POBSI Bukittinggi, Yuyatno (Ad Vella), menilai partai puncak ini sebagai gambaran kedewasaan bermain.
“Final ini bukan soal kerasnya pukulan, tapi ketenangan membaca meja dan mengelola emosi. Ilhamdi menunjukkan kualitas dan mental juara,” ujarnya.
Owner HANZ Biliar, Farhan, menyebut turnamen ini sebagai panggung pertandingan berkelas.
“Kami ingin HANZ Biliar menjadi rumah kompetisi yang fair dan berkualitas. Malam ini penonton mendapat teknik, drama, dan sportivitas,” katanya.
Sementara Ketua Panitia, Angga, menegaskan atmosfer kompetitif berjalan sehat sejak awal.
“Dari 128 peserta, pertandingan berjalan tertib dan penuh tensi. Final ini penutup yang emosional dan layak dikenang,” tuturnya.
Bagi Ilhamdi, kemenangan ini lebih dari sekadar piala. Ia mengakui selama ini jarang ikut turnamen karena grogi dan jantung berdebar.
“Biasanya saya hanya main-main biliar. Turnamen itu bikin deg-degan. Tapi malam ini saya berani. Rasanya campur aduk,akhirnya nambah koleksi piala dan sertifikat untuk rumah bola saya sendiri,” ucapnya.
Selama ini, nama Milleniq lebih sering harum lewat para pemainnya. Minggu malam itu, sang owner menuliskan namanya sendiri di podium tertinggi.disaksikan ratusan mata di arena dan ratusan pasang mata di layar ponsel. Sebuah kemenangan yang bukan hanya menutup turnamen, tetapi menutup keraguan lama.(paulhendri)














