Padang Panjang,Sinyalnews.com-Tim BPBD berhasil mengevakuasi tujuh jenazah korban banjir bandang dan longsor yang ditemukan di kawasan Kayu Tanam, Kamis 27/11-2025 .Seluruh jenazah kemudian dibawa ke RS TNI Padang untuk proses identifikasi.
Hingga Senja menjelang magrib tadi, baru satu korban yang berhasil diidentifikasi, yaitu Agung, karyawan PLN asal Bukittinggi.“Proses identifikasi masih berjalan untuk enam jenazah lainnya,” ujar Ade , Plt Kadis Kesehatan Kota Padang Panjang.
Sementara itu, Pemerintah Kota Padang Panjang melalui kadis Sosial mengevakuasi 796 warga dari wilayah rawan longsor seperti Bukit Tui, Rao-Rao, Koto Katiak, Pasar Usang, dan Gumala. Para pengungsi ditampung di GOR Bancah Laweh dan Gedung Kantor Lurah Pasar Usang.
Di tengah upaya penanganan tersebut, muncul sorotan dari warga dan relawan terkait ketidakhadiran Walikota Padang Panjang Hendri Arnis pada saat evakuasi dan monitoring bencana berlangsung. Sejumlah warga menyebut bahwa wali kota tidak berada di lokasi kota, dan disebut memilih pulang ke rumahnya di Jakarta pada saat situasi darurat terjadi.
“Di saat masyarakat panik, kami menunggu pemimpin di lapangan. Tapi beliau tidak terlihat,” ujar salah seorang relawan di posko pengungsian.
Ketiadaan kepala daerah di tengah kondisi siaga bencana ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai prioritas kepemimpinan dan keseriusan penanganan darurat. Beberapa tokoh masyarakat menilai seharusnya wali kota berada di garis depan koordinasi, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi buruk dan jumlah pengungsi cukup besar.
Pemerintah kota melalui dinas terkait menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama bagi warga yang tinggal di lereng dan bantaran sungai.(Paulhendri)














