Padang, Sinyalnews.com,- Ketum DPP Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM), Azwar Siri, di sela temu silaturahmi dan berbuka puasa bersama jajaran pengurus DPP LAKAM, juga mengundang beberapa orang Wartawan/Wartawati Media Online Indonesia di Cafe Rajo Durian disamping Masjid Jami’atul Huda Ketaping jl.Bypass kota Padang, Sabtu 15 Maret 2025 mulai jam 17.10 ~ selesai.
Dihadapan seluruh awak media yang diundang, Azwar Siri memaparkan bahwa, Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) adalah lembaga yang membela kebudayaan dan adat Minangkabau.
“LAKAM bertujuan untuk mengembalikan kebudayaan dan adat istiadat Minangkabau kepada marwah asalnya.
Jadi tugas utama seluruh pengurus LAKAM selain
membela kebudayaan dan adat Minangkabau dengan mengembalikan kebudayaan dan adat istiadat Minang kepada marwah asalnya, juga
membangun pondasi yang kuat yang dilandasi nilai agama dan adat istiadat Minangkabau,” ujarnya.
Selanjutnya beliau menjelaskan, contoh kegiatan LAKAM adalah mengadakan musyawarah dan bekerja sama dengan ninik mamak, tokoh ulama dan adat serta cadiak pandai seperti Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, dan Lembaga Adat Desa lainnya.
“Kehadiran LAKAM untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hukum adat Minangkabau akan perlunya advokasi tentang adat dan budaya Minangkabau yang sudah mulai tergerus oleh perubahan zaman. Maka LAKAM hadir untuk mengawal dan menegakan kembali untuk kembali pada jati diri”, ujarnya.
Organisasi LAKAM ini digagas akibat kerisauan tokoh Minang baik ninik mamak atau para datuk, alim ulama Minang dan cadik pandai yang tergabung dalam berbagai tokoh intektual Minang, termasuk Azwar Siri sendiri yang berprofesi sebagai advokat yang sudah punya nama baik di Sumbar maupun tingkat nasional.

Menurutnya, LAKAM ini sendiri berperan dalam pembelaan dalam bidang kebudayaan dan adat Minangkabau guna mengembalikan kebudayaan dan adat istiadat Minang kembali kepada marwah asalnya yang sangat berperan dalam kehidupan masyarakat Minang yang memiliki falsafah luhur “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” adat mamakai dan syarak mangato.
Selain itu falsafah Minang yang sudah sangat terkenal adalah mambangkik batang tarandam.
Kemudian Azwar Siri mengungkapkan bahwa dengan adanya Fadli Amran sebagai Dewan Penasehat LAKAM, ia sangat berharap kepada ninik mamak, dan angku datuak yang ada di LAKAM serta para tokoh ulama dan adat serta cadiak pandai dapat bahu membahu guna kepentingan masa depan anak kemenakan kita orang Minang. Agar memiliki pondasi yang kuat yang dilandasi nilai agama dan adat istiadat Minang yang tercermin dalam tata bahasa dan budaya Minang yang luhur dan tinggi.
“Selain itu peran LAKAM disamping sudah ada LKAAM Sumbar dan gebu Minang bisa bersatu untuk merumuskan gagasan yang tepat untuk mengahadapi zaman globalisasi ini yang penuh tantangan untuk dihadapi dengan lebih proporsional,”kata Azwar Siri sebagai penutup.(Mhd Arief Hendrawan)















