PADANG SINYALNEWS.COM – Terungkapnya kasus perkosaan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anaknya di Korong Palayangan, Nagari Balah Ilia, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman membuat Ketua Ikatan Keluarga Minang Provinsi Jawa Barat, dan kordinator Presidium majelis wilayah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Provinsi Jabar.Joni Martiyus Sikumbang Tuanku Sutan Sari Alam, angkat bicara. Dihubungi melalui sambungan telpon, pria yang berprofesi sebagai Aparatur Negara Anti Rasuah ini merasa prihatin dengan kasus asusila yang akhir-akhir ini marak di ranah Minang.
“Sebagai warga Minang di perantauan, saya merasa prihatin sekaligus malu dengan kasus perkosaan anak kandung oleh ayahnya ini” ucap Joni.
Menurut Joni, sebagai orang Minang kita harusnya malu dengan kejadian ini. Minangkabau terkenal dengan falsafah Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah. Itu arti orang Minang merupakan orang yang taat beragama dan memegang teguh adat istiadat sebagai pedoman kita hidup di tengah-tengah masyarakat.
“Untuk itu saya selaku orang Minang yang tinggal di perantauan menghimbau kepada seluruh stakeholder yang ada untuk saling menjaga lingkungan masing-masing agar ranah Minang yang kita cintai ini bisa terhindar dari malapetaka akibat ulah kita sendiri” tutur putra Koto Tangah kota Padang ini.
Untuk itu, Joni berharap tersangka dihukum maksimal, sebab perbuatannya, selain telah merusak masa depan anak kandungnya sendiri, juga sudah mencoreng nama baik ranah Minang di mata orang luar Sumatera Barat.
Seperti yang ramai diberitakan di media, Polres Padang Pariaman, Polda Sumbar berhasil meringkus pelaku perkosaan terhadap anak kandung di daerah Padang Pariaman. Peristiwa tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk dari orang Minang yang ada di perantauan.
(Marlim)














