Agam, Sinyalnews.com,- Sebanyak 4 pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Etnik Kreatif Nusantara menjalani ujian akhir. Ujian Akhir Sekolah dan ujian praktek dilaksanakan dari 13-17 Mei 2024 yang diikuti oleh 4 orang siswa.
Kepala SLB Etnik Kreatif Nusantara, Gustin Porseda, S.Pd menjelaskan ujian tahun ini hanya diikuti oleh siswa SDLB saja, sedangkan untuk SMP dan SMALB belum ada siswa kelas IX dan kelas XII nya. “Ujian Akhir Sekolah dan ujian praktek kita laksanakan dari 13-17 Mei 2024 yang diikuti oleh 4 orang siswa” ujar Kepala SLB Etnik Kreatif Nusantara, Gustin Porseda.

Terlihat siswa mengerjakan soal dengan teliti dan mandiri dengan pengawasan ketat dari para pengawas untuk memastikan semua berjalan lancar. “Tidak ada kendala yang berarti, semua siswa sudah mandiri. Ketika mengikuti ujian, kami berharap mereka bisa mengikutinya dengan baik, menjawab semua soal, sehingga mereka bisa lulus, dan semua anak bisa melanjutkan ke jenjang SMPLB,” ujar Gustin Porseda saat dikonfirmasi pada Jumat (24/5/2024).
Selain ujian teori, SLB Negeri 1 Badung juga akan menyelenggarakan ujian praktek mencakup berbagai aspek seperti olahraga, seni budaya, dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap siswa. Untuk tuna grahita, pihaknya menyediakan praktik bina diri, mereka akan berlatih soal merawat diri. Sementara untuk tuna rungu, mereka akan berfokus pada bina persepsi bunyi dan irama.
Lebih lanjut, Gustin Porseda mengatakan setelah ujian para siswa akan melanjutkan pendidikan mereka di jenjang yang lebih tinggi dengan kurikulum yang dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan praktis mereka.
Dengan komitmen tinggi dari sekolah dan dukungan dari orang tua, pihaknya berharap dapat terus mendorong semua siswanya untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi dan kualitas hidup yang lebih baik.
Gustin jjuga mengaku, setiap tahun para siswanya tidak ada yang putus sekolah. “Setiap tahun mereka pasti melanjutkan pendidikan, kalau mereka mundur pun kami lakukan berbagai upaya pendekatan supaya mereka melanjutkan, jadi semua semangat sekolah. Dengan bersekolah mereka mendapat pengembangan diri. Jadi sekarang bagaimana kesadaran orang tua ataupun anak itu untuk mau bersekolah dan berpendidikan,” katanya.
(Marlim)















