Home / ARTIKEL / BERITA / DAERAH / NASIONAL

Tuesday, 24 October 2023 - 07:09 WIB

Jadi Pembina Upacara di SMKN Kedungwuni, Kapolres Pekalongan Prihatin Tingginya Angka Kecelakaan Banyak Libatkan Pelajar

POLRES PEKALONGAN, SINYALNEWS.COM – Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, S.I.K., M.H menjadi Pembina upacara di SMK Negeri kedungwuni, Senin (23/10/2023). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan beberapa hal kepada para siswa dan juga guru.

Maraknya aksi kriminalitas/kejahatan dan kekerasan yang melibatkan pelajar sudah banyak yang masuk ke ranah hukum. Oleh karena itu, Polri saat ini serius dalam upaya menyelamatkan masa depan generasi muda.

Dikatakan AKBP Wahyu Rohadi, kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Mereka menganggap perbuatan itu seperti biasa, Bahkan ada yang menganggapnya sebagai sebuah kebanggaan dan menunjukkan simbol sebuah keberanian.

“Tentunya, Ini sangat memprihatinkan. Inilah masalah sosial yang menjangkit para remaja kita saat ini yakni perilaku menyimpang yang sering disebut kenakalan remaja,” tuturnya.

Baca Juga :  Ketua TP.PKK Pasaman Barat (Pasbar) Ny Titi Hamsuardi menghadiri acara Silaturahmi Wirid Yasin Pasaman Barat Bagian Utara yang diadakan di Masjid Al Huda, Jorong Tanjung Damai, Nagari Tanjung Damai, Kecamatan Lembah Melintang

Kenakalan remaja bisa disebabkan karena berbagai macam hal, diantaranya cara mendidik atau orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, juga bisa karena tidak tepatnya dalam memilih teman sehingga terjerumus dalam pergaulan yang salah.

Menyikapi hal tersebut, diperlukan adanya upaya-upaya pencegahan dengan membekali diri dengan pengetahuan agama, mengikuti kegiatan tambahan di sekolah, dan tidak mudah terprovokasi.

“Teliti, cermati dan gali setiap informasi yang didengar, menjalin silaturahmi antar sekolah, tingkatkan kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua siswa,” tutur Kapolres.

Kapolres juga menambahkan hal tersebut tentunya memerlukan kerjasama antara bapak ibu guru, para staf sekolah dan seluruh pelajar yang merupakan bagian dari komunitas yang peduli, semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi dari segala bentuk kenakalan remaja, salah satunya bullying (perundungan).

Selain kenakalan remaja, AKBP Wahyu Rohadi mengatakan, bahwa yang menjadi perhatian kita semua adalah tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dimana hampir 20 persen diantaranya melibatkan remaja berusia di bawah 16 tahun dengan status pelajar. Menurutnya, kebiasaan berkendara sepeda motor yang belum disertai dengan nilai disiplin, dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Baca Juga :  Selama Operasi Patuh 2023, Polda Jateng Catat Tren Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat 100 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

“Jadi, permasalahan seperti ini, apabila diabaikan dan tidak segera ditangani secara serius, maka akan menjadi penyumbang terhadap jumlah fatalitas kecelakaan. Berhati-hatilah saat berkendara motor, patuhi rambu lalu lintas dan surat-suratnya, lengkapi keselamatan diri dengan sepeda motor standar dan menggunakan helm,” tegas Kapolres.

AKBP Wahyu Rohadi berpesan kepada para siswa untuk menjadi murid yang dapat membanggakan guru orang tua dengan prestasi dan pencapaian hasil nilai yang terbaik.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Polresta Cilacap Ungkap Penyalahgunaan BBM Jenis Pertalite Di Kawunganten

BERITA

Kabidhumas Polda Kepri Silahturahmi dan Visit Media ke Redaksi Tribun news Batam 

BERITA

Kabag dan Kapolsek di Polresta Bukittinggi Diserah Terimakan

ARTIKEL

Kampung Wisata Sanjai Juara Lomba Pokdarwis Kota Bukittinggi 2022

BERITA

Pemprov Sumbar akan Merazia Kendaraan yang Menunggak Pajak

ARTIKEL

Keakraban Babinsa Gunung Pangilun dan Warganya Tumbuhkan Kekompakan

BERITA

Bergerak Cepat, Wawako Ekos Albar Tinjau Kondisi Banjir di Kota Padang

BADAN NEGARA

Harapan Wabub Risnawanto agar mahasiswa KKN PPM Tuah Sakato yang akan mengapdi di kabupaten Pasaman Barat itu fokus