Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KEMENTERIAN / NASIONAL / PERISTIWA

Sunday, 8 October 2023 - 10:48 WIB

Enam Pandeka Perguruan Karang Indah Dilewakan, Gubernur Mahyeldi Pertegas Silek sebagai Jati Diri Minangkabau

PADANG PARIAMAN, SINYALNEWS.COM,– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa silek merupakan salah satu warisan jati diri dan budaya dari nenek moyang orang Minangkabau. Oleh karenanya, penting untuk selalu melestarikan seni bela diri yang telah tercatat sebagai salah satu warisan dunia oleh Unesco tersebut.

Hal itu disampaikan Mahyeldi dalam sambutannya, saat menghadiri acara Malewakan Gala Enam Pandeka Perguruan Silat Karang Indah Korong Kabun, di Aula Asrama Haji Padang Pariaman, Minggu (8/10/2023).

“Silek adalah bagian dari tradisi dan budaya Minangkabau, maka dari itu kita wajib menjaga dan melestarikan salah satu identitas diri yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang kita,” ucap Mahyeldi.

Gubernur mengatakan, kearifan lokal Minangkabau tampak nyata dari pola hidup masyarakat yang menjujung tinggi adat dan agama, sehingga muncul ungkapan “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Silek sendiri merupakan salah satu perwujudan dari kearifan lokal yang mengandung banyak makna dan pengajaran.

Baca Juga :  Melaju Dengan Kecepatan Tinggi, Mobil Bus Tabrak Truck Pengangkut Sawit di Jalan Lintas Kinali Pasaman Barat

“Silek dikenal dengan fungsinya untuk pertahanan diri dan pertahanan wilayah. Selain itu, silek juga sarana pendidikan dalam pembentukan karakter masyarakat. Gerakan silek diciptakan nenek moyang kita dengan sarat nilai, kearifan, jati diri, dan mengambil gerakan-gerakan dari alam dan kehidupan,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga berharap agar Niniak Mamak dan Pandeka Perguruan Silat Karang Indah mendukung terlaksananya program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021-2026, di mana salah satu poinnya adalah Sumbar Religius dan Berbudaya.

“Pemprov Sumbar akan terus mengedepankan pelestarian warisan budaya ini. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, bahwa pemerintah diberi tanggung jawab dalam perlindungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan, di mana Silek merupakan salah satu objek yang juga sudah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh Unesco,” tutur Mahyeldi.

Baca Juga :  Peringati Hari Bhayangkara 2023, Polda Jateng Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Gubernur juga mengucapkan selamat kepada enam pandeka silek terbaik yang telah dilewakan pada kesempatan itu. Antara lain, Alkaim Pandeka Pucuak Malin Batuah, Winovriadi Pandeka Rajo Malin Bungsu, Jufri Lenzano Pandeka Sato, Zen Akmal Pandeka Malin Sato, dan Rahmat Hidayatullah Pandeka Mudo.

“Kami berharap, setelah Pelewaan Gala Pandeka ini, upaya pelestarian silek ke depan akan lebih giat lagi, karena ini merupakan identitas kebanggaan kita di Minangkabau,” harapnya menutup. (adpsb/marlim)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

SMK Negeri 1 Guguk jalin kerjasama dengan PT Trakindo Utama

BERITA

PadangPanjang Gelar Raker 2025, Rumuskan Arah Pembangunan Olahraga 2026

ARTIKEL

Final Sepaktakraw Walikota Cup Pariaman Bergulir Sabtu Pekan

ARTIKEL

Jalin Silaturahmi Antar Komunitas, Satsiber TNI Gelar Coffee Morning

ARTIKEL

Ratusan Anak Turut Serta Dalam Sunatan Massal Yang Digelar Lanud Sultan Hasanuddin di Tompobulu

ARTIKEL

Gelar Arisan Bulanan, Sarana Pererat Tali Silaturahmi.

DAERAH

Restorative Justice Jadi Efek Jera Pelaku Pencuri Sawit di Simalungun

BERITA

Polri Bongkar Judi Bola, Dikendalikan Dari Filipina