Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / NASIONAL / PERISTIWA

Thursday, 24 August 2023 - 15:52 WIB

Tekan Kehamilan Berisiko, Dinkes Gelar Workshop Kesehatan Reproduksi dan Gizi bagi Remaja

Kota Pekalongan – Sinyalnews.com,–Pemerintah kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan mahasiswa pasca sarjana Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang menggelar workshop tata laksana kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja serta calon pengantin, berlangsung di ruang Jlamprang kantor Sekretariat Daerah setempat, Rabu (23/8/2023).

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui kabid kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengendalian penyakit, Indah Kurniawati mengatakan kegiatan ini berawal dari program Kementerian Kesehatan yaitu menurunkan angka kematian ibu bayi (AKI/B) dan stunting.

“Titik kritisnya pada masa pertumbuhan remaja terutama remaja putri karena angka anemia masih tinggi tentu bisa menyebabkan dampak yang kurang bagus dan bisa menjadi penyebab kematian ibu pada saat melahirkan ataupun kematian bayinya karena kemungkinan tinggi melahirkan bayi dengan berat badan rendah karena anemia dan khawatir jika bayi selamat akan mengarah balita stunting,” katanya.

Baca Juga :  Kapolres Pekalongan Cek Kelengkapan Personil Bhabinkamtibmas

 

Indah menyebutkan, di tahun 2022 ibu hamil berusia di bawah 20 tahun ada 109 orang yang masuk dalam kehamilan beresiko tinggi. Sehingga perlu upaya dan si sinergitas yang lebih maksimal dari pemerintah kota Pekalongan.

 

“Sasaran kegiatan kali ini adalah dinas terkait seperti Kementrian Agama yang mengurus pernikahan sekaligus menaungi satuan pendidikan, termasuk Dinas Pendidikan. Para Lebe dan kader posyandu remaja dari 27 kelurahan se-kota Pekalongan,” jelasnya.

 

Output yang diharapkan oleh Dinas Kesehatan kota Pekalongan, proses edukasi kepada peserta workshop sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan remaja di lapangan mempunyai pemaham yang sama diantaranya terkait mencegah pernikahan di usia dini, mencegah terjadinya kehamilan pra nikah, mencegah hal-hal riskan yang biasanya terjadi di usia remaja seperti merokok dan kontak narkoba pertama kali serta seks pra nikah dimana jika terjadi kehamilan menjadi salah satu resiko tinggi penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

Baca Juga :  Ismail Raja Tega Dari Peradi Utama Lakukan Sumpah dan Janji di PT Banten

 

“Harapannya akan ada pemahaman yang sama ketika bertemu dengan remaja, apa yang disampaikan oleh kader posyandu remaja sama dengan para lebe, juga kemenag dan dinas pendidikan sesuai dengan undang-undang baru usia pernikahan 19 tahun, sehingga akan terlahir generasi penerus yang sehat, cerdas dan bebas stunting,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

PKM UNP Laksanakan Pengembangan Potensi Wisata Sport Tourism Melalui Pelatihan Pemandu Wisata, Pelatihan Petugas P3K Di Objek Wisata Hutan Batu Desa Lumindai Kota Sawahlunto

DAERAH

POLRES pasaman barat BERHASIL ungkap kasus BESAR pencurian dengan total kerugian diperkirakan mencapai 100 Juta rupiah. di sekolah dasar SDN 19 Lembah Melintang.desa batang gunung nagari ujung gading.

ARTIKEL

HUT ke-79 TNI, Panglima dan Kapolri Hibur Warga dengan Nyanyi Bareng

ARTIKEL

Panglima TNI Kukuhkan Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan 33: Jaga Nama Baik Almamater ke Mana pun Melangkah

BERITA

Kakan Kemenag Kota Padang, Wakili Pemerintah Daerah Terima Jamaah Kloter 12 Padang

ARTIKEL

TNI Gelar Tactical Floor Game Pengamanan VVIP HLF MSP dan IAF ke-2 Tahun 2024

ARTIKEL

TNI Polri dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Impian

BERITA

Pernyataan Sikap Mande Minang Mancanegara atas Penggunaan Pakaian Adat Minang yang tidak Sesuai ABS SBK