JANGAN BIARKAN STARBUCKS UNDANG BENCANA KE RANAH MINANG Karena rakyat sudah cukup menderita

Oleh: Munzir Jalaluddin

PADANG SINYALNEWS.COM – Kalau kita mendengar orang menyebut kedai (kadai) kopi tentu hal biasa dan terbayang pada umumnya laki laki duduk duduk sambil meneguk kop[ panas dari sebuah gelas. Mereka pada umumnya adalah orang tua tua sambil ngobrol sana sini dari tema biasa sampai ke persoalan politik. Boleh dikatakan kedai kopi merupakan tempat belajar politik/mendapatkan informasi tentang kondisi terbaru dari nagari sampai negara.

Sekarang kita dikejutkan dengan berdirinya sebuah kedai kopi moderen yang berbentuk franchise (waralaba) yang bernama Starbucks. Lokasinya berada di Jln. A. Yani, Padang. Tepatnya didepan rumah dinas Walikota Padang. Starbucks ini resmi beroperasi sejak hari Rabu tanggal 26 Juli 2023 yang lalu. Starbucks/kedai kopi ini diresmikan oleh Wakil Gubernur (Audy Joinaldi) .

Wagub menyebutkan dengan dibukanya Starbucks ini akan menjadi awal yang lebih baik bagi perekonomian di Sumbar, hebat kedengarannya. Sementara Walikota Padang Hendri Septa menyebutkan dibukanya Starbucks ini pertanda baik untuk pertumbuhan ekonomi kota Padang. Artinya baik Wagub maupun Wako sama sama melihat segi pertumbuhan ekonomi saja.

Starbucks ini adalah bagian dari starbucks Indonesia . Starbucks Indonesia sendiri memastikan tetap sejalan dengan pihak manajemen pusat Starbucks yang berada di Amerika yaitu memberikan dukungan kepada LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa Starbucks ini bisa menjadi pusat tempat berkumpulnya para anggota (komunitas) LGBT.

Sementara para tamunya kebanyakan adalah generasi muda, golongan ekonomi menengah keatas, kariawan kantor dll. Bahkan tidak tertutup kemungkinan anak muda/mahasiswa/pelajar, masyarakat ekonomi bawah namun demi gengsi dan mode ikut memaksakan diri untuk datang kesana. Bisa dibayangkan bagaimana nasib generasi muda di Ranah Minang nanti. Apalagi nantinya bila Starbucks ini berdiri lebih banyak di Setiap Kota/Kabupaten
Sumatera Barat atau wilayahnya Ranah Minang dimana penduduknya suku Minang dan agamanya adalah Islam berlaku adatnya yang berdasarkan islam yang disebut Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah (Al-Qur’an dan Hadist}.

Baca Juga :  “Ia Duduk di DPR. Gajinya Diberikan ke Rakyat.”

LGBT jelas tidak sesuai bahkan bertentangan baik dengan adat apalagi agama Islam, bahkan selain itu juga bertentangan dengan agama lainnya (Kristen, Budha dan Hindu). Di dalam Al-Qur’an sungguh banyak sekali ayat yang bertentangan dengan LGBT (contoh : Al-Araaf ayat 81). Bagaimana azab Allah terhadap kaum Nabi Luth sungguh mengerikan, dimana Allah menurunkan hujan batu yang mengakibatkan kepunahan kaum tersebut.

Oleh karena itu LGBT yang memang sudah berkembang di Sumatera Barat dengan adanya fasilitas tempat ngumpul berupa kedai kopi STARBUCKS , maka mereka merasa mendapat panggung dan semakin berkembang dimasa mendatang, kedepannya mungkin banyak anak cucu kita yang terjerumus ke dunia hitam tersebut. Tidak bisa dibayangkan berapa besar dosa yang harus dipikul generasi kita yang hidup sekarang baik ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat dll yang mengetahui tetapi membiarkan tidak mencegah. Apalagi buat kepala daerah yang memberikan izin dan semua mereka yang ikut meresmikan dan semua yang terlibat dalam pemberian izin. Walaupun mereka itu nantinya sudah meninggal dan terkubur didalam tanah namun kosekwensinya setiap beban dosa yang dilakukan kaum LGBT yang jumlahnya terus bertambah tetap pula mengalir kepada mereka akibat kebijakan mereka tersebut.

Baca Juga :  Rumah Sakit Unand Akan Jadi Pusat Pelayanan Stem Cell. Ini Kata dr, Yefri Zulfiqar Dirut RS Unand

Kalau Wagub dan Wako hanya melihat keuntungan segi pertumbuhan ekonomi saja (itupun belum tentu benar) tentu sangat sempit. Jadi pertumbuhan ekonomi seperti apa yang dimaksud ?, pertumbuhan ekonomi buat siapa ? dan siapa yang menikmatinya ?. Cara pandang ini merupakan cara pandang yang sangat sempit, kurang bisa memandang lebih luas kedepan, dimana seribu satu permasalahan bisa ditimbulkannya. Mungkin juga ada banyak kedai kopi tradisional yang menjadi kehilangan pelanggan. Melihat kisah yang terjadi pada kaum Luth, dimana Allah mendatangkan azab/bancana alam yang dahsyat semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.

Oleh karena itu saya meminta kepada Pemerintah Daerah baik Propinsi Sumbar maupun Kota Padang untuk membatalkan/menarik kembali izin yang telah dikeluarkan, sehingga insyaAllah bencana dan seribu satu permasalahan tidak terjadi di Sumatera Barat khususnya di Kota Padang. Kalau Allah menurunkan bencana maka kita semua ikut atau tidak ikut akan merasakan bencana itu.

Kepada kita semua terutama anggota dewan/wakil rakyat, para alim ulama, ninik mamak, tokoh adat, Ormas, tokoh masyarakat , dan semua rakyat yang peduli akan keselamatan anak cucu, dll, mari kita cegah kemungkaran dengan bersama sama ikut membantu Pemerintah Daerah untuk menutup kembali Starbucks tsb. Jangan biarkan kekhilafan dalam membuat kebijakan, ketidak pedulian serta diamnya kita mengundang bencana, sementara rakyat sekarang hidup dalam penuh kesusahan dan kesensaraan. Semoga Allah swt memudahkan segala niat baik kita ….. Aamiin ya rabbal ‘alamin

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Upaya Preventif Babinsa Hadiri Deklarasi Anti Bullying

ARTIKEL

Rapat Anggota Tahunan Koperasi KORPRI Sumbar Bertabur Hadiah  

ARTIKEL

Indra Sjafri Besuk Abien di Rutan Anak Air. Dua Sahabat Pernah Bela PSP Padang diera 1980

ARTIKEL

Akibat Gas Beracun di Dalam Sumur, Seorang Warga Asal Krangean Meninggal Dunia

HUKUM

Jual Pil Ekstasi Bentuk Tengkorak, Pemuda Pekanbaru Ditangkap Polsek Bukit Raya.

BERITA

Dindik Serahkan THR 653 Tenaga di Lingkungan PAUD

BERITA

Patroli Sinergitas Antara Koramil Maos dan Polsek Maos dibulan Puasa Tercipta Kamtibmas

ARTIKEL

Personel Satgas Yonif 122 Tombak Sakti Bantu Kesulitan Serta Kebutuhan Masyarakat Diperbatasan