Home / BERITA / DAERAH / NASIONAL / PERISTIWA

Monday, 24 July 2023 - 16:04 WIB

Ketua DPRD Eka Wahyu : Sepi Tak Ada Atraksi Budaya Sawahlunto Bisa Jadi Kecamatan 

SAWAHLUNTO, SINYALNEWS.com,- Ketua DPRD Sawahlunto Eka Wahyu menyoroti kinerja Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto meski sudah ditetapkan menjadi kota warisan budaya dunia namun tidak pernah terlihat ada atraksi budaya.

Bahkan, dalam tiga bulan terakhir Eka Wahyu menyebut tidak pernah melihat adanya atraksi budaya atau kesenian meski Sawahlunto sudah ditetapkan menjadi kota warisan budaya dunia Unesco.

“Lama lama Sawahlunto ini bisa menjadi kecamatan karena sepi. Saya bahkan sudah tiga bulan ini keliling setiap akhir pekan, tapi tidak pernah saya melihat adanya atraksi budaya. Alasanya selalu defisit dan tidak ada anggaran,” ujar Eka Wahyu saat rapat dengar pendapat dengan pemerintah Kota Sawahlunto terkait pembahasan pendapatan daerah tentang Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2022, Senin 24 Juli 2023.

Menurut Eka Wahyu, Kota Sawahlunto adalah kota kecil yang jauh masuk ke pelosok, jika tidak ada sesuatu hal yang dicari atau dituju maka orang tidak akan datang ke kota ini. Eka Wahyu juga menyoroti kinerja Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kota Sawahlunto terkait program bedah rumah yang belum menyentuh sasaran. Dikatakannya, masih banyak rumah warga di Kubang dan lunto berlantai tanah. Oleh sebab itu, Eka Wahyu meminta dinas terkait benar benar turun melihat kondisi riil masyarakat di lapangan.

Baca Juga :  Hermanto Fasilitasi Pembudidaya Ikan Sumbar agar Sukses dalam Pembenihan

“Dinas Perkim benar benar turun kelapangan. Masih banyak rumah warga yang lantainya tanah dan tidak layak huni. Masih banyak warga kita yang hidupnya miskin. Akan sangat berdosa bila kita semua yang ada disini bila membiarkan warga kita kelaparan,’ tandas Eka Wahyu.

Dihubungi terpisah Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Ambun Kadri menjawab santai dengan apa yang disampaikan Eka Wahyu dalam rapat dengar pendapat tersebut. Ia mengatakan api tidak boleh dibalas dengan api. Menurutnya, apa yang disampaikan Ketua DPRD Eka Wahyu akan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk kedepan.

Baca Juga :  Lestarikan Lingkungan, Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1501/Ternate Laksanakan Penghijauan

” Iya nanti kita atur jadwalnya minimal satu kali seminggu sanggar sanggar yang ada kita gilir untuk penampilannya,’ jawab Ambun Kadri.

Rapat kerja DPRD itu dihadiri Ketua Eka Wahyu, Wakil Ketua Elfia Rita Dewi dan Anggota Neldaswenti, Lazwardi, Masril, Masrizal, H. Afdhal, Irland, Refizal, Rio Mardanil, Hartono. Sementara dari Pemerintah Daerah dipimpin oleh Sekda Ambun Kadri didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah, Afridarman, Asisten Administrasi Pembangun Marwan, Asisten Administrasi Umum dan Organisasi. Halomoan dan Asisten Administrasi Pemerintahan, Irzam serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Share :

Baca Juga

BERITA

Polisi Pantau Situasi Arus Balik Lebaran di Rest Area Km 166 Tol Cipali  

ARTIKEL

Doa Bersama dan Syukuran Menempati Gedung Baru SMA Praja Sumbar di Kampung Baru

ARTIKEL

MPC Exercise Woomera Keris24 Tanda Tangani Kesepakatan TNI-ADF

ARTIKEL

“Panen Hasil Belajar” Calon Guru Penggerak 2024 Provinsi Sumatera Barat Sangat Meriah

ARTIKEL

Refleksi Etika Berdakwah: Telaah Hadits Atas Fenomena candaan Gus Miftah dan Penjual Es Teh

BERITA

Ratusan Kelompok Barongan Meriahkan Kirab Seni dan Budaya di Desa Kemiri Timur Batang

ARTIKEL

Eri Gusnedi : Pagar Nusa Bagian Melatih Diri Merawat Tradisi

ARTIKEL

Anak Petani Nagari Terisolir Lulus Menjadi Anggota Polisi