Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / DAERAH / EKONOMI / NASIONAL / PERISTIWA

Monday, 17 July 2023 - 15:14 WIB

Gubernur Sumbar Usulkan Penambahan Isi Rombel SMA kepada Kemendikbudristek Dikarenakan Masih Ada Siswa Tamatan SMP Yang Belum Dapat sekolah

Padang, Sinyalnews.com,- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengusulkan penambahan isi kelas atau rombongan belajar (rombel) di beberapa SMA di Sumbar kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Hal ini di kemukan oleh gubenur ketika bertemu dengan Direktur Dikmen Diksus Kemendikbudristek RI sabtu malam di padang

Mahyeldi menegaskan, usulan itu untuk menyikapi masih adanya siswa lulusan SMP yang belum dapat diterima di SMA Negeri akibat keterbasan kuota pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Tahun 2023.

Untuk itu menurut beliau solusi yg tepat untuk menampung siswa yang belum dapat sekolah adalah dengan menambah isi rombongan belajar ( rombel ) di beberapa SMA di Sumatera barat yang sebelumnya 36 siswa di tambah menjadi 40 siswa.

Menurutnya, usulan penambahan isi rombel itu telah berdasarkan hasil anasilis Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumbar, terhadap sebaran SMA dan domisili calon siswa yang belum mendapat sekolah lanjutan dan juga permohonan beberapa Bupati dan Walikota di Sumbar yang bahkan mereka memohon penambahan rombel bukan saja isi

Baca Juga :  Joni Martiyus Sikumbang dari Rantau Ingin Membangun Kampung Halaman

Kemudian beliau menerangkan, penambahan isi rombel itu tidak bisa serta merta dilakukan oleh Pemprov Sumbar. Tetapi harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Kemenndikbudristek, karena berkaitan dengan daftar siswa pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Itu harus persetujuan kementrian dulu, karena dalam aturan standar pelayanan isi rombel berjumlah 36 siswa dan tidak boleh ditambahkan tanpa seizin kementerian,” terangnya.

Sementara itu Kepala Disdik Sumbar, Barlius menuturkan SMA yang diusulkan untuk mendapat penambahan isi rombel berjumlah 31 SMA yang berada di 10 kabupaten/kota. Yaitu, 17 SMA di Kota Padang, 2 SMA di Padang Panjang, 2 SMA di Payakumbuh, 3 SMA di Bukittinggi, 2 SMA di Solok, 1 SMA di Padang Pariaman, 1 SMA di Tanah Datar, 1 SMA di Limapuluh Kota, 1 SMA Sijunjung dan 1 SMA di Pasaman.

Baca Juga :  Pangkoopsud II Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Divisi Infanteri 3 Kostrad

Pemilihan sekolah tersebut diterangkan Barlius, telah dilakukan berdasarkan pemetaan dan laporan mengenai sekolah yang disekitarnya masih banyak siswa lulusan SMP yang belum mendapatkan SMA.

“Kita memperjuangkan anak-anak yang belum mendapat sekolah ini. Dengan catatan mereka belum terdaftar di sekolah swasta. Kalau sudah terdaftar tidak boleh lagi ditarik,” kata Barlius menggaris bawahi.

Menanggapi itu, Direktur Dikmen Diksus Kemendikbudristek, Putra Aska Elevri mengatakan, akan meneruskan permintaan Gubernur Mahyeldi tersebut kepada Mendikbudristek Menteri Nadiem Makarim agar dapat dipertimbangkan dan ditindaklanjuti di tingkat pusat.

“Usulan Pak Gubernur akan kami teruskan untuk dikaji lebih lanjut dan dipertimbangkan,” ujar beliau.

( Mat )

Share :

Baca Juga

BERITA

Babinsa Menghadiri Kegiatan Pelaksanaan Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga  

ARTIKEL

SMKN 9 Padang Terima Bantuan 2 Unit Komputer dan Modem Orbit dari PT Telkom

ARTIKEL

Melalui Kegiatan Komsos, Babinsa Koramil 1710-02/Timika Sertu Wali Terus Motivasi Petani Di Wilayah Binaan

BERITA

Kapusrehab Kemhan Buka Rehabilitasi Medik Paripurna Return to Combat (RTC) Angkatan IV TA. 2023

BERITA

Polres Pekalongan Musnahkan Ribuan Miras dan Ratusan Knalpot Brong

ARTIKEL

Ketua Umum IPSI Sumbar Lepas Tim Silat Tradisi Sumbar ke Ajang Fornas ke VIII NTB

ARTIKEL

“Baliak Ka Nan Lamo “ Ribuan Pendukung &:Relawan Antar Pasangan Hendri Arnis- Allex Saputra Mendaftar ke KPU

BADAN NEGARA

Satgas Yonif 715/Motuliato Bagikan sembako kepada Masyarakat di Puncak Jaya, Papua