Home / ARTIKEL / BERITA / DAERAH / SUMBAR

Tuesday, 2 June 2026 - 15:25 WIB

Bappeda Sumbar Gelar Bimtek Manajemen Risiko, Tekankan Budaya “Sadar Risiko” di OPD

Bappeda Sumbar Gelar Bimtek Manajemen Risiko, Tekankan Budaya “Sadar Risiko” di OPD

PADANG SINYALNEWS.COM– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Barat bersama Inspektorat Provinsi Sumatera Barat menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Manajemen Risiko di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung Selasa, 2 Juni 2026 di Aula Kantor Bappeda Lantai III.

Acara dibuka oleh Inspektur Inspektorat Provinsi Sumatera Barat Andri Yulika. Dalam sambutannya ia menegaskan manajemen risiko harus menjadi panduan di setiap instansi. “Harus menjadi panduan kita di instansi kita masing-masing tentang Sadar Risiko. Manajemen Risiko menjadi budaya, instrumen perlindungan, dan pemilik risiko sebagai pemain utama,” tegas Andri Yulika.

Sambutan juga disampaikan Kepala Bappeda Sumatera Barat Zefnihan. Ia mengapresiasi terselenggaranya bimtek ini sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan terukur.

Baca Juga :  FiK UNP lakukan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis AI Tahun 2025 Tingkatkan Kualitas Publikasi

Narasumber dan Materi Bimtek
Hadir sebagai narasumber Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat Zumriyatun Laila, S.E., http://M.Si., FRMP, Auditor Ahli Madya. Ia menyampaikan materi “Sosialisasi Manajemen Risiko dan Risiko Kemitraan”.

Pokok bahasan yang disampaikan meliputi:
1. Overview Manajemen Risiko
2. Risiko Kemitraan
3. Hasil Penilaian MRI Pemprov Sumbar

Dalam pemaparannya, Zumriyatun Laila menguraikan unsur-unsur risiko: peristiwa, probabilitas terjadinya, dampak peristiwa, dan sumber risiko.

Sumber Risiko Eksternal dan Internal
Eksternal: peraturan perundang-undangan baru, perkembangan teknologi, bencana alam, dan gangguan keamanan.
Internal: keterbatasan dana operasional, SDM yang tidak kompeten, peralatan tidak memadai, kebijakan dan prosedur tidak jelas, serta suasana kerja tidak kondusif.

Dimensi Risiko yang Perlu Diwaspadai
– Dimensi Waktu: keterlambatan menetapkan prosedur/dasar hukum
– Dimensi Kualitas: spesifikasi barang yang dibeli tidak sesuai yang diharapkan, barang tidak dapat berfungsi sesuai yang diharapkan
– Dimensi Keamanan & Keselamatan: risiko keselamatan diri pegawai/aset kantor
– Risiko Reputasi Instansi

Baca Juga :  Menhan Prabowo Serahkan 100 Unit Rantis E-Tactical Sergap Produk Dalam Negeri Kepada TNI dan Polri

“Kita sadar kadang-kadang kita abai tentang suatu risiko, maka penting bagi kita mengelola risiko,” ujar salah satu narasumber.

Peserta dari Seluruh OPD
Bimtek ini diikuti oleh pejabat Eselon III, para Kepala Bidang dan Kepala UPTD dari OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dengan adanya bimtek ini diharapkan setiap OPD mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko dalam pelaksanaan program dan kegiatan.

Manajemen risiko yang baik dinilai menjadi kunci perlindungan aset, pelayanan publik, serta reputasi instansi pemerintah ke depan.

Putra -sgm*

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Panglima TNI Meninjau Gelar Bekal Perlengkapan Satgas Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia

BERITA

TNI – Polri Sinergi dalam Menjaga Keamanan Pemilu 2024

BADAN NEGARA

Babinsa Koramil 07/Maos Adakan Pengamanan Peserta Pawai Taaruf Semarakan Tahun Baru Islam 1445 H

BERITA

Wali Kota Hendri Septa Hadirkan  Dua Syeikh Madinah Dengarkan Kemampuan Hafalan Alquran Siswa di Padang   

ARTIKEL

Danlanud Sultan Hasanuddin Mengantar Keberangkatan Pangkogabwilhan II Usai Kunker Di Makassar

BERITA

Jum’at Curhat Polres Bintan Kembali Dilaksanakan Oleh Polsek Dalam Jajaran Polres Bintan

BERITA

Sah 63 Orang Calon Advokat Resmi Sandang Predikat Advokat Setelah dilantik

KEMENTERIAN

Rumah Kebakaran Saat Ditinggal Mencari Pakan Kambing