PADANG, SINYALNEWS.com,- Dalam rangka peningkatan mutu minyak atsiri di Sumatera Barat, Disperindag mengadakan pelatihan peningkatan mutu minyak atsiri bagi petani/ pengolah di daerah Kabupaten Limapuluh Kota dan sekitarnya pada tanggal 7 sd 10 Juli di Lembah Harau.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah tanaman atsiri menjadi berbagai olahan produk kesehatan.
“Para peserta pelatihan akan dibekali dengan teknik pengolahan minyak atsiri, mulai dari tekhnik pemilihan dan perawatan bibit, sampai pengemasan dan pemasaran secara digital dengan memaksimalkan media sosial,” ungkap Kadisperindag Sumbar Novrial.
Ia menjelaskan, komitmen pemerintah provinsi Sumatera Barat dalam melakukan pembinaan dan pengelolaan masyarakat petani dan pengolah minyak atsiri merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pengolah minyak atsiri.
Hal tersebut, lanjutnya, tercermin melalui strategi, semangat serta inovasi program – program keberlanjutan dalam menciptakan ekosistem yang berkesinambungan dari tanggung jawab sosial pemerintah.
Disperindag Sumbar lanjutnya, melihat ada potensi guna pengembangan program yang terintegrasi di sekitar area pertanian untuk meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat. “Oleh karena itu kita menginisiasi pelatihan tekhnis mutu minyak atsiri ini” ucap Novrial.

Beberapa kendala yang masih dihadapi oleh petani/ pengolah minyak atsiri adalah, kualitas bibit utamanya serai wangi, alat pengulangan yang masih belum sesuai standar, rantai perdagangan yang masih panjang, informasi harga yang masih belum terbuka dan kualitas minyak atsiri yang masih belum sesuai standar.
Pelatihan dibagi dalam pemaparan di kelas oleh para Narasumber yang kompeten untuk motivasi bisnis, peluang usaha, tekhnik pemilihan dan perawatan bibit dan pengolahan. Sisanya dilakukan di lapangan, langsung praktek terkait kualitas bibit, panen, pengolahan yang sesuai standar, dan packing yang baik.
“Ke depan, Disperindag Sumbar akan terus berkomitmen memberikan pendampingan yang bernilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan dalam setiap operasional bisnisnya sebagai bagian dari strategi dan kontribusi pemerintah untuk mencapai kondisi kehidupan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tukasnya.
(Marlim)














