PESISIR SELATAN.SINYALNEWS.com,- Disperindag prov Sumbar dengan dukungan anggota DPRD Sumbar Ali Tanjung dan Dinas Koperindagtrans Pessel mengadakan pelatihan bagi operator dan pengrajin batik tulis Pesisir Selatan. Pelatihan berlangsung dari tanggal 3-8 Juli 2023 bertempat di Nagari Ampuan Lumpo Pesisir Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov Sumatera Barat memberikan bantuan mesin canting modern bagi perajin Batik Lumpo di Nagari Ampuan Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan.
“Mesin canting modern ini bisa membantu perajin untuk meningkatkan efektivitas waktu produksi, sehingga produk yang dibuat bisa lebih cepat,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumbar Novrial di Padang, Selasa.
Ia mengatakan dengan dukungan mesin modern itu satu produk Batik Lumpo yang sebelumnya dibuat dalam waktu dua minggu bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu minggu saja.
Menurutnya, mesin canting itu khusus digunakan untuk proses canting pola dasar, sementara untuk pencantingan isian tetap dilakukan secara manual.
“Canting pola dasar ini sebelumnya dengan cara manual butuh waktu tujuh hari, tapi dengan bantuan mesin modern ini bisa diselesaikan dalam satu jam. Sementara untuk canting isian juga butuh tujuh hari. Dengan efektivitas waktu itu, satu batik Lumpo bisa diproduksi dalam tujuh hari saja,” katanya.
Mesin batik tulis modern seperti ini kata Novrial baru ada 2 di Pulau Sumatera dan 18 di Indonesia” ucapnya.
“Bantuan alat dan pelatihan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, di antaranya anggota DPRD Sumbar Ali Tanjung dan Dinas Koperindagtrans Pessel,” ujarnya.
Walaupun sebagian proses dengan mesin modern, bahan batik yang dihasilkan tetap dikategorikan sebagai batik tulis dengan kualitas premium dengan segmen pasar menengah ke atas.
Batik lumpo adalah satu sentra batik lokal pertama yang menggunakan branding daerah, dimasa covid-19 memang terkesan tenggelam informasinya, diharapkan dengan bantuan mesin dan pelatihan operator/ pengrajinnya bisa bangkit kembali menjadi kebanggaan daerah
(Marlim)














