Padang Panjang, Sinyalnews.com- Mina (31) wanita empat orang anak Warga kelurahan Koto Panjang RT ( 03), terkejut bercampur terharu dengan kedatangan Ketua DPRD Kota Padang Panjang Mardianayah yang terjun langsung memonitor bencana tanah longsor yang terjadi beberapa bulan lalu yang berdampak ketidaknyamanan berada di rumah sampai saat ini.

Rumah Mina berada di RT 03, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Selasa (6/6). Kunjungan tersebut karena adanya laporan warga pada ketua DPRD , yang belum mendapatkan bantuan pasca rumahnya terkena runtuhan tanah longsor pada Februari lalu.

Tak menunggu lama ,Ketua DPRD yang juga Ketua DPD PAN Padang Panjang itu langsung menjambangi lokasi. Saat melihat kondisi dilapangan, Mardiansyah yang akrab disapa Adi itu, langsung menghubungi dinas terkait.
Menerima pangilan ketua DPRD atas duka warga itu , Kadis pun turun kelapangan Turut hadir di kesempatan itu, Kepala Dinas Perkim LH, Alvi Sena, Lurah Koto Panjang, Wira Jaya Septika, perwakilan Dinas Sosial, Baznas, BPBD, Ketua RT 03, Eko Setiawan dan perangkat, serta pihak terkait lainnya.
Adi mengatakan, untuk lokasi rumah warga tersebut dinilai memang cukup rawan untuk ditinggali, disebabkan lokasi rumah yang berada di lereng, serta kondisi tanah yang tidak stabil.Dalam kunjungan lapangan itu Adi mengusulkan relokasi rumah warga korban bencana alam longsor di RT 03 Itu ke tempat yang lebih aman.
“Hasil dari sidak laporan warga itu, kami melihat kondisi lahan pemukiman warga yang terdampak longsor sudah tidak mungkin dilakukan penataan. Oleh karenanya kami (DPRD) akan menindaklanjuti agar ada upaya pemetaan,” kata dia
Adi juga mengusulkan “Untuk dilakukan pendaman, saya rasa tidak mungkin, karena membutuhkan biaya besar karena tebing yang lumayan tinggi dan hanya terdapat satu rumah di lokasi itu. Tapi kita akan mencarikan solusi yang terbaik,” ujar adi
Mewakili lembaga Legislatif Adi menambahkan, kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian pada warga dari wakil rakyat di DPRD Kota Padang Panjang . Memang kita akui Kota Padang Panjang adalah daerah rawan bencana seperti banjir, longsor, pohon tumbang apalagi beberapa waktu terakhir cuaca ekstrem melanda Kota Padang Panjang .
Dalam kesempatan ini ,“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak lagi membangun rumah di kawasan lereng perbukitan, apalagi di kemiringan yang cukup curam. Namun dengan peristiwa yang telah terjadi kami harap pihal terkait bisa memberikan bantuan bagi korban tanah terban ini, “ujarnya.
Mina (31) pemilik rumah tersebut mengaku, saat ini ia menumpang di rumah saudarinya, karena takut kejadian serupa terulang lagi apabila hujan. “Kami masih takut untuk tinggal disini. Kami berharap bisa segera dibantu, dan kami bisa tinggal kembali disini,” harap ibu 4 orang anak itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim LH, Alvi Sena mengatakan, kondisi tebing disamping rumah tersebut, kemiringannya diatas 45°. “Tanah tebing ini harus kita buat berjenjang, agar aman. Inshaa Allah secepatnya akan kita kerahkan anggota untuk melakukan pengerjaan, dan pemilik rumah bisa tinggal kembali disana,” jelasnya.
Untuk teknis pengerjaan, kata Alvi Sena, harus memiliki izin dari pemilik tanah disamping, apabila sudah memiliki izin, baru bisa untuk dikerjakan. “Untuk sementara, kita akan bentuk jalur air sebagai antisipasi saat hujan, agat tidak mengarah kerumah,” paparnya.
Ketua RT 03, Eko Setiawan mengatakan, pihaknya akan membantu mengurus izin yang diminta. “Untuk pengurusan izin, kami yang akan membantu,” jelasnya.
Saat kejadian, kata Eko, sudah diberikan bantuan dari dinas sosial berupa selimut dan lainnya. “Dari BPBD dan masyarakat juga membantu melakukan pembersihan tanah longsor tersebut,” jelasnya.
Dikesempatan itu, Adi juga mengusulkan rumah tersebut, masuk kedalam bantuan bedah rumah. “Rumah ibu mina ini, dindingnya hanya menggunakan papan seberan, ini patut dibantu,” pungkasnya(phi)













