Home / ARTIKEL / BERITA / NASIONAL / PERISTIWA

Wednesday, 28 June 2023 - 15:28 WIB

Maidarti Kecewa Tidak Satupun SMA Negeri Yang Bisa Terima Anaknya Lewat Jalur Zonasi

Padang, Sinyalnews.com,- Sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru terus berpolemik. Termasuk di Kota Padang sendiri. Bahkan ada orang tua yang duduk didepan sekolah  lantaran anaknya tidak diterima di SMA Negeri yang didambakan.

Adalah Maidarti, satu diantara puluhan orangtua/wali calon siswa di Kota Padang yang anaknya tidak diterima gara-gara alamat rumahnya tidak masuk dalam jalur zonasi di kota Padang.

Orang tua dari Refani Putri Yolanda warga jalan Palmerah no 2 Air Tawar Timur Kec Padang Utara ini terpaksa harus menelan kekecewaan akibat anaknya yang lulusan SMP 7 tidak bisa mendaftar di SMA 1 akibat jarak sekolah dengan rumahnya yang lumayan jauh.

“Jarak rumah saya dengan SMAN 1 Padang lebih kurang 3,6 km. Akibatnya saya tidak bisa mendaftarkan anak saya di SMAN 1. Sedangkan SMA yang ada dekat rumah saya hanya SMAN 1 Padang” ujar Maidarti.

Ia juga menyesalkan kenapa di Kelurahan Ulak Karang Utara tidak ada SMA Negeri. Padahal penduduknya paling banyak dari lima kecamatan lainnya yang ada di Kota Padang. “Apa SMA 1 itu cuma untuk orang Belanti saja”? ujar Maidarti bertanya.

Baca Juga :  Demi Prestasi, Kankemanag Padang Semangati Peserta TC IV MTQ

Sementara itu, pemerhati pendidikan Arisman SH mengatakan bahwa sistem zonasi sebenarnya dari sisi tujuan dan semangat sangat baik.

Pemikiran awalnya penerapan zonasi untuk mengakomodir bagaimana anak-anak yang tidak berprestasi dan tidak mampu bisa masuk di sekolah negeri. Kendati demikian, ia memastikan sistem zonasi masih belum siap untuk diterapkan di Sumbar untuk saat ini, dikarenakan sekolah yang ada saat ini belum bisa menampung lulusan SMP yang ada.

“Menurut saya, untuk saat ini, sebetulnya sistem zonasi belum bisa diterapkan di Sumatera Barat. Bayangkan saja, pemerataan pembangunan sekolah masih belum terjadi,” ucap Arisman

Ia mencontoh, di Kecamatan Padang Utara hanya ada dua SMA Negeri. Dengan jumlah penduduk yang cukup padat kalau sistem zonasi dipaksakan untuk diterapkan, akibatnya anak yang di kelurahan Ulak Karang Timur tidak akan bisa diterima di sekolah negeri, seperti yang dialami ibu Maidarti.

Baca Juga :  Bukittinggi Kirim 11 Orang Ikut Jumbara Nasional 2023 di Lampung.Dilepas Secara Resmi oleh Wako Bukittinggi

“SMA 1 Padang mungkin hanya bisa menyerap siswa di kelurahan Belanti dan Ulak Karang Selatan, maka sisanya siswa yang tinggal di kelurahan Ulak Karang Utara dan Air Tawar dan sekitarnya tidak akan bisa sekolah. Solusi jangka pendek yang harus dilakukan pemerintah, mengeluarkan kebijakan agar memberikan peluang yang besar kepada siswa yang berprestasi ataupun membuka ruang kelas baru untuk mengakomodir siswa yang tidak tertampung,” ujar Arisman.

Solusi jangka pendek lainnya, bisa saja pemerintah mensubsidikan sekolah swasta. Bahkan jika bisa sekolah swasta harus digratiskan. “Sementara untuk solusi jangka panjangnya pemerintah menambah jumlah sekolah (negeri, red),” tutupnya.

(Marlim)

Share :

Baca Juga

BERITA

Inovasi Tanpa Henti, Wako Hendri Arnis Paparkan Inovasi Padang Panjang di Ajang IGA 2025

BADAN NEGARA

Kecelakaan tak dapat di hindari salah satu warga Ujung Gading Pasaman Barat

BERITA

CILACAP: RUMAH WARGA HANGUS TERBAKAR, DIDUGA KONSLETING LISTRIK 

BADAN NEGARA

Bakamla RI Siap Dukung Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025

BERITA

Hermanto: NKRI Kuat Bila Persatuan dan Keadilan Bisa Diwujudkan 

DAERAH

Polri Fasilitasi Kepulangan Korban Perundungan di Cilacap 

BADAN NEGARA

Gaya Baru : Penyelundupan Narkoba Dengan Drone, Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonzipur 5/ABW Berhasil Gagalkan Narkoba

ARTIKEL

Aminur Rahman, Penyair Terkenal Bangladesh akan ikut Demo memasak bersama Chef Dr Liza Zainol, Malaysia