Home / ARTIKEL / BERITA / INTERNASIONAL / KEMENTERIAN / NASIONAL / PERISTIWA / RUBRIK CAHAYA ILMU

Wednesday, 14 June 2023 - 08:52 WIB

Tantangan dan Peluang TPHI, Berikut Penjelasan Edy Oktafiandi

Padang, Sinyalnews.com –Menjadi petugas haji kloter atau Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) memang sangat berat. Selain komitmen yang kuat membantu sesama juga harus memiliki fisik yang sehat baik jasmani maupun rohani.

Lebih – lebih situasi saat ini cuaca ekstrim dan banyak dari Jemaah Calon Haji (JCH) yang sudah berusia lanjut alias lansia.
Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, H. Edy Oktafiandi yang juga salah satu TPHI Kota Padang kepada wartawan baru baru ini.

Dijelaskan Edy bahwa, menjadi TPHI merupakan suatu kesempatan yang patut disyukuri bagi orang yang dapat tugas melayani tamu Allah tersebut. kenapa tidak kesempatan sebagai petugas haji yang dilalui dengan seleksi yang sangat ketat serta Bimtek yang diikuti selama 10 hari menjadi dambaan setiap orang termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kota Padang khususnya.

Baca Juga :  Terus Pacu Pertumbuhan Industri di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Fokus pada Inovasi dan Ilirisasi Produk

“Kesempatan sebagai petugas kloter sekaligus dapat melaksanakan ibadah umrah dan haji bersama dengan jamaah maka Peluang inilah yang membuat setiap mereka memilki kompetensi terus mengikuti seleksi yang pada akhirnya ketentuan Allah SWT juga akan berlaku,” jelas Edy Oktafiandi.

Edy Oktafiandi mengungkapkan bahwa menjadi petugas haji saat ini sangatlah ditantang dan dituntut kesungguhan, kemampuan, ketelatenan dan kesabaran dalam mengurus jamaah yang lebih dua pertiganya merupakan jamaah lansia dan memiliki resiko tinggi (Resti).

Lanjutnya, perjalanan haji sangat melelahkan baik penerbangan dari tanah air ke Madinah dengan waktu 8,4 jam serta cuaca yang sangat panas 42 derjat celcius membuat jemaah haji kelelahan.

Bahkan ada jamaah yang sejak dari tanah air memiliki sudah miliki potensi sakit sesampai di Madinah bertambah sakit seperti hipertensi, diabetes, stroke demensia dan lainnya.

Baca Juga :  Konsultasi Hukum oleh Penyuluh Hukum Kanwil Kumham Sumbar pada WBP Lapas Kelas IIA Bukittinggi.

Semuanya itu harus dilakukan oleh petugas kloter kondisi yang sulit itu petugas harus mencari solusi penanganan seperti pendamping lansia dari jamaah. Karena, memang tahun ini tidak ada porsi pendamping lansia , mencari kursi roda dan jamaah yang teresat.

“Belum lagi memenuhi keinginan jamaah terhadap layanan akomodasi transportasi serta konsumsi yang harus disikapi dengan bijak,” ungkap Edy menjelaskan.

Menurut Orang Nomor satu DiKementerian Agama Kota Padang tersebut, tantangan ini menuntut petugas kloter harus mampu mengelolanya dengan melakukan Komunikasi , Koordonasi dan kolaborasi yang Intens diantara petugas dan sesama jamaah.

Malah dalam kondisi tertentu petugas kloter harus maju tampil langsung memberikan bantuan pada jamaah, sambungnya.

Selain itu, pembinaan jamaah harus dilakukan secara Continiu melalui petugas kloter dan para tokoh masyarakat yang ada dalam kloter.

HarisTJ

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

PORKEL, Ajang Olahraga Guyubkan Warga Antar Kelurahan

ARTIKEL

Panglima TNI Hadiri Raker Bersama Komisi I DPR RI

BERITA

Rakyat Ingin Pemilu Karena Hendak Melakukan Perubahan Yang Lebih Baik dan Lebih Beradab

BERITA

Menhan Prabowo Bicara di Rakernas Apeksi XVI 2023 Makassar, Tegaskan Pentingnya Hilirisasi

BERITA

15 Orang Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Tahun 2025

BERITA

“Di Tengah Banjir Bandang, PAN Bersama Mardiansyah Bawa Harapan ke Posko Pengungsian”

BADAN NEGARA

Jelang Sertijab, Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Exit Briefing

ARTIKEL

Lapor Pak Kapolda!!, Tangkap Oknum Jaksa Yang Mau Menyuap Wartawan