PadangPanjang, Sinyalnews com,– Tak hanya di Pemerintahan Kota yang menggelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-115,Dalam rutan kelas 11B kota Padang Panjang dipimpin oleh Karutan Auliya Zulfahmi juga memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-115,
Dengan tema “Semangat Untuk Bangkit” yang diusung sebagai peringatan ke-115 Kepala Rumah Tahanan Negara kelas IIB Padang panjang bersama seluruh jajaran melaksanakan upacara kenaikan bendera yang diikuti juga oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan dilaksanakan di lapangan Rutan Padang Panjang pada Senin (22/5) pagi ini.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Auliya Zulfahmi , Karutan Rupajang itu menyampaikan Pidato Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Selain merayakan berbagai capaian bangsa Indonesia, Harkitnas juga dimaknai dengan mensyukuri segala langkah kemajuan, perbaikan, atau bahkan pelajaran yang didapatkan dari perjuangan Indonesia.
“Harkitnas hari ini juga kita maknai dengan memperingati perjuangan bersama kita. Kementerian, lembaga, pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, pers, komunitas dan seluruh elemen bangsa saling bahu-membahu berkolaborasi menerapkan nilai-nilai persatuan juga kesatuan dalam mewujudkan kebangkitan bangsa kita dari berbagai krisis global, baik kesehatan, perekonomian, hingga geopolitik sekali pun,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus mempertahankan bara api semangat kebangkitan nasional sembari cerdas, juga kerja bersama demi kemandirian dan kemajuan bangsa yang berkelanjutan.
“Kita juga ingin bara api semangat kebangkitan yang kita jaga saat ini dapat menjadi lentera penerang harapan sekaligus penunjuk jalan bagi perjuangan generasi penerus bangsa kelak,” tuturnya lagi membacakan Pidato Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Sebagai Inspetur upacara Zulfahmi mengatakan “Sejak didirikannya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, Gerakan perjuangan Indonesia dengan gegap gempita bergerak maju mewujudkan Republik Indonesia sebagai negara yang satu, berdaulat, adil dan makmur.
Barisan persatuan yang dibentuk oleh Boedi Oetomo adalah suatu pemantik bagi kekuatan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di masa yang sulit, baik pada masa pra kemerdekaan maupun pasca-kemerdekaan. Di masa ini, di saat kemerdekaan telah kita raih, barisan perjuangan kita harus tetap rapat, erat, dan terus maju bergerak – mengobarkan api “Semangat Untuk Bangkit!” demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” sebut Karutan.
Fahmi pangilan Akrabnya karutan juga melanjutkan bahwa Tingginya kepercayaan dunia kepada Indonesia di tingkat dunia baik itu atas suksesnya Presidensi G20 maupun forum ASEAN menjadi momentum untuk mengimplementasikan semangat kebangkitan nasional dalam menyambut era pasca pandemi COVID-19 sekaligus perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Mengutip perkataan dr. Soetomo, “Generasi yang mau berjuang untuk kemandirian bangsanya adalah generasi yang mencintai generasi penerusnya dan mencintai tanah airnya”.(Phi)
“














