Padang Panjang,sinyalnews.com,-Ribuan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Padang Panjang menunggu-nunggu pencairan tunjangan penghasilan pegawai (TPP). Sudah 2 bulan ini uang tersebut belum cair. Pemko menyatakan TPP memang belum cair karena ada persyaratan baru yang harus dipenuhi.
Wakil walikota Padang Panjang Drs Asrul meminta semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersabar terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang belum cair tahun 2023. “Kami minta ASN untuk sabar dulu, pasti TPP akan dibayarkan dan dirapel” kata Asrul.
Total pegawai Pemko PadangPanjang mencapai Ribuan Baik ASN maupun non-ASN. Tapi yang berhak mendapatkan TPP adalah ASN, begitu juga mereka yang bertugas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota padang Panjang ,meski mereka mendapatkan bagi instensitif Upah pungut pajak tapi tetap saja idak mencukupi kebutuhan keluarga .
Pencairan TPP dilakukan pada bulan setelahnya. TPP Januari, misalnya, dicairkan pada Februari. Namun, yang terjadi saat ini, TPP Januari dan Februari belum cair meski sudah masuk bulan Maret.
Nilai TPP setiap ASN tidak sama satu dengan yang lain. Bergantung posisi atau jabatan. Misalnya, kepala bidang (Kabid) sekitar Rp 6 juta, sekretaris sekitar Rp 7 juta, dan kepala dinas (kadis) sekitar Rp 12 juta. ASN tingkat staf mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.
Kadis BPKAD Kota Padang Panjang DR.Winarno ME mengatakan, pencairan TPP baru bisa dilakukan setelah ada persetujuan atau rekomendasi dari Kementerian. Hal itu diawali dengan pengajuan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Pemko Kota Padang Panjang telah mengajukan jauh sebelumnya. “kami ajukan. Tapi, sampai sekarang belum keluar rekomendasinya,” katanya.
Winarno melanjutkan, ada beberapa perubahan persyaratan yang membuat rekomendasi pengajuan itu belum keluar. Pihaknya telah memenuhinya dan mengajukan kembali.ditambah adanya perubahan perwako dan harus disetujui oleh Kemenkumham dan diteruskan ke Provinsi .“Persyaratannya ada yang berubah. Ini tiap tahun seperti itu. Mestinya kalau awal tahun itu molor,” ungkapnya.
Karena TPP Januari belum cair, ada kemungkinan akan dobel nanti pencairannya. TPP Januari dan Februari mungkin akan dicairkan bareng. “Iya semoga saja cepat cair,”
Winarno mengaku, sebenarnya sudah pernah menyampaikan perihal keterlambatan pencairan ke pemerintah pusat ketika ada rapat bersama. Kalaupun ada persyaratan yang baru, jangan disosialisasikan pada tahun tersebut. Misalnya, perubahan persyaratan yang akan berlaku pada 2023 ini, sosialisasinya harus dilakukan pada 2022 akhir.
“Dengan begitu kan kami siap-siap. Jadi, saat harinya datang kami sudah selesai,” tandasnya.Sementara itu Allex Saputra selaku pengamat dan sekaligus pelaku ekonomi diKota Padang Panjang memaparkan jika TPP ASN di Pemko Padang Panjang menjadi salah satu komponen yang sangat diandalkan untuk memutar roda perekonomian daerah.
Kondisi ini menjadi fenomena tersendiri. Utamanya jika dibandingkan daerah lain yang memiliki banyak kegiatan ekonomi swasta.
” Pasar Padang Panjang sementara ini memang sangat bergantung dengan TPP. Pihak swasta pun belum terlalu bisa di andalkan untuk menggerakan perekonomian masyarakat,” kata nya.
Peran TPP sangat dominan terasa terhadap kegiatan lapangan usaha lokal, khususnya bagi pelaku skala mikro dan kecil.
Adanya TPP dinilai menjadi tolok ukur daya beli masyarakat. Terlebih profesi ASN cukup mendominasi status pekerjaan di Padang Panjang.
“TPP ini secara tidak langsung juga sangat diharapkan pedagang karena pengaruh itu ke kemampuan belanja masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan, keterlambatan pembayaran TPP akan sangat terasa dampaknya. Tidak hanya kepada pegawai tetapi juga kepada pelaku usaha mikro dan kecil sekitar kota Padang Panjang ini.
Oleh karena itu, ia meminta pemko agar bisa mengatasi dengan cepat keterlambatan pembayaran TPP dan tidak terjadi lagi . Ini diharapkan bisa menjaga stabilitas perekonomian masyarakat sekitar tuturnya .
Salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya mengaku sebenarnya sudah sangat menunggu TPP itu. Kebutuhan sangat banyak. “Ya nunggulah. Kebutuhan banyak. Kalau bisa secepatnya cair,” apalagi akan memasuki bulan ramadhan Harga barang pada naik .menambah sepi nya pasar ungkapnya. (Paulhendri)














