DAYA HIDUP DALAM BUDI PEKERTI

DAYA HIDUP DALAM BUDI PEKERTI

SUMATERA BARAT, Sinyalnews.com,- Sesuai dengan keadaan kita sebagai mahkluk yang diberi daya untuk hidup dan kehidupan kita, maka menurut hukum budi daya upaya tersebut bukanlah hanya semata-mata diwujudkan kepada matahari kelengkapan hidup saja, tetapi yang utama sekali daya itu harus lebih dahulu ditunjukan kepada nilai kehidupan. Dalam hal ini berbeda sekali daya manusia dengan hewan, yang oleh hewan daya itu mutlak ditujukan kepada kelengkapan hidupnya dengan tidak memperhatikan akan nilai kehidupan. Lihatlah seekor anak ayam, sehari ia pandai mengais, maka ia kaislah sesuatu yang dapat dimakannya dengan tidak membedakan apakah makanan itu bernilai, sesuai dan selaras dengannya. Tetapi anak manusia tidaklah seperti itu halnya. Semula anak berkehendak kepada makanan, tidaklah diberi sesuatu yang bersifat asal makan saja, tetapi harus diperhatikan kekuatan tubuhnya, masa dan iklim, serta takaran yang patut dimakannya.

Jadi daya hidup yang diberikan Tuhan kepada manusia ini disamping dipergunakan untuk memenuhi hajat kehidupan haruslah dipelihara nilai dan mutu kehidupan itu. Dengan daya upaya itu manusia dapat menghasilkan bermacam- macam ragam jenis penghidupan, maka dinilainya yang akan menjadi pegangan hidupnya. Tidaklah kesemuanya ditelan dan dilutapnya, tetapi sebagian ada yang ditinggalkannya karena tidak membawa nilai bagi kehidupannya. Bukan saja nilai itu terletak pada zat penghidupan, malah lebih dari itu karena hendak mencapai nilai yang paling tinggi diperlukan lagi masa dan ketika serta tempat yang layak baginya. Umpamanya, seorang yang lapar menginginkan makan, setelah apa yang akan dimakan diperolehnya tidaklah ketika itu jua dimakannya, tetapi lebih dahulu ditenggangnya sa’at dan tempat makannya. Ia rela menahan lapar itu walaupun telah ada yang akan di makan bila belum selaras dengan ketika dan tempat memakannya. Malah kalaupun telah sesuai dengan waktu dan tempat, manusia tadi masih lagi mencari cara yang sebaik – baiknya, agar tidak menurunkan nilai yang harus dicapai.

Baca Juga :  Desa Wisata Kubu Gadang, Meski Kurang Potensi Alam Tapi Punya Sumber Daya Manusia Yang Luar Biasa  

Meletakkan nilai kehidupan dipangkal daya hidup yang ada itu, disanalah pula terletak dasar – dasar yang baik untuk menghiasi diri dengan sifat – sifat yang utama dan mulia. Sebaliknya dengan melupakan hal yang demikian hidup dan kehidupan manusia tadi akan menjadi hina dina, karena hidup asal hidup saja dengan tidak memperdulikan nilai kehidupan manusia akan menempuh jalan hidup yang tidak berbeda dengan hewan.

Kenapa ada manusia yang serakah, kenapa ada manusia yang untuk hidupnya harus mengganggu kehidupan manusia yang lain, kenapa ada manusia yang melakukan umbuk – umbi dan kicuh mengicuh dalam penghidupan, kenapa ada manusia yang tidak segan – segan mengerjakan haram yang terlarang dalam kehidupan ini? Semua itu berpangkal kepada hanya karena dia tidak mendampingi daya hidupnya dengan nilai kehidupan. Sipat yang hina ini lahir karena hanya semata-mata hendak hidup tetapi tidak memperdulikan apakah hidup itu bernilai atau tidak. Bila berkata asal menggerakkan daya lidah saja dengan tidak menenggang nilai yang akan dikatakan, tidak mustahil lidah tadi akan mengatakan perkataan yang tidak terjamin benarnya, Maklumlah lidah tidak bertulang. Demikian dalam berkata-kata, dan demikianlah seterusnya sifat yang lain – lain.

Kembali kita kepada daya hidup yang ada pada manusia ini, sebenarnya dia adalah satu anugerah yang sangat sakti. Ia dimiliki oleh tiap Ada daya hidup yang manusia dengan bentuk yang beraneka warna. tumbuh di diri sendiri dan ada pula yang datang dari luar. Artinya ada daya yang dibawakan diri dan ada pula yang dapat hanya orang memberi. Oleh pendidikan budi pekerti segala daya hidup itu sama saja kedudukannya demi untuk kehidupan manusia. Tidaklah akan rendah penghidupan seorang tani dari seorang pegawai tinggi. Dan tidaklah akan lebih tinggi kehidupan seorang saudagar yang kaya raya dari seorang kuli yang menyapu sampah di jalan raya. Satu dengan yang lain itu sangkut dan tali temali,

Baca Juga :  Peringati HUT Kemerdekaan RI ke 78, Kapolres Pekalongan Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Di Halaman Polres

Bila direnung tiap – tiap manusia yang hidup dengan daya hidup yang ada padanya kita akan merasakan bahwa yang satu tidak akan mendapat kesempurnaan hidupnya dengan tidak turut serta yang lainnya.

Menghemat daya hidup yang ada pada yang lain itu, itulah dia nilai kehidupan yang utama sekali. Andai kata tiap – tiap diri manusia dengan daya hidup yang ada padanya tidak melupakan nilai hidup yang ada pada orang lain niscaya seluruh kehidupan manusia ini akan tetap dalam bahagia raya, rukun damai dan aman sentosa. Ringkasnya kebahagiaan hidup itu tidak hanya terletak pada kekuatan daya hidup tetapi yang utama sekali adalah pada nilai kehidupan tersebut. Yakinilah, bahwa nilai itu serupa saja kedudukannya walaupun jenis – jenis kehidupan dan penghidupan itu berlain – lain dan bermacam ragam. Dengan melupakan nilai kehidupan tadi, disitulah lahir silang sengketa, sebab tiap – tiap kita hanya ingin hidup asal hidup. Itulah sebabnya pendidikan budi pekerti mengajarkan kepada kita supaya daya hidup itu ditujukan kepada jenis kehidupan yang bernilai.

Manakala nilai kehidupan ini dipelihara, dijadikan ia pembimbing daya hidup yang ada pada diri kita maka segala penghidupan yang di kurniakan Tuhan kepada kita akan merupakan rahmat yang lezat dan nikmat. Seorang petani yang berumah di gubuk buruk yang memagar daya hidupnya dengan nilai kehidupan akan lebih nyenyak tidur dan lebih enak makannya dari seorang yang hidup mewah di gedung yang indah tetapi tidak membimbing daya hidupnya dengan kehidupan yang bernilai. Tidak lain dan tidak bukan, hidup ini adalah terletak dalam nilainya. tidak pada jenis penghidupan yang ada.

Judul : Daya Hidup Dalam Budi Pekerti
Penulis : Darman mtc
Sumber. : Budi dalam kehidupan Diri dan Masyarakat (H.M.Bustamil Ibrahim)

(Dg/30.12 22)

Share :

Baca Juga

Daerah

Tampil Sebagai Pembina Upacara di SMA Adabiah. Ini Pesan Miko Kamal

News

Dialog Lintas Agama : Generasi Muda Garda Terdepan Merawat Kerukunan Umat Beragama

Budaya

Walikota Deri Asta Tinjau Kesiapan Lapangan Pacu Kuda Hadapi Final Kejurnas Pordasi Piala Presiden

Budaya

Jelang HUT Kemerdekaan RI, 78 Calon Paskibraka Tingkat Kecamatan Maos Jalani Latihan

News

Sambut HUT ke-77, Brimob Polda Sumbar Gelar Berbagai Kegiatan dan Lomba

Bisnis

Kodim Batang Gelar Panen Raya Padi Varietas Protani/Protangguh

Nasional

Devi Diany, Caleg Golkar Bertekad Sampai ke Parlemen

Daerah

Mubaligh RRI Padang, Dosen UPN Bukittinggi