Home / BERITA / HUKUM

Friday, 23 December 2022 - 16:16 WIB

16 Desember 2022 Tiga Eks Petinggi Garuda Divonis Bersalah

 

Jakarta,- Sinyalnews.com,- Tiga terdakwa yakninya  Albert Burhan  yang merupakan mantan  Vipe President (VP) Treasury Management PT. Garuda Indonesia persero tbk, 2005-2012,  Setijo Awibowo,  mantan VP Starategic Managemen Office Garuda Indonesia 2011-2012 dan Agus Wahjudo mantan Execuative Project Manager Aircrt Delivery PT.Garua Indonesia 2009-2014, divonis besalah oleh majelis hakim  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ketiga terdakwa yang terjerat kasus korupsi pengadaan pesawat udara pada PT.Garuda Indonesia (persero) Tbk. tahun 2011-2021, divonis masing-masing  empat tahun penjara.

 

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada para terdakwa masing-masing empat tahun, denda masing-masing  Rp500.000.000 dan subsider tiga bulan kurungan,”kata hakim dalam amar putusannya, kemaren

 

Majelis hakim menilai, ketiga terdakwa melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi , sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999, tengtang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan primer.

 

Sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) masing-masing lima tahun, denda masing-masing Rp1 miliar, dan subsider enam bulan.

 

Terhadap putusan tersebut, JPU dan juga Penasihat Hukum (PH) dari masing-masing terdakwa juga mengaku piki-pikir.

 

Dalam dakwaan disebutkan proses pengadaan pesawat CRJ-1000 dan pengambilalihan pesawat Turbopropeller ATR72-600 tahun 2012 yang dilakukan oleh Emirsyah Satar selaku Direktur Utama, Hadinoto selaku Direktur Teknik, Setijo Awibowo selaku VP Strategic Management Office (QP), Albert Burhan selaku VP Treasury Management (WF), dan Agus Wahjudo selaku Executive Project Manager (PB) bersama tim perseroan/tim pengadaan lainnya tidak sesuai dengan prosedur pengadaan armada (PPA).

Baca Juga :  Ketua Komite SMAN 3 Padang Lepas Rombongan Study Tour Menuju Kota Pekanbaru

 

Akibatnya, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar USD 609.814.504 (juta) atau ekuivalen senilai Rp 8,8 triliun.

 

Dalam kasus ini, jaksa juga menjerat Emirysah Satar selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2005-2013 serta Soetikno Soedarjo sebagai pihak intermediary (commercial advisor) yang mewakili kepentingan Avions de Transport Regional (ATR) dan Bombardier. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum disidangkan terkait kasus ini.

16 Desember 2022

 

Tiga Eks Petinggi Garuda Divonis Bersalah

 

Jakarta,- Sinyalnews.com,- Tiga terdakwa yakninya  Albert Burhan  yang merupakan mantan  Vipe President (VP) Treasury Management PT. Garuda Indonesia persero tbk, 2005-2012,  Setijo Awibowo,  mantan VP Starategic Managemen Office Garuda Indonesia 2011-2012 dan Agus Wahjudo mantan Execuative Project Manager Aircrt Delivery PT.Garua Indonesia 2009-2014, divonis besalah oleh majelis hakim  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ketiga terdakwa yang terjerat kasus korupsi pengadaan pesawat udara pada PT.Garuda Indonesia (persero) Tbk. tahun 2011-2021, divonis masing-masing  empat tahun penjara.

 

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada para terdakwa masing-masing empat tahun, denda masing-masing  Rp500.000.000 dan subsider tiga bulan kurungan,”kata hakim dalam amar putusannya, kemaren

 

Majelis hakim menilai, ketiga terdakwa melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi , sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999, tengtang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan primer.

Baca Juga :  Kapolda Sumbar Jumat Curhat di Mesjid Jamiatul Huda Ketaping

 

Sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) masing-masing lima tahun, denda masing-masing Rp1 miliar, dan subsider enam bulan.

 

Terhadap putusan tersebut, JPU dan juga Penasihat Hukum (PH) dari masing-masing terdakwa juga mengaku piki-pikir.

 

Dalam dakwaan disebutkan proses pengadaan pesawat CRJ-1000 dan pengambilalihan pesawat Turbopropeller ATR72-600 tahun 2012 yang dilakukan oleh Emirsyah Satar selaku Direktur Utama, Hadinoto selaku Direktur Teknik, Setijo Awibowo selaku VP Strategic Management Office (QP), Albert Burhan selaku VP Treasury Management (WF), dan Agus Wahjudo selaku Executive Project Manager (PB) bersama tim perseroan/tim pengadaan lainnya tidak sesuai dengan prosedur pengadaan armada (PPA).

 

Akibatnya, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar USD 609.814.504 (juta) atau ekuivalen senilai Rp 8,8 triliun.

 

Dalam kasus ini, jaksa juga menjerat Emirysah Satar selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2005-2013 serta Soetikno Soedarjo sebagai pihak intermediary (commercial advisor) yang mewakili kepentingan Avions de Transport Regional (ATR) dan Bombardier. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum disidangkan terkait kasus ini.

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Tutup Program Magang Dalam Negeri, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Investasi Penting agar Anak-Kemenakan Terserap oleh Dunia Kerja

BERITA

Polres Pasaman Barat Berhasil Ringkus Tujuh Pelaku Penambangan Emas Ilegal di Kecamatan Ranah Batahan

BERITA

Warga Dusun Halmahera Hidayat Ujung Gading Pasaman Barat Takbir Keliling Sambut Idul Adha 1444 Hijriah.

ARTIKEL

Kasum TNI Pimpin Upacara Penyambutan Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-J MINUSCA

ARTIKEL

Kapolres Pasaman Barat Ingatkan Agar Jangan Menganggap Remeh Bullying

BERITA

Danramil 14/Cimanggu Hadiri Pembentukan Lembaga Adat Desa Panimbang

ARTIKEL

Bunda Literasi Inggit Berbagi Kiat Tanamkan Budaya Literasi pada Anak Sejak Dini

ARTIKEL

Kodim 1710/Mimika Rayakan HUT Ke-78 Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2024