Home / BERITA / BUDAYA / BUMN / DAERAH / PERISTIWA / SINYAL HIKMAH

Wednesday, 3 May 2023 - 17:20 WIB

Ada 3 Raperda Yang Disahkan

Kota Pekalongan.Sinyalnews.com – Usai melalui tahap pembahasan yang cukup panjang, akhirnya tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Pekalongan bisa disetujui bersama menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan dilakukan antara jajaran eksekutif dari Pemerintah Kota Pekalongan dan legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Adapun tiga raperda tersebut yakni tentang Raperda tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Raperda tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha atau yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna dengan Acara Pengambilan Keputusan DPRD Kota Pekalongan atas 2 Raperda Kota Pekalongan dan 1 Raperda prakarsa DPRD Kota Pekalongan, berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD setempat, Selasa sore (2/5/2023).

Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid saat membacakan pendapat akhirnya mengaku bersyukur atas disetujuinya tiga raperda itu.

“Alhamdulillah ada 3 raperda yang telah disetujui bersama, dimana 2 raperda merupakan usulan eksekutif pemkot dan 1 raperda usulan DPRD. Alhamdulillah semuanya sudah disetujui,” ucap Aaf, sapaan akrabnya.

Disampaikan Aaf, bahwa Raperda pertama tentang Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 94 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pengaturan pajak dan retribusi dalam raperda yang baru mengatur mengenai restrukturisasi pajak, kewenangan pemungutan opsen, dan penyerdehanaan retribusi. Ditetapkannya raperda ini menjadi dasar hukum pemungutan pajak dan retribusi bagi pemerintah daerah dalam optimalisasi tata kelola keuangan serta memberikan kepastian hukum atas pemungutan pajak dan retribusi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kisah Tragis Frengki Bapak 6 Orang Anak. Beras di Bikin Bubur Asal Perut Anak Kenyang. Gara-gara BLT Tidak Tepat Sasaran

Lanjutnya, Raperda kedua tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, dimana raperda ini dimaksudkan untuk menciptakan tata kelola pasar rakyat yang baik dan profesional guna mewujudkan keberadaan pasar rakyat yang tertib, teratur, bersih, aman, nyaman, sehat, dan berkeadilan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai ketentuan SNI Pasar Rakyat. Selain itu, pengaturan mengenai pengelolaan pasar diharapkan mampu menciptakan, memperluas, dan meratakan kesempatan kerja di bidang perdagangan.

Sementara, raperda ketiga tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha atau yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan raperda atas prakarsa DPRD Kota Pekalongan. Pihaknya menegaskan, disepakatinya 3 raperda ini menjadi perda atas dukungan kolaborasi dan komunikasi yang selama ini terjalin dengan sangat baik antara eksekutif dan legislatif di Kota Pekalongan. Sehingga, dalam prosesnya berjalan lancar tanpa ada masalah apapun.

“Harapan kami, 3 raperda ini dilakukan penyesuaian dengan situasi dan kondisi yang ada. PR Kota Pekalongan masih banyak untuk menyusun raperda- raperda lain. Mudah-mudahan di Tahun 2023 ini 3 raperda yang sudah disetujui bersama ini bisa berimbas baik ke masyarakat Kota Pekalongan dan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena salah satu raperda di dalamnya ada penyesuaian harga,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir mengungkapkan bahwa, dari 3 raperda yang ditetapkan ini, 2 raperda merupakan usulan Pemkot Pekalongan dan 1 raperda prakarsa dari DPRD Kota Pekalongan.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Lantik 11 Pejabat Esselon 2 Pemprov Sumbar

“Atas pengambilan keputusan DPRD Kota Pekalongan atas 3 raperda ini nantinya bisa ditetapkan menjadi perda Kota Pekalongan oleh Walikota Pekalongan setelah dikonsultasikan oleh Gubernur Jawa Tengah dan bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yakni 2 Mei 2023,” terang Azmi.

Ditambahkan Ketua Pansus III DPRD Kota Pekalongan, Makmur Mustofa, bahwa untuk perda prakarsa DPRD Kota Pekalongan yakni tentang CSR ini merubah Perda yang ada sebelumnya yakni Nomor 12 Tahun 2013 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang belum berjalan efektif karena belum adanya Peraturan Walikota (Perwal) yang menjadi dasar teknis perda tersebut.

“Perda ini sudah cukup lama tetapi tidak diimbangi dengan adanya peraturan walikota sebagai petunjuk teknis. Seiingga, kami dari DPRD melakukan kajian dan akhirnya menyepakati untuk diubah total dan Alhamdulillah sudah diputuskan menjadi perda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha,” papar Mustofa.

Mustofa berharap, Pemkot Pekalongan sesegera mungkin menerbitkan Perwal sebagai petunjuk teknis. Adapun target utama dari ditetapkannya Perda ini adalah ingin menyatukan visi seluruh badan usaha yang ada di Kota Pekalongan dalam sebuah forum agar dapat membantu Pemkot Pekalongan dalam mendukung dan mewujudkan kegiatan-kegiatan fisik maupun non fisik di Kota Pekalongan.

“Kami melihat hampir seluruh badan usaha pasti memiliki anggaran untuk kegiatan sosial atau CSR itu sendiri. Sehingga, perda ini bisa menjadi patung hukum agar pelaksanaannya nanti bisa berjalan baik, lancar, dan maksimal,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

BERITA

FGD Hidup Sehat dengan Minyak Goreng Sawit

BERITA

Waka Polresta Cilacap Melaksanakan Jumat Curhat tentang pencegahan Karhutla Bersama Masyarakat sekitar Desa Kawunganten

ARTIKEL

Koramil 1715-01 Oksibil Kodim 1715/Yahukimo Melaksanakan Kegiatan Pembinaan Pramuka di SMPN 1 Oksibil

BERITA

Pembentukan Panitia Pengangkatan Perangkat Desa Unsur Jabatan Kepala Dusun Di Desa Paberasan Sampang Cilacap

BERITA

Gubernur Mahyeldi Minta Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Berkedok Donasi yang Menyertakan Namanya sebagai Donatur

ARTIKEL

Danramil 07/ Maos Hadiri Peresmian, Serah Terima Penerangan PJU-TS Desa Merenek

BERITA

PKK Santuni Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa

BERITA

Kabid Humas Polda Kepri Menjadi Narasumber Pada Rakernis Fungsi Tik Polda Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2023