Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KEMENTERIAN / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 26 October 2026 - 19:02 WIB

Tak Cukup Punya Produk, Warga Pandai Sikek Belajar Menaklukkan Pasar Digital

Pandai Sikek .Sinyalnews.com—Potensi sebuah nagari tidak hanya terletak pada kekayaan alam dan warisan budayanya, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengolahnya menjadi peluang ekonomi. Di tengah perubahan pola perdagangan yang kian bergeser ke ruang digital, kreativitas dan penguasaan teknologi menjadi bekal penting agar produk lokal tidak berhenti sebagai kebanggaan kampung halaman, melainkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Semangat itu mengemuka di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (26/10/2026). Sebanyak 40 warga mengikuti Workshop SIAP (Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan) Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam rangka Aktivasi Desa Kreatif. Kegiatan yang berlangsung di Balai Serbaguna Lapangan Bola Mutiara Indah, Koto Tinggi, tersebut mengangkat tema Dari Ide Jadi Produk Unggulan: Merancang dan Mengemas Produk Lokal Bersama AI.

Workshop ini bukan sekadar memperkenalkan teknologi baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami bagaimana ide, kreativitas, dan potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta pemasaran digital.

Hadir sebagai narasumber, Muhammad Irvan dari Jago Akademi membawakan materi mengenai affiliate marketing bagi pemula, yakni metode pemasaran produk melalui tautan khusus yang memungkinkan seseorang memperoleh komisi dari transaksi yang memenuhi ketentuan program.

Sementara itu, sambutan dari Kementerian Ekonomi Kreatif disampaikan oleh Dra. Rita Dwi Kartika Urami, ME, Analis Kebijakan Ahli Madya. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar turut hadir melalui Ten Feri, S.T., M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Datar, yang mewakili Bupati Tanah Datar.

Ketika Media Sosial Menjadi Peluang Ekonomi

Bagi sebagian masyarakat, media sosial selama ini mungkin lebih dikenal sebagai ruang berinteraksi, berbagi cerita, atau mengikuti perkembangan informasi. Namun, di balik layar telepon genggam, terdapat peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan apabila disertai pengetahuan dan strategi yang tepat.

Melalui materi affiliate marketing, peserta diperkenalkan pada cara memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk tanpa harus memproduksi barang sendiri. Peluang ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin merintis kegiatan ekonomi digital dengan modal awal yang relatif terbatas.

Baca Juga :  Tak Hanya Mahir Merias, BLK Ajak Peserta Nguri-Uri Budaya Jawa

Meski demikian, memperoleh penghasilan melalui pemasaran afiliasi tidak sesederhana membagikan tautan. Diperlukan kemampuan memilih produk, memahami kebutuhan konsumen, membuat konten yang menarik, dan membangun kepercayaan audiens. Pendapatan pun tidak bersifat otomatis, melainkan bergantung pada transaksi yang berhasil serta ketentuan program yang diikuti.

Di sinilah keterampilan digital menjadi penting. Masyarakat tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya, memperluas pemasaran, dan menciptakan nilai tambah.

Perubahan tersebut sekaligus menuntut pola pikir baru. Di era digital, peluang usaha tidak selalu harus dimulai dengan membuka toko fisik atau menyewa tempat strategis. Sebuah gagasan yang dikembangkan secara konsisten, didukung produk berkualitas, dan dipasarkan melalui saluran yang tepat dapat menjadi pintu masuk menuju pasar yang lebih luas.

AI dan Masa Depan Produk Lokal

Selain pemasaran digital, pemanfaatan AI menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Teknologi ini dapat membantu pelaku usaha menggali ide, menyusun materi promosi, merancang konsep konten, serta mengembangkan cara penyajian produk agar lebih menarik bagi calon konsumen.

Bagi usaha mikro dan kecil, kemampuan memanfaatkan teknologi tersebut berpotensi membantu menghemat waktu dan memperluas pilihan dalam mengembangkan strategi pemasaran. Proses yang sebelumnya membutuhkan banyak tahapan kini dapat dibantu dengan perangkat digital, meskipun hasilnya tetap memerlukan penilaian dan sentuhan kreativitas manusia.

Namun, teknologi bukan tujuan akhir. AI hanyalah alat bantu, sedangkan nilai utama sebuah produk tetap bertumpu pada kualitas, keunikan, kejujuran, dan kemampuannya menjawab kebutuhan konsumen.

Tantangan inilah yang perlu dijawab dalam pengembangan ekonomi kreatif di tingkat nagari. Potensi lokal harus dikenali, dikembangkan, lalu dikemas dengan cara yang relevan dengan perubahan pasar. Tanpa strategi pemasaran yang memadai, produk berkualitas sekalipun berisiko hanya dikenal dalam lingkup terbatas.

Sebaliknya, ketika kekuatan produk dipadukan dengan cerita yang menarik, identitas yang jelas, serta pemasaran digital yang terarah, peluang untuk menjangkau konsumen baru menjadi lebih terbuka.

Baca Juga :  Babak seru antara team koto sawah vs pertamina rabat pada turnamen voli BBC

Bagi Pandai Sikek, penguatan keterampilan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menghubungkan kekayaan lokal dengan perkembangan ekonomi digital. Warisan budaya dan produk unggulan nagari memiliki peluang untuk memperoleh ruang pemasaran yang lebih luas apabila didukung inovasi dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.

Dari Pelatihan Menuju Kemandirian

Kehadiran perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam kegiatan ini menandai pentingnya kolaborasi dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif. Namun, manfaat pelatihan pada akhirnya akan ditentukan oleh sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi 40 warga yang mengikuti workshop, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal keterampilan baru sekaligus memahami kemungkinan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan ekonomi. Langkah berikutnya adalah mempraktikkan pengetahuan tersebut, mengembangkan konten, menguji strategi pemasaran, dan membangun konsistensi.

Pendampingan setelah pelatihan juga menjadi unsur penting agar keterampilan digital tidak berhenti sebagai pengetahuan sesaat. Masyarakat membutuhkan ruang untuk mencoba, mengevaluasi hasil, serta memperbaiki strategi berdasarkan pengalaman dan kebutuhan pasar.

Sebab, transformasi digital bukan semata-mata persoalan kemampuan menggunakan aplikasi atau mengikuti tren teknologi. Lebih jauh, transformasi tersebut menyangkut kemampuan masyarakat beradaptasi, membaca peluang, dan mengubah pengetahuan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.

Workshop SIAP di Pandai Sikek memperlihatkan bahwa upaya membangun ekonomi kreatif dapat dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat: nagari. Dari ruang pelatihan sederhana, gagasan tentang pemasaran digital dan pemanfaatan AI diperkenalkan sebagai bekal untuk menghadapi perubahan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukanlah seberapa canggih teknologi yang diperkenalkan, melainkan seberapa jauh teknologi itu membantu masyarakat mengembangkan potensi, memperluas kesempatan, dan meningkatkan nilai ekonomi dari karya mereka sendiri.

Dari Pandai Sikek, pesan itu menemukan relevansinya: masa depan produk lokal tidak hanya ditentukan oleh apa yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menceritakan, mengemas, dan mempertemukannya dengan pasar yang tepat.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

PPDB Sumatera Barat Jenjang SMA/SMK di Mulai

BERITA

Perda Tanah Ulayat Disepakati, Gubernur Mahyeldi : Hak Masyarakat Adat Perlu Dilindungi

ARTIKEL

Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana Laksanakan Komsos Dengan Petani Hidroponik

BERITA

Personal Polda Kepri Raih Kejuaran Nasional Atletik Master Indonesia yang di Gelar di Semarang

ARTIKEL

Pol PP Sumbar Sosialisasikan Aplikasi “Setitik Dari Kran”, sebagai Sistem Pemutakhiran Data Kebakaran

BERITA

Berkah Ramadan,Koramil 07/ Maos beserta Persit dan Babinsa Berbagi Takjil 

BERITA

Kapolres Pekalongan Kota pimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres

ARTIKEL

Menhan Prabowo Dampingi Presiden RI Jokowi Pimpin Apel Peringatan Hari Santri Nasional di Tugu Pahlawan