PADANG, Sinyalnews.com—Di atas panggung, tubuh para atlet binaraga terlihat kokoh. Namun, di balik otot yang terbentuk itu, ada latihan panjang, disiplin menjaga pola makan, serta ketekunan yang berlangsung jauh sebelum lampu pertandingan menyala.
Kerja keras itu akhirnya berbuah empat medali bagi kontingen binaraga Kota Padang Panjang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Dari empat medali tersebut, Padang Panjang membawa pulang satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali emas dipersembahkan Indra Mulyadi setelah tampil sebagai juara pertama pada nomor binaraga kelas 80+ kilogram. Indra juga menambah satu medali perak dari nomor Athletic Physique Over 170 sentimeter.
Dua medali lainnya diraih Hendra, yang menjadi juara kedua binaraga kelas 55 kilogram, serta Fachri Afif, yang meraih juara ketiga pada kelas 80 kilogram.
Namun, kemenangan Indra malam itu tidak hanya disaksikan dari jauh oleh jajaran pengurus olahraga Padang Panjang.
Ketua KONI Kota Padang Panjang, Panji Rangga Warman, sengaja hadir langsung menyaksikan pertandingan binaraga tersebut. Kehadiran itu menjadi bentuk dukungan langsung kepada para atlet yang tengah berjuang membawa nama kota di panggung Porprov.
Ketika Indra akhirnya memastikan medali emas, suasana kemenangan tidak berhenti pada seremoni podium.
Setelah penyerahan medali, Panji memberikan bonus instan secara langsung kepada Indra Mulyadi sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya mempersembahkan emas untuk Padang Panjang.
“Saya sengaja hadir untuk melihat langsung perjuangan atlet kita. Ketika Indra berhasil meraih emas, tentu kita patut memberikan apresiasi. Ini bentuk penghargaan spontan atas perjuangan dan prestasi yang sudah diberikan untuk Kota Padang Panjang,” demikian kutipan yang dapat digunakan dari pernyataan Panji.
Menurut Panji, prestasi atlet tidak lahir dalam satu malam. Medali yang dikalungkan di leher atlet merupakan hasil dari proses panjang, latihan yang disiplin, dan kemauan untuk terus bertahan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
“Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi Indra dan atlet-atlet lainnya. Jangan berhenti sampai di sini. Medali ini harus menjadi pemicu untuk berlatih lebih keras dan kembali mengharumkan nama Padang Panjang pada ajang berikutnya,” ujarnya.
Bukan Sekadar Medali
Bagi cabang binaraga, kemenangan memang tidak selalu lahir dari pertandingan yang riuh. Tidak ada sorak penonton seperti dalam sepak bola atau olahraga permainan lainnya.
Pertarungan justru berlangsung dalam sunyi—di ruang latihan, di meja makan, dan dalam kedisiplinan menjaga tubuh setiap hari.
Karena itu, empat medali yang dibawa pulang para binaragawan Padang Panjang memiliki cerita yang lebih panjang daripada sekadar angka dalam tabel perolehan medali.
Indra menunjukkan bahwa satu atlet bisa memberikan kontribusi ganda: emas di kelas 80+ kilogram dan perak pada Athletic Physique Over 170 sentimeter.
Hendra menambah perak, sementara Fachri Afif melengkapi raihan dengan perunggu.
Penyerahan medali berlangsung di ruang serbaguna Hotel Axia, Kota Padang Panjang, Senin malam (5/10/2026). Medali diserahkan langsung oleh Ketua KONI Kota Padang Panjang, Panji Rangga Warman.
Malam itu, panggung Porprov bukan hanya menjadi tempat para atlet menerima medali. Ia menjadi ruang pertemuan antara kerja keras atlet dan penghargaan dari mereka yang datang menyaksikan perjuangan itu secara langsung.
Dan bagi Indra, emas tersebut menjadi lebih dari sekadar logam yang dikalungkan di dada.Ada pesan yang ikut menyertainya: bahwa setiap repetisi latihan, setiap pengorbanan, dan setiap keringat yang jatuh di ruang latihan akhirnya menemukan maknanya ketika nama Padang Panjang disebut sebagai juara.(Paulhendri)














