Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA BUKITTINGGI / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Sunday, 21 June 2026 - 19:01 WIB

Jam Gadang, Saksi Sejarah yang Tak Pernah Diam

Sri Sultan Hamengku Buwono X: Ketika Republik Tak Boleh Padam, Bukittinggi Menjaga Nyala Indonesia

Bukittinggi, Sinyalnews.com — Dukungan terhadap peneguhan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan datang dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Melalui pesan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan DIY dalam Seminar Nasional Bukittinggi Kota Perjuangan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis 18/6/2026, Sultan menegaskan bahwa sejarah bangsa tidak dapat dilepaskan dari peran Bukittinggi saat Republik berada di ambang krisis.

Dalam pesannya, Sri Sultan menyebut peringatan 100 Tahun Jam Gadang bukan sekadar perayaan usia sebuah bangunan bersejarah, melainkan momentum untuk mengingat kembali denyut perjuangan bangsa yang pernah bertahan dari kota ini.

“Satu abad Jam Gadang adalah satu abad ingatan. Seratus tahun lalu sebuah menara jam dibangun di jantung kota ini. Ia bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah saksi sejarah yang tak pernah benar-benar diam. Setiap detak jarumnya menyimpan memori kolektif tentang sebuah bangsa yang nyaris dipadamkan, namun mampu kembali bangkit dan menyala,” tulis Sri Sultan.

Baca Juga :  AKBP Wahyu Rohadi Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Lantas Polres Pekalongan

Menurutnya, Jam Gadang tidak hanya layak dipandang sebagai ikon wisata, tetapi juga simbol keteguhan bangsa. Di bawah bayang-bayang menara itulah, ketika ibu kota negara jatuh ke tangan Belanda, denyut pemerintahan Republik Indonesia tetap bertahan.

“Hari ini saya tidak ingin berbicara tentang Jam Gadang sebagai monumen wisata. Saya ingin mengajak kita kembali pada saat ketika jam itu berdetak di tengah kota yang terkepung, ketika pemerintahan Republik tetap berdenyut dari Bukittinggi,” ujarnya.

Sri Sultan menegaskan, tema seminar “Ketika Republik Tak Boleh Padam” bukan sekadar slogan, melainkan gambaran nyata dari peristiwa bersejarah 19 Desember 1948. Saat Yogyakarta diduduki Belanda melalui Agresi Militer II, nyala Republik tidak ikut runtuh.

Sebaliknya, kata dia, semangat kebangsaan dipertahankan melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia PDRI yang bergerak dari Sumatera dan menjadikan Bukittinggi sebagai pusat perlawanan politik sekaligus simbol keberlanjutan negara.

Mengutip pemikiran ilmuwan politik Benedict Anderson tentang imagined community, Sri Sultan mengatakan bangsa lahir dari kesadaran bersama yang dibangun oleh warganya. Namun, dalam situasi krisis, kesadaran itu diuji melalui tindakan nyata.

Baca Juga :  “Di Tengah Banjir Bandang, PAN Bersama Mardiansyah Bawa Harapan ke Posko Pengungsian”

“PDRI adalah bukti paling kuat bahwa kebangsaan Indonesia bukan sekadar imajinasi bersama. Ia adalah kenyataan yang dipertahankan dengan keberanian, pengorbanan, dan tekad untuk tidak menyerah,” katanya.

Sri Sultan juga mengingatkan kembali kronologi sejarah ketika Belanda melancarkan serangan mendadak ke Yogyakarta pada 19 Desember 1948. Agresi dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dengan pendudukan Lapangan Udara Maguwo. Sementara pengumuman pembatalan sepihak Perjanjian Renville baru disampaikan Belanda pada malam sebelumnya, hanya beberapa jam sebelum operasi militer dimulai.

“Ketika Yogyakarta jatuh, Bukittinggi berdiri. Ketika pusat pemerintahan diduduki, semangat Republik tetap hidup. Dari kota inilah Indonesia membuktikan kepada dunia bahwa negara ini tidak runtuh dan perjuangan kemerdekaan tidak pernah berhenti,” demikian pesan Sri Sultan.

Seratus tahun Jam Gadang akhirnya bukan hanya tentang usia sebuah bangunan. Ia menjadi pengingat bahwa di tengah ancaman dan ketidakpastian, Bukittinggi pernah menjadi penjaga nyala Republik,sebuah warisan sejarah yang terus berdetak bersama waktu.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Perkuat Interoperabilitas Antar Kapal, Satgas MTF TNI XXVIII-P/UNIFIL Laksanakan Latihan Manuver di Laut Mediterania

BERITA

JPU Kejari Padang Tuntut Terdakwa Kasus Dana Koni Hukuman Berat

BERITA

Antisipasi Kekurangan Air Team Ketahanan Pangan Kodim 0736/Batang Perbaiki Aliran Irigasi Dan Buat Sumur Bor

ARTIKEL

Paskibraka Kabupaten Kuala Barito Kunjungi AAL

ARTIKEL

Satgas Yonif 715/Mtl Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

ARTIKEL

Diklat Satpam Gada Pratama Angkatan 11 Tahun 2023 Polres Pekalongan Dibuka, 37 Siswa Ikut Ambil Bagian

BADAN NEGARA

Setelah di Lepas KONI Sumbar, Kontingen Petanque Sumbar bertolak ke Bali Hadapi BK PON XXI 2024

BERITA

Ketua DPRD Padang Panjang Mardiansyah Buka Sidang Paripurna Ranperda Perubahan APBD 2023.