Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA BUKITTINGGI / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Sunday, 21 June 2026 - 15:27 WIB

100 Tahun Jam Gadang, Anhar Gonggong: Bukittinggi Layak Disebut Kota Perjuangan dalam Kedaruratan Republik

BUKITTINGGI, Sinyalnews.com — Sejarawan senior Prof. Anhar Gonggong menegaskan bahwa Bukittinggi memiliki posisi historis yang berbeda dibanding daerah lain dalam perjalanan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, predikat “Kota Perjuangan” yang selama ini melekat pada Bukittinggi perlu diperkuat dengan identitas yang lebih spesifik dan berbasis fakta sejarah.

Hal tersebut disampaikan Anhar saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Bukittinggi Kota Perjuangan yang digelar dalam rangka peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (18/6/2026).

Menurut Anhar, hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki jejak perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Namun Bukittinggi mempunyai kekhasan yang tidak dimiliki kota lain, yakni perannya saat Republik Indonesia berada dalam situasi darurat akibat Agresi Militer Belanda.

“Kalau saya ditanya apa yang membedakan Bukittinggi dengan kota-kota lain, maka saya akan mengatakan bahwa Bukittinggi adalah kota perjuangan dalam kenyataan kedaruratan Republik. Di situlah letak keistimewaannya,” kata Anhar.

Baca Juga :  Pj Walikota Padang Panjang Mengikuti Acara Evaluasi Laporan Kinerja Pj Triwulan I di Kemendagri

Ia menjelaskan, narasi sejarah tersebut penting diperkuat agar posisi Bukittinggi dalam perjalanan bangsa semakin jelas dan memiliki landasan kuat untuk diperjuangkan sebagai daerah dengan status keistimewaan berbasis sejarah.

Anhar mengungkapkan, ketika Belanda bersiap melancarkan Agresi Militer II, sejumlah petinggi Amerika Serikat sebenarnya telah mengingatkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis bagi masa depan kawasan. Namun peringatan itu tidak dihiraukan Belanda yang tetap melanjutkan agresinya.

Dalam situasi genting itulah, kata Anhar, Bukittinggi tampil sebagai salah satu pusat penting pemerintahan Republik yang menjaga keberlangsungan negara di tengah ancaman penjajahan kembali.

Baca Juga :  Kesbangpol Prov Sumbar Selenggarakan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Tokoh Perempuan kota Padang

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Bukittinggi bersama kalangan akademisi dan sejarawan untuk merumuskan secara lebih kuat kekhasan sejarah tersebut dan memperjuangkannya kepada pemerintah pusat.

“Saya mendukung upaya menjadikan Bukittinggi sebagai kota istimewa. Sebab, saya tidak mungkin menyalahi kenyataan sejarah bahwa kota ini memiliki pengalaman dan peran yang berbeda dibanding kota-kota lain pada masa mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.

Menurut Anhar, kekhasan sejarah yang dimiliki Bukittinggi merupakan fakta yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Republik Indonesia. “Khasnya ada, dan tidak akan pernah ada yang menyamainya,” tegasnya.

Seminar nasional tersebut menjadi salah satu rangkaian utama peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang digelar Pemerintah Kota Bukittinggi untuk merefleksikan kembali posisi kota itu dalam sejarah perjuangan bangsa.(NR)

Share :

Baca Juga

DAERAH

Ratusan Warga Luar Sumbar Mengikuti Acara Minangkabau Basepeda, Gubernur Mahyeldi : Tujuan Daerah Mempromosikan Potensi Wisata dan UMKM Lokal Melalui Penyelenggaraan Event Tercapai.

BUDAYA

Peradi Goes to School Seri 23, Miko Kamal: Siswa Diharapkan Jadi Agen Perubahan 

BERITA

BKIM Sumbar Berikan Pelayanan Yang Ramah Kepada pasien. “Kepuasan Anda Adalah Komitmen Kami”

BERITA

20 Bacaleg PAN Padang Panjang Lengkap dan Diterima 

BERITA

Aktifitas Reklamasi dipantai konang di hentikan oleh kkp

BADAN NEGARA

Kapolri Sebut Turnamen Bulutangkis Kapolri Cup Pintu Masuk Mengikuti Kejuaraan Nasional dan Internasional

ARTIKEL

Laksanakan Patroli KRYD, Polisi Ingatkan Warga Tertib Berlalu Lintas

ARTIKEL

Panglima TNI Hadiri Asia Security Summit: Shangri-La Dialogue 2025