Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / SUMBAR

Wednesday, 10 June 2026 - 00:05 WIB

Di Tengah Tsunami Informasi, Padang Panjang Menyalakan Lentera Literasi

Bunda Literasi dan DPK Padang Panjang mengajak masyarakat menjadi pembaca yang kritis, bukan sekadar pengguna media sosial yang mudah percaya pada setiap informasi yang beredar.

PadangPanjang.Sinyalnews.com — Setiap hari, jutaan informasi berseliweran di layar telepon genggam masyarakat. Berita, video, unggahan media sosial, hingga pesan berantai datang silih berganti tanpa jeda. Sebagian membawa pengetahuan, sebagian lagi menyimpan kekeliruan, bahkan tidak sedikit yang sengaja dirancang untuk menyesatkan.

Di era digital seperti sekarang, tantangan masyarakat bukan lagi kekurangan informasi, melainkan kesulitan membedakan mana informasi yang benar, mana yang menyesatkan, dan mana yang sengaja dipelintir untuk kepentingan tertentu.

Fenomena itu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) yang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, pegiat literasi, pengelola perpustakaan, dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Selasa (9/6/2026), di Aula Kantor Camat Padang Panjang Timur.

Di tengah derasnya arus digital yang tak mengenal batas ruang dan waktu, kegiatan tersebut hadir bukan sekadar sebagai pelatihan rutin. Lebih dari itu, bimtek ini menjadi ikhtiar membangun benteng pengetahuan agar masyarakat tidak mudah terseret arus hoaks, disinformasi, maupun provokasi yang kian marak di media sosial.

Suasana aula yang dipenuhi para pejuang literasi itu memperlihatkan satu kesadaran bersama: masa depan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan informasi secara bijak.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Wita Desi Susanti, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, kemampuan mengakses dan memahami informasi secara tepat telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan modern.

“Literasi merupakan kebutuhan bersama di tengah derasnya arus informasi. Dengan kemampuan literasi yang baik, masyarakat akan lebih cerdas dalam memahami informasi, mengambil keputusan, dan memanfaatkan berbagai peluang untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.

Baca Juga :  Kanit Reskim Deki Guswandi Juga Wasit Nasional Sepaktakraw

Pernyataan tersebut menjadi semakin relevan ketika media sosial kini menjelma sebagai ruang publik baru yang memengaruhi cara masyarakat berpikir, bersikap, bahkan mengambil keputusan.

Di satu sisi, teknologi membuka akses pengetahuan tanpa batas. Namun di sisi lain, teknologi juga menghadirkan ancaman berupa banjir informasi yang tidak semuanya dapat dipercaya.

Karena itu, Bunda Literasi Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri Arnis, menekankan bahwa literasi informasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca buku atau memahami tulisan.

Lebih dari itu, literasi adalah kemampuan mengenali kebutuhan informasi, mencari sumber yang kredibel, mengevaluasi kebenarannya, hingga menggunakan informasi tersebut secara bertanggung jawab.

“Literasi informasi adalah kemampuan yang harus dimiliki setiap orang agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat menjadi lebih kritis, selektif, dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi,” kata Maria.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan terbiasa memeriksa sumber informasi, membandingkan berbagai referensi, serta tidak mudah terpancing oleh judul-judul sensasional yang sering muncul di media sosial.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan dan penggerak literasi di lingkungan masing-masing melalui berbagai kegiatan yang mendorong budaya membaca, belajar sepanjang hayat, serta pemanfaatan informasi secara positif.

Pandangan senada disampaikan Ketua PWI Padang Panjang, Syupriyanto, yang menilai kegiatan yang digagas Bunda Literasi bersama DPK tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas menghadapi tantangan era digital.

Menurutnya, saat ini hampir setiap orang memiliki akses untuk memproduksi dan menyebarkan informasi. Namun tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar fakta yang kuat.

“Di era media sosial seperti sekarang, setiap orang bisa menjadi penyebar informasi. Persoalannya, tidak semua informasi yang beredar itu benar. Karena itu masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memeriksa sumber, memverifikasi fakta, dan memahami konteks sebuah informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Kegiatan literasi seperti ini sangat penting karena menjadi benteng pertama melawan hoaks, fitnah, dan disinformasi,” ujar Syupriyanto.

Baca Juga :  Menteri Agama Terganggua Dengan Kalimat Tahmid dan Tasbih. Masya Allah!!. 

Ia mengapresiasi konsistensi Bunda Literasi Kota Padang Panjang yang terus mengedukasi masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi warga yang kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

“Apa yang dilakukan Bunda Literasi hari ini sesungguhnya bukan hanya mengajarkan masyarakat untuk gemar membaca, tetapi juga mengajarkan masyarakat untuk berpikir. Ketika masyarakat terbiasa berpikir kritis, maka ruang bagi hoaks dan provokasi akan semakin sempit. Ini investasi besar untuk masa depan Kota Padang Panjang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DPK Kota Padang Panjang, Januardi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang dibagi dalam empat sesi. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat literasi, Bunda Literasi kelurahan, pengelola perpustakaan, pengelola TBM, hingga guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tingkat SMP dan SMA.

Melalui kegiatan ini, DPK berharap lahir semakin banyak agen literasi yang mampu menjadi motor penggerak edukasi informasi di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir semakin banyak agen literasi yang mampu mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan informasi secara cerdas, sehingga budaya literasi di Kota Padang Panjang terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, kemampuan memilah informasi telah berubah menjadi kebutuhan dasar masyarakat modern. Sebab, masyarakat yang maju bukanlah mereka yang menerima informasi paling banyak, melainkan mereka yang mampu membedakan fakta dari kebohongan, pengetahuan dari propaganda, dan kebenaran dari sekadar opini yang viral.

Dari sebuah aula di Padang Panjang, upaya itu sedang ditanamkan. Sebuah ikhtiar sederhana namun penting, agar masyarakat tidak hanyut dalam gelombang informasi, melainkan mampu menjadi nahkoda bagi pikirannya sendiri.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

SALAH SATU SANTRI YANG TENGGELAM DI PANTAI PASIR PUNCU PURWOREJO DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA SEJAUH 2.2 KM

BERITA

H.Ginno Irwan Caleg DPRD Provinsi Sumbar Bantu Korban Kebakaran Di Limau Manis Selatan Kecamatan Pauh

ARTIKEL

Wagub Audy Joinaldi Wisuda Peserta Pluzi Academy Angkatan II tahun 2024

BERITA

Rico Alviano Dari Khatib Sulaiman ke SenayanRico Alviano Dari Khatib Sulaiman ke Senayan

ARTIKEL

Kodim 0312 Berduka Kasdim Letkol Inf Anton SE Di Panggil Sang Khalik

BERITA

Sejumlah Kepala Dinas Masuk Tim Terpadu Penanganan Arus Mudik dan Balik Wilayah Sumbar

ARTIKEL

TB Hidayah Padang Panjang Gelar Buka Puasa Bersama dan Serahkan Zakat ke BAZ Padang Panjang

ARTIKEL

Kankemenag Padang : Smart Surau Selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama