Ratusan Ayam Bantuan Dana Pokir Anggota Dewan Mati Mendadak

Padang, Sinyalnews.com,– Sejumlah warga dari kelompok ternak yang berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung merasakan kekecewaan mendalam, akibat matinya 650 ekor ayam bantuan dari Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian, dengan sumber anggaran dari dana Pokok Pikiran Ketua DPRD Padang Syafrial Kani.

Kelompok ternak dengan nama Kelompok Wanita (KWT) Tani Jaya yang beralamat di Jalan Jaruai RT 04 RW 04 Kelurahan Bungus Barat ini meminta kepada Pemko Padang, untuk mengganti kembali keseluruhan ternak yang mati tersebut.

“Proyek pengadaan unggas jenis ayam kampung ini telah gagal. Karena dalam jangka waktu satu minggu, ayam yang didatangkan kepada kami mati semua. Kami tak ingin Pemko Padang menggantinya setengah-setengah. Harapan kami ingin diganti semuanya,” tegas Ketua KWT Tani Jaya Mega Rosalina kepada media, Rabu (8/2/2023) didampingi sejumlah pengurus.

Mega menerangkan, awal mulanya Dinas Pertanian mendatangkan ayam.tersebut pada malam hari di Akhir Desember dengan jumlah 615 ekor. Selang beberapa hari kemudian, 35 ayam datang lagi kesana, sehingga KWT Tani Jaya mendapatkan bantuan ayam sejumlah 650 ekor.

Pas ayam tersebut datang, Mega sempat menanyakan kepada penjualnya, bahwa ayam yang dikirim berukuran kecil kecil. Selain itu juga Dirinya sempat bertanya ayam tersebut dikirim darimana.

Baca Juga :  Kapolda Bali Pantau Pengamanan Perayaaan Malam Tahun Baru di Kawasan Garuda Wisnu Kencana

Sebelum ayam datang, kelompoknya pun juga sudah mempersiapkan kandang yang representatif beserta makanan dan minumannya, guna memenuhi syarat untuk memperoleh ayam bantuan itu.

“Penjualnya menjawab memang Dinas Pertanian yang mengorder ayam dengan ukuran kecil tersebut. Ayam didatangkan dari Payakumbuh, namun tidak langsung dibawa ke Padang. Karena disortir dulu di Pariaman, baru dibawa kesini dan itu sudah malam sampai di kandang. Pas ayam datang pun kami lihat, ayam nya juga kurang sehat,” tuturnya

Kesedihan Anggota KWT Tani Jaya pun sebut Mega bertambah dalam, karena ayam peliharaan pribadi yang berlokasi di sekitar kandang, juga mengalami mati mendadak.

“Ayam di sekeliling juga mati mendadak akibat ayam bantuan itu. Masyarakat disini juga sempat beberapa hari mengalami demam, akibat penyebaran virusnya. Jikalau ayam bantuan ini sehat, sudah terbayang pula bagi kami sebelum lebaran, ayam nya sudah bisa dipanen dan telurnya bisa dijual,” ucapnya dengan nada sedih.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syafrial Kamat, ia mengatakan bahwa ayam jenis KUB yang dikirim ke KWT Tani Jaya Bungus dalam keadaan sehat dan bagus, berdasarkan informasi dari koordinator penyuluh.

Ia pun mendapat laporan bahwa penyebab ayam mati ada beberapa faktor. Pertama kandang kurang representatif dilihat dari ukuran kandang yang kecil. Penyebab kedua ayam kurang terurus karena peternak tidak memberikan ayam makan dan minum yang cukup. Ketiga kandang ayam tersebut tidak bersih, karena ada bau amoniak dalam kandang.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Bojongkoneng Merasa Senang dan Terbanbantu Dengan Adanya Program Sertifikat Massal, Sebanyak 300 Sertifikat Masal Telah Dibagikakan

“Ayam tersebut mulai mati pada hari ketiga setelah kami drop ke kandang. Pada saat itu, dokter hewan menyarankan pisahkan yang sakit dan sehat, agar kematian ayam tidak banyak. Namun tidak dilakukan. Sehingga pada hari ketujuh telah mati 178 ekor dan hari kedelapan mati sebanyak 278 ekor,” ungkapnya.

Dinas Pertanian pun sebut Syahrial Kamat, hanya bisa mengganti ayam sebanyak 278 ekor atau diupayakan maksimal 300 ekor saja. Karena masa garansi yang diberikan oleh penjual ayam hanya tujuh hari, dihitung dari hari pertama ayam sampai di kandang kelompok peternak.

Jika kelompok peternak mau menerima ayam pengganti, pihaknya pun bakal merubah pola pembagian ayamnya. Jika sebelumnya ayam ditempatkan pada satu kandang, kedepan ayam-ayamnya akan dibagikan langsung kepada anggota kelompok.

“Setelah kami data, 13 anggota kelompok saja yang siap menerima ayam pengganti, dari 20 anggota kelompok,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

BERITA

Enam Kilometer yang Terasa Dirampas, Warga Ekor Lubuk Menolak Kehilangan Padang Panjang

BERITA

Keluarga Besar UNES Berduka. Prof, Dr, Philips Adrianus Kana, SH, MH di panggil Sang Khalik

BERITA

Pemerintah Kabupaten Batang Gencar Sosialisasikan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

ARTIKEL

Panglima TNI Hadiri Rapat Koordinasi di Kemenkopolhukam Bahas  Situasi di Papua dan Permasalahan Tanah di Sumsel

ARTIKEL

Bakamla RI Sambut Kedatangan Pimpinan SPCG dan APMM

BADAN NEGARA

Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bantu Penyaluran Air Bersih Dampak Kekeringan

ARTIKEL

Penjabat Walikota Padang Buka MTQ Tingkat Kecamatan Padang Utara

BERITA

Indikator Politik Indonesia Mengatakan Tidak Langsung, Kinerja Mahyeldi Baik