PadangPanjang.Sinyalnews.com— Di penghujung Ramadan, ketika gema takbir mulai terasa di udara, kabar yang dinanti ASN akhirnya datang. Wali Kota memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan dikembalikan mulai pekan depan.
Namun pengembalian itu bukan tanpa pesan tegas. Evaluasi triwulan tetap menanti. Target kerja tetap menjadi ukuran.
“Menjelang Lebaran ini kita kembalikan TPP. Tapi setelah triwulan berjalan, kita evaluasi lagi kinerja masing-masing OPD. Yang targetnya tercapai, TPP tetap bahkan bisa naik. Yang tidak mencapai target, akan dipotong kembali,” tegas Walikota Hendri Arnis Dirudin usai safari Ramadhan
Ia menekankan, jabatan dan tambahan penghasilan harus beriringan dengan tanggung jawab.
“Mau jabatan, mau TPP, tentu harus mau kerja. Kita ingin Padang Panjang lebih baik ke depan. Tidak bisa hanya rutinitas tanpa capaian,” ujarnya.
Langkah ini dinilai sebagai kombinasi empati dan disiplin. ASN diberi ruang menyambut Lebaran dengan tenang, tetapi alarm evaluasi tetap dinyalakan.
Pengamat administrasi publik dari Universitas Andalas, Dr. Ridho Syahril Nasution menyebut kebijakan ini sebagai pendekatan manajemen yang seimbang.
“Pengembalian TPP menjelang Lebaran menunjukkan sensitivitas sosial kepala daerah. Namun evaluasi triwulan menjadi kunci. Jika indikatornya jelas dan konsisten, ini bisa membangun budaya kerja yang sehat dan kompetitif,” ujarnya.
Tokoh ulama Padang Panjang, Buya Hamidi, mantan ketua DPRD 2 priode mengingatkan bahwa tambahan rezeki harus diiringi kesungguhan.
“Lebaran adalah momentum muhasabah. Jika kesejahteraan sudah diberikan, maka kerja juga harus ditingkatkan. Amanah itu harus dijaga,” katanya.
Sementara dimata Pers , Ketua PWI Padang Panjang Supriyanto pun menilai kebijakan ini sebagai pesan moral bagi birokrasi.
“Kita ingin kota ini maju. ASN harus kompak, target tercapai, pelayanan maksimal. Kalau prestasi baik, kesejahteraan naik itu wajar,” ujarnya lelaki bertubuh bongsor penikmat kopi itu
Menariknya, dinamika kebijakan ini juga dirasakan langsung di internal ASN. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Panjang, Andri, mengaku sempat merasa dongkol saat TPP sebelumnya diturunkan.
“Awalnya tentu ada rasa kecewa. Tapi setelah berdiskusi langsung dengan Wali Kota, saya paham ini soal tanggung jawab bersama. TPP memang berbasis kinerja, bukan hak tetap,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembalian TPP di saat momentum Lebaran menunjukkan sisi empati pemimpin.
“Di saat genting menjelang hari raya, TPP dikembalikan. Itu bentuk perhatian. Tapi kami juga sadar ada alarm evaluasi ke depan. Artinya, kami harus membuktikan kinerja lebih baik,” ujarnya
Kini pesan itu jelas terdengar di seluruh OPD: kesejahteraan diberikan, tetapi prestasi tetap menjadi syarat utama.
Di antara gema takbir dan semangat Idulfitri, Balai Kota mengirim satu pengingat penting .Lebaran boleh tenang, namun setelah itu, kinerja akan kembali diuji.
Karena di Padang Panjang, tambahan penghasilan bukan sekadar angka. Ia adalah cermin dari kerja nyata.(paulhendri)














