Home / ARTIKEL / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / SUMBAR

Thursday, 20 November 2025 - 23:30 WIB

PABASKO Kembali Bersatu, Silaturahmi Ninikmamak 24 Nagari yang Menggetarkan Ingatan Kolektif

Fai Fauzan El muhammady Dt.Bagindo Marajo ketua KAN BukitSuruangann  dan Erick Hamdani SE.Dt. Ammbasa .

Fai Fauzan El muhammady Dt.Bagindo Marajo ketua KAN BukitSuruangann dan Erick Hamdani SE.Dt. Ammbasa .

PadangPanjang,Sinyalnews.com-Angin sejuk kota Padangpanjang pada Sabtu, 15 November 2025 kemarin, seolah membawa kembali jejak sejarah yang lama terlipat. Di parkir barat Pasar Padangpanjang, tenda biru-putih menjFaizulang anggun, menyambut para ninikmamak, bundo kanduang, parik paga nagari, serta puti bungsu dari 24 nagari se-PABASKO.(PadangPanjang Batipuah Sapuluah Koto)

Hari itu bukan sekadar festival.
Bukan seremonial belaka.
Yang hadir adalah getaran identitas, warisan yang hampir satu abad tak pernah berkumpul selengkap ini.

Langkah-langkah Adat dari Gedung M. Syafei

Dari Gedung M. Syafei, iring-iringan adat berjalan kaki menuju pusat kota,menghidupkan kembali tradisi lama yang penuh martabat. Jalan raya berubah menjadi panggung budaya. Masyarakat berdiri di kiri-kanan jalan menyaksikan bagaimana Padangpanjang, Batipuh, dan X Koto menunjukkan kesatuannya, melampaui batas administratif yang memisahkan mereka.

Dalam adat, PABASKO adalah satu tubuh.”Ibarat kulit jo daging, ndak bisa dipisahkan.” Setelah 95 Tahun,Ruang Perjumpaan Itu Terbuka Lagi

Dalam sambutannya, Ketua KAN Bukiksuruangan, Faiz Fauzan El Muhammady Dt Bagindo Marajo, mengungkapkan fakta yang membuat banyak hadirin menghela napas panjang, Terakhir ninikmamak lengkap se-PABASKO berkumpul adalah tahun 1930, di Bancah Laweh. Sudah hampir 95 tahun lamanya.”

Nyaris satu abad,Sebuah jarak yang luar biasa panjang bagi sebuah masyarakat adat yang memiliki akar kuat pada musyawarah dan mufakat.

Dt Bagindo Marajo menegaskan bahwa momentum ini tidak boleh berhenti pada kemeriahan, Ke depan, ninikmamak harus lebih hadir dalam memperkuat adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Lebih-lebih menghadapi berlakunya KUHP baru tahun 2026 yang memuat ketentuan pidana adat.”

Baca Juga :  Sasaran Fisik Pembuatan Talud dan Gorong Gorong Mulai Di Kebut

“Kebanggaan Pemerintah Provinsi: “Administrasi berbeda, tapi adat tetap satu.”

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Dr. H. Jefrinal Arifin, SH, M.Si, mengakui sejak awal sempat pesimis kegiatan ini bisa terlaksana. Menyatukan dua wilayah pemerintahan untuk satu agenda adat bukan hal mudah.

Namun kenyataannya jauh lebih indah dari dugaan.Ternyata administratif tidak bisa memisahkan adat masyarakat PABASKO. Mereka tetap satu, tetap hidup dalam tubuh budaya yang sama,” ujarnya, penuh rasa haru.

Pokok Pikiran yang Menyulut Gerakan Besar

Festival ini terwujud melalui Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Erick Hamdani, SE Dt Ambasa, yang lahir dan besar dari kultur PABASKO. Aspirasi yang dihimpunnya dari nagari-nagari,sesuai Permendagri 86/2017,dibumikan menjadi kegiatan nyata yang menyentuh langsung masyarakat adat.

Dt Ambasa memberikan apresiasi besar kepada tiga nagari di Padangpanjang,Nagari Gunuang, Bukiksuruangan, dan Lareh Nan Panjang—yang berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival tahun ini.

“Tahun depan kita harapkan Batipuh dan X Koto pula yang menjadi sipangka acara serupa,” ujarnya penuh optimisme.

Pandangan Ninikmamak: “Engku Dt Ambasa ado perhatian nan indak biaso.”

Di sela makan bajamba, beberapa ninikmamak menyampaikan pandangan yang mencerminkan besarnya harapan terhadap sosok Erick Hamdani.

Seorang ninikmamak dari Batipuah berkata, “Kalau bukan karena perhatian Engku Dt Ambasa, acara sadarek iko mungkin indak manjadi. Beliau indak lupo jo kampuang, dan selalu manampuang aspirasinyo.”

Baca Juga :  Silaturrahmi Ramadhan Kankemenag Padang Semakin Mendapat Tempat
Oplus_0

“Dari X Koto, suara senada muncul,
Kalau bicara kepemimpinan, beliau punyo hati untuak masyarakat. Layak kalau suatu hari memimpin kota Padangpanjang.”
Seorang ninikmamak Padangpanjang pun menambahkan dengan penuh keyakinan,Beliau rajin turun ka lapangan, tahu manyaruik, dan barani duduak samo randah. Itu ciri pemimpin nan ditunggu masyarakat.”

Kutipan-kutipan ini memperlihatkan bahwa perhatian Erick Hamdani terhadap masyarakat, adat, dan nagari bukan hanya dirasakan, tetapi diakui oleh pemuka adat yang hadir.

Makan Bajamba: Penutup yang Menyatukan Hati

Festival ditutup dengan makan bajamba yang disiapkan bundo kanduang dari seluruh nagari. Tikar terhampar panjang, dulang berjajar rapi, dan aroma lauk kampuang memenuhi ruang. Momen ini bukan hanya makan bersama,tetapi penyatuan rasa, penyambung kembali tali adat yang sempat renggang oleh jarak dan zaman.

PABASKO: Rumah yang Tidak Pernah Retak

Silaturahmi ninikmamak 24 nagari ini bukan hanya reuni besar setelah 95 tahun. Ini adalah tanda bahwa adat Minangkabau, khususnya di wilayah PABASKO, tetap hidup dan mampu menghadirkan harapan baru.
Hari itu, PABASKO kembali menyampaikan sebuah pesan yang tak mungkin diabaikan:

Persatuan adat jauh lebih kokoh daripada batas administratif.
Identitas budaya tetap menjadi rumah yang menyatukan semuanya. Dan PABASKO adalah satu, dari dulu, kini, dan untuk masa depan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BADAN NEGARA

Kepala Badan Kesbangpol Sumbar Buka Sosialisasi Tentang Perundang-undangan Organisasi Kemasyarakatan bagi Tokoh Masyarakat dan Generasi Muda Kota Padang

ARTIKEL

Jadi Irup di SMK Muhammadiyah Kajen, Kapolres Tegaskan Tidak Boleh Terjadi Perundungan di Lingkungan Pelajar

BERITA

Hari Pertama Pasca Libur Lebaran, Kemenag Kota Padang Sidak KUA dan Madrasah 

BUDAYA

Babinsa Koramil 07/ Maos Melaksanakan Pemantauan Kegiatan Peragaan Manasik Haji

BERITA

Pemprov Sumbar dan Pemda Pasbar Kolaborasi Gelar Edukasi Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal

ARTIKEL

Isu Pembakaran Mama Hertina oleh TNI adalah Hoaks: Faktanya Dibunuh Kelompok Separatis OPM

BERITA

Ketum IKBR DR. AB Purba, SH.MH sampaikan seruan untuk mengajak menciptakan Pemilu damai 2024

BERITA

Semprot Sawah Menggunakan Drone Babinsa Karangjati Koramil 07/ Maos Dampingi Petani Tingkatkan Ketahanan Pangan