Padang Panjang,Sinyalnews.com-Di tengah duka warga Kota Solok akibat hujan badai dahsyat yang melanda beberapa hari lalu, uluran tangan dari masyarakat Kota Padang Panjang datang membawa harapan dan semangat baru. Bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, bahan bangunan, serta donasi uang tunai sebesar Rp60 juta diserahkan langsung oleh Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, kepada Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, pada Senin (6/10/2025).
Serah terima bantuan berlangsung hangat dan penuh keharuan di halaman Balai Kota Solok. Walikota Hendri Arnis datang bersama perwakilan masyarakat, organisasi sosial, dan ASN Pemko Padang Panjang, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas antar sesama warga Sumatera Barat.

“Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Solok adalah duka kita bersama. Padang Panjang datang bukan hanya membawa bantuan, tapi juga rasa persaudaraan dan semangat untuk bangkit bersama,” ujar Hendri Arnis.
Bantuan dan donasi tersebut, lanjut Hendri, merupakan hasil penggalangan kepedulian dari berbagai unsur masyarakat Padang Panjang, termasuk komunitas, pelaku usaha, dan ASN. Ia berharap, sumbangan itu dapat membantu mempercepat pemulihan warga yang terdampak.
Sementara itu, Walikota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian luar biasa tersebut. Menurutnya, kehadiran rombongan dari Padang Panjang memberikan energi baru bagi masyarakat Solok yang tengah berjuang memperbaiki kehidupan pascabencana.
“Kami berterima kasih atas solidaritas yang tulus dari Padang Panjang. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan antar kota di Sumatera Barat,” ujar Ramadhani.
Tokoh muda masyarakat Solok, Rijal Islami, juga turut mengapresiasi langkah cepat dan ketulusan dari Kota Padang Panjang. Ia menyebut, kepedulian ini menjadi contoh nyata bagi generasi muda tentang arti gotong royong dan kebersamaan.
“Apa yang dilakukan Padang Panjang ini menyentuh hati kami. Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi tentang ketulusan. Kami, anak-anak muda Solok, belajar dari contoh ini bahwa kepedulian tidak boleh menunggu waktu, dan solidaritas harus selalu hidup di hati setiap anak nagari,” ungkap Rijal Islami.
Badai besar yang melanda Kota Solok pekan lalu menyebabkan puluhan rumah warga rusak parah, sejumlah fasilitas umum terdampak, dan sebagian wilayah sempat lumpuh akibat hujan dan angin kencang. Kini, berbagai pihak bahu-membahu membantu pemulihan kondisi warga.
Di tengah cuaca yang masih belum menentu, kisah kebersamaan dua kota ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati bangsa terletak pada rasa empati. Dari Padang Panjang ke Solok, bukan hanya bantuan yang mengalir, tapi juga pesan kemanusiaan, bahwa ketika satu daerah tertimpa musibah, seluruh Ranah Minang ikut merasakannya.( Paulhendri)














