Home / Daerah / Hukum / Nasional / News / Peristiwa

Saturday, 9 December 2023 - 21:37 WIB

Terkait Kasus Penganiayaan Dirinya Denny Agusta Penuhi Panggilan Penyidik Polresta Padang

Ketua Umum Perkumpulan PGAI Padang Denny Agusta di dampingi penasehat hukumnya Romi Martianus saat di temui sejumlah awak media di Polresta Padang

Padang, Sinyalnews.com- Aksi kekerasan dalam menyelesaikan masalah bukanlah suatu keputusan yang bijak dalam menyelesaikan sebuah sengketa ,seperti yang dilakukan oleh sejumlah oknum mengaku dari Yayasan DR H Abdullah Ahmad PGAI Padang dan melakukan penganiayaan.pada Denny Agusta (korban) atas dasar kasus masalah tanah sengketa Yayasan DR H Abdullah Ahmad PGAI Padang

Atas tindakan yang diterimanya Denny Agusta selaku Ketua Umum Perkumpulan PGAI yang juga merupakan ketua Alumni PGAI, mengadukan sejumlah pihak yang melakukan kekerasan terhadap dirinya ke Polresta Padang atas dugaan kasus penganiayaan. Hal ini terlihat dari Laporan Polisi no LP/B/828/XI/2023/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat pada 27 November 2023 yang lalu.

Tak sendiri Denny Agusta yang didampingi penasehat hukumnya Romi Martianus menjelaskan, kekerasan yang menimpa dirinya terjadi di Rusunawa PGAI Padang yang berada di jalan Jati II Kota Padang

Baca Juga :  Ratusan Warga Luar Sumbar Mengikuti Acara Minangkabau Basepeda, Gubernur Mahyeldi : Tujuan Daerah Mempromosikan Potensi Wisata dan UMKM Lokal Melalui Penyelenggaraan Event Tercapai.

Lebih lanjut atas laporan itu “Hari ini
Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan yang telah dilaporkan 27/11-2023 lalu,dengan agenda
pengambilan keterangan saya sebagai korban oleh penyidik Pembantu.

Denny mengatakan Kejadian terjadi pada pukul 22.00. sejumlah orang yang mengaku dari Yayasan DR H Abdullah Ahmad PGAI Padang melakukan pemukulan terhadap saya dan mengakibatkan terjadinya memar di bagian wajah dan benturan bahagian kepala belakang saat terjatuh ketika di serang beramai ramai .

Kami ini adalah pengelola Tanah Wakaf PB PGAI, yang sah secara hukum, yang telah di SK kan oleh Badan Wakaf Indonesia dan telah mendapatkan pengesahan oleh KUA kecamatan Padang Timur,” ucapnya saat ditemui wartawan di halaman Polresta Padang, Minggu (9/12).

Baca Juga :  Sultan Harap Bisa Ucapkan Terima Kasih Secara Langsung Kepada Kapolri

Atas dasar mendapat kekerasan tersebut, Denny Agusta membuat laporan kepolisian atas dugaan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya.

“Setelah mendapat penganiayaan dari sejumlah orang berkisar lebih 4 orang, saya langsung melaporkan ke Polresta Padang,” jelasnya.

Penasehat hukum Denny Agusta, Romi Martianus menambahkan, pihaknya meminta penegakan hukum yang jelas kepada kliennya.

“Pada saat ini, klien saya, sangat terganggu kesehatannya akibat pengeroyokan tersebut, sering merasakan pusing pusing dan masih terus minum obat penahan rasa sakit. Oleh karena itu, kami sebagai PH meminta pihak kepolisian dapat menindak lanjuti dan memproses orang – orang yang melakukan pengeroyokan terhadap klien saya Denny Agusta,” yang telah melakukan pengeroyokan terhadap kliennya berikut orang yang menyuruh melakukan hingga dugaan tindak pidana itu terjadi,” tutupnya. (Mr.P)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bekerja Untuk Rakyat Bukan Hanya Sekedar Slogan Alriadi Buktikan langsung Dengan Ikut Gotong Royong Bersama Masyarat di Kecamatan Nanggalo

Daerah

Kejari Pasaman Barat serahkan memori kasasi vonis bebas terdakwa tambang emas ilegal

Budaya

Kapolsek Cilacap Selatan Tinjau Banjir Di Wilayahnya, Cek Dapur Umum dan Pos Kesehatan

Daerah

Disdukcapil Pasaman Barat Jemput Bola ke Jorong Brastagi Nagari Brastagi Ujung Gading, Program UPIAK OKE dan PAYI LIBURAN

Agama

Perkembangan Operasi SAR hari ke 6 terhadap kondisi membahayakan manusia 8 penambang emas yang terjebak di lubang galian kawasan pertambangan Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah masih belum membuahkan hasil

Daerah

Dua Kelurahan Di Kota Padang Di Nilai IOC-UNESCO Pada Tsunami Ready Community

Agama

Puluhan Calon Finalis Duwis 2023 Mulai Diseleksi

Daerah

TIM SAR Gabungan Lakukan Pencarian Nenek Sutiah Selama 2 Hari